- Salat Idulfitri menjadi ibadah yang dinantikan setelah sebulan berpuasa di Ramadan.
- Ada sejumlah amalan sunah yang dianjurkan sebelum berangkat salat, termasuk terkait makan.
- Mengetahui sunah ini penting agar ibadah lebih sempurna dan sesuai tuntunan Rasulullah SAW.
Suara.com - Salat Idulfitri menjadi salah satu ibadah yang paling dinantikan oleh umat Islam setelah menjalani puasa Ramadan selama sebulan penuh.
Momen ini juga identik dengan berbagai amalan sunah yang dianjurkan untuk dilakukan sebelum berangkat ke tempat salat.
Salah satu hal yang kerap dipertanyakan adalah sunah terkait makan. Apakah sebaiknya makan terlebih dahulu sebelum melaksanakan salat Idulfitri?
Mengetahui amalan sunah sebelum salat Idulfitri penting agar ibadah yang dilakukan semakin sempurna. Selain itu, mengikuti sunah juga menjadi bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Lantas, sebelum salat Idulfitri sebaiknya makan atau tidak? Berikut penjelasan mengenai amalan yang dianjurkan sesuai sunah.
Sebelum Salat Idulfitri Makan Dulu atau Tidak?
![Salat Idulfitri di Gumuk Pasir, Kretek, Bantul, Jumat (20/3/2026). [Suara.com/Hiskia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/20/80980-salat-idulfitri-di-gumuk-pasir-kretek-bantul.jpg)
Menjelang pelaksanaan salat Idulfitri, banyak umat Islam yang bertanya-tanya apakah sebaiknya makan terlebih dahulu atau tidak.
Hal ini penting dipahami agar ibadah yang dilakukan sesuai dengan sunah yang diajarkan.
Melansir NU Online, umat Islam disunahkan untuk makan sebelum berangkat salat Idulfitri.
Kebiasaan ini dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW sebagai tanda bahwa puasa Ramadan telah berakhir.
Biasanya, makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi sebelum salat Idulfitri adalah makanan manis seperti kurma.
Bahkan, Rasulullah SAW disebutkan memakannya dalam jumlah ganjil sebelum berangkat ke tempat salat. Amalan makan sebelum salat ini juga menjadi pembeda antara Idulfitri dan Iduladha.
Jika pada Idulfitri dianjurkan makan terlebih dahulu, maka pada Iduladha justru disunahkan untuk menunda makan hingga setelah salat.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa makan sebelum salat Idulfitri merupakan amalan sunah yang dianjurkan.
Selain mengikuti sunah Rasulullah SAW, hal ini juga menjadi simbol berakhirnya ibadah puasa dan dimulainya hari kemenangan bagi umat Islam.
Amalan Sunah sebelum Salat Idulfitri

Selain makan, ada amalan lain yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW sebagai bentuk kesiapan lahir dan batin sebelum melaksanakan salat Id. Berikut daftarnya:
1. Makan terlebih dahulu sebelum berangkat salat
Umat Islam dianjurkan untuk makan sebelum melaksanakan salat Idulfitri sebagai tanda berakhirnya puasa Ramadan. Biasanya, makanan yang dikonsumsi berupa kurma atau makanan manis.
2. Mandi sebelum salat Idulfitri
Mandi sebelum berangkat salat Id menjadi salah satu sunah yang dianjurkan. Hal ini bertujuan untuk membersihkan diri dan tampil dalam kondisi terbaik saat beribadah.
3. Mengenakan pakaian terbaik
Umat Islam dianjurkan memakai pakaian terbaik dan bersih saat hari raya. Ini sebagai bentuk rasa syukur dan penghormatan terhadap momen Idulfitri.
4. Mengumandangkan takbir
Takbir dianjurkan untuk dikumandangkan sejak malam Idulfitri hingga sebelum salat dimulai. Amalan ini menjadi bentuk pengagungan kepada Allah SWT atas nikmat yang diberikan.
5. Berangkat lebih awal ke tempat salat
Disunnahkan untuk berangkat lebih awal menuju lokasi salat Idulfitri. Hal ini agar bisa mengikuti rangkaian ibadah dengan khusyuk dan tertib.
6. Menempuh jalan yang berbeda saat berangkat dan pulang
Rasulullah SAW mencontohkan untuk menggunakan rute yang berbeda ketika pergi dan pulang dari tempat salat.
Amalan ini memiliki hikmah sosial agar lebih banyak orang yang saling bertemu dan bersilaturahmi.
Dengan mengamalkan sunah-sunah tersebut, pelaksanaan salat Idulfitri menjadi lebih sempurna.
Selain itu, amalan ini juga menjadi bentuk meneladani ajaran Rasulullah SAW dalam menyambut hari raya.