- Laporan Ampverse menyatakan jumlah pemain gim di Asia Tenggara diproyeksikan mencapai 290 juta orang pada tahun 2025.
- Indonesia menjadi pasar terbesar dengan 150 juta gamer yang menjadikan aktivitas bermain gim sebagai pengalaman sosial kolektif.
- Ekosistem gim di Asia Tenggara bertransformasi menjadi ruang komunitas yang membutuhkan pendekatan autentik dari berbagai brand global.
Seperti yang disampaikan Charlie, Indonesia memegang peran sentral dalam setiap strategi gaming Asia Tenggara yang serius, karena memadukan skala, pengaruh budaya, dan komunitas yang sangat terhubung.
Ia menambahkan bahwa melalui laporan ini, Ampverse ingin membantu brand dan publisher memahami di mana sebenarnya nilai dalam ekosistem gaming tercipta, dan bagaimana memanfaatkannya secara lebih relevan dan kredibel.
Pada akhirnya, gaming di Asia Tenggara bukan lagi sekadar soal bermain. Ia adalah tentang kebersamaan, identitas, dan cara baru untuk terhubung. Sebuah hobi yang tumbuh menjadi ruang sosial dan terus berkembang seiring waktu.