- Sunscreen bekerja menyerap sinar UV secara kimiawi menggunakan avobenzone.
- Sementara sunblock memantulkannya secara fisik menggunakan zinc oxide atau titanium dioxide.
- Sunblock langsung efektif saat diaplikasikan, sunscreen butuh waktu 15–30 menit untuk aktif.
Suara.com - Kamu pasti sering mendengar istilah sunscreen dan sunblock saat membeli produk tabir surya. Banyak orang menganggap keduanya sama saja, padahal ada perbedaan mendasar yang memengaruhi cara kerja, tekstur, dan kesesuaiannya dengan kulit.
Mengetahui 10 perbedaan sunscreen dan sunblock sangat penting agar kamu bisa memilih perlindungan UV yang tepat, mencegah penuaan dini, hiperpigmentasi, hingga kanker kulit. Berikut penjelasan lengkapnya!
1. Cara Kerja
Sunscreen bekerja secara kimiawi: menyerap sinar UV lalu mengubahnya menjadi energi panas yang dilepaskan dari kulit.
Sementara sunblock bekerja secara fisik seperti perisai, memantulkan sinar UV agar tidak masuk ke kulit sama sekali.
Ini membuat sunblock sering disebut “physical blocker” dan sunscreen sebagai “chemical filter”.
2. Kandungan Aktif
Sunscreen mengandung bahan kimia seperti avobenzone, oxybenzone, octocrylene, atau octinoxate.
Sunblock menggunakan mineral alami seperti zinc oxide dan titanium dioxide.
Bahan mineral ini lebih stabil dan tidak mudah terurai di bawah sinar matahari.
3. Tekstur Produk
Sunscreen memiliki tekstur ringan, cair, atau lotion yang mudah meresap.
Sunblock cenderung lebih kental, tebal, dan creamy, sehingga terasa lebih berat saat dioles. Sunblock butuh usaha ekstra agar merata.
4. Waktu Aktivasi
Sunscreen perlu ditunggu 15–30 menit setelah dioles agar bahan kimianya aktif menyerap UV.