Hal ini memicu pelepasan energi panas yang luar biasa ke atmosfer, mengubah pola cuaca di seluruh dunia secara ekstrem.
Dampaknya bagi Indonesia
Nahas bagi Indonesia, Godzilla El Nino adalah pembawa petaka kekeringan hebat.
Karena pusat hujan berpindah ke tengah Pasifik, Indonesia kehilangan pasokan uap air, menyebabkan kemarau panjang yang ekstrem.
Dampak nyatanya meliputi kegagalan panen massal akibat ketiadaan irigasi, serta penurunan debit air di waduk-waduk utama.
Kondisi lahan yang kering kerontang juga memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sulit dikendalikan, menghasilkan kabut asap lintas batas.
Selain itu, suhu udara yang lebih panas dari biasanya meningkatkan risiko kesehatan masyarakat dan mengganggu ekosistem perairan akibat naiknya suhu laut di wilayah pesisir.
Mentan Ingin Masyarakat Tak Panik
Menjawab isu Godzilla El Nino, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ingin masyarakat tak panik dengan dampak Godzilla El Nino.
Fenomena El Nino ekstrem ini memang berpotensi berdampak pada kondisi pertanian seantero Tanah Air.
Namun Andi dalam keterangannya, dikutip Selasa (31/3/2026) menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan stok beras untuk menghadapi kesulitan panen akibat cuaca yang panas.
Perum Bulog tercatat memiliki stok beras hingga 4,3 juta ton yang siap untuk dimanfaatkan selama 6 bulan El Nino menyerang Indonesia.
Pemerintah juga memproyeksikan bahwa stok beras yang siap dikonsumsi mencapai 12,5 juta ton dan padi siap panen sekitar 11 juta ton yang bisa menjadi modal menghadapi El Nino.
Kontributor : Armand Ilham