Bukan Sekadar Main Game, Komunitas dan Kreator Jadi Kunci Besarnya Industri Gaming Asia Tenggara

Dinda Rachmawati

Senin, 13 April 2026 | 10:07 WIB
Bukan Sekadar Main Game, Komunitas dan Kreator Jadi Kunci Besarnya Industri Gaming Asia Tenggara
Ilustrasi gamer. (Freepik)
  • Laporan Ampverse menyatakan jumlah pemain gim di Asia Tenggara diproyeksikan mencapai 290 juta orang pada tahun 2025.
  • Indonesia menjadi pasar terbesar dengan 150 juta gamer yang menjadikan aktivitas bermain gim sebagai pengalaman sosial kolektif.
  • Ekosistem gim di Asia Tenggara bertransformasi menjadi ruang komunitas yang membutuhkan pendekatan autentik dari berbagai brand global.

Suara.com - Dulu, bermain game sering dianggap sekadar hobi untuk mengisi waktu luang. Tapi hari ini, di Asia Tenggara, terutama Indonesia gaming telah menjelma menjadi ruang berkumpul, tempat orang membangun koneksi, berbagi cerita, dan merasa menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar. 

Gambaran ini terasa kuat dalam laporan terbaru yang dirilis Ampverse bertajuk Ampverse Playbook: Unlocking the Value of Gaming in Southeast Asia. Laporan tersebut menunjukkan bahwa skala dunia gaming di kawasan ini sudah tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. 

Pada 2025 saja, jumlah gamer di Asia Tenggara diperkirakan mencapai sekitar 290 juta orang, dengan nilai pasar sekitar US$6,6 miliar. Angka ini bahkan diproyeksikan terus tumbuh, dengan total gamer melampaui 330 juta pada 2030. 

Namun yang menarik, pertumbuhan ini bukan hanya soal angka, melainkan tentang bagaimana gaming berkembang sebagai ekosistem sosial yang hidup, dari komunitas, kreator, hingga interaksi sehari-hari yang terjadi di dalamnya.

Indonesia menjadi contoh paling nyata dari perubahan ini. Dengan lebih dari 150 juta gamer, Indonesia bukan hanya pasar terbesar di kawasan dari sisi jumlah pemain, tetapi juga salah satu yang paling kuat secara komunitas. 

Di sini, bermain game bukan sekadar aktivitas individual, melainkan pengalaman kolektif, dari mabar bersama teman, mengikuti streamer favorit, hingga aktif dalam komunitas online yang terasa seperti “rumah kedua”.

Charlie Baillie, CEO dan Co-Founder Ampverse, menyoroti perubahan cara pandang ini. Menurutnya, gaming di Asia Tenggara masih kerap dipandang terlalu sempit, sekadar sebagai hiburan atau hanya sebagai salah satu kanal media digital. Indonesia menunjukkan dengan jelas bahwa cara pandang seperti itu sudah tidak lagi relevan.

Ia menekankan bahwa kekuatan Indonesia bukan hanya pada jumlah pemain, tetapi pada bagaimana kreator dan komunitas membentuk cara orang menemukan dan mengadopsi game. 

“Bagi brand dan publisher, peluang di Indonesia bukan hanya soal skala, tetapi juga soal memahami bagaimana pengaruh dibangun dan dipertahankan di pasar ini,” ucapnya.

Yang membuat lanskap ini semakin menarik adalah fakta bahwa pengalaman gaming kini meluas jauh di luar permainan itu sendiri. Lebih dari separuh gamer di Asia Tenggara secara rutin menonton konten gaming melalui livestream, YouTube, dan media sosial. 

Artinya, hubungan antara gamer, kreator, dan komunitas menjadi semakin erat dan di situlah nilai terbesar sebenarnya terbentuk. Bahkan, meskipun pendapatan industri gaming diproyeksikan naik menjadi sekitar US$7,1 miliar pada 2028, Ampverse melihat peluang yang jauh lebih besar justru berada di ekosistem yang lebih luas ini, yang diperkirakan bisa mencapai US$14 miliar pada 2030.

Fenomena ini juga menjelaskan mengapa banyak strategi global sering kali tidak berjalan mulus di Asia Tenggara. Meski mobile gaming menyumbang sekitar 70% dari total pendapatan, perilaku gamer tidak hanya ditentukan oleh platform, tetapi oleh siapa yang mereka percaya dan komunitas mana yang mereka ikuti. 

Di kawasan ini, keaslian menjadi kunci. Audiens cenderung cepat mengenali dan menolak, kampanye yang terasa tidak relevan atau tidak memahami budaya lokal. Karena itu, pendekatan yang berhasil bukan lagi sekadar “hadir” di platform, melainkan benar-benar terlibat dalam komunitas. 

Brand dan publisher dituntut untuk memahami dinamika lokal, bekerja sama dengan kreator yang dipercaya, dan membangun hubungan yang terasa autentik sejak awal.

Kembali lagi, Indonesia memegang peran penting dalam lanskap ini. Dengan populasi lebih dari 280 juta jiwa dan basis gamer yang sangat besar, negara ini menjadi pusat perhatian dalam strategi gaming Asia Tenggara. Namun lebih dari itu, Indonesia menunjukkan bagaimana sebuah hobi bisa berkembang menjadi kekuatan budaya.

Seperti yang disampaikan Charlie, Indonesia memegang peran sentral dalam setiap strategi gaming Asia Tenggara yang serius, karena memadukan skala, pengaruh budaya, dan komunitas yang sangat terhubung. 

Ia menambahkan bahwa melalui laporan ini, Ampverse ingin membantu brand dan publisher memahami di mana sebenarnya nilai dalam ekosistem gaming tercipta, dan bagaimana memanfaatkannya secara lebih relevan dan kredibel.

Pada akhirnya, gaming di Asia Tenggara bukan lagi sekadar soal bermain. Ia adalah tentang kebersamaan, identitas, dan cara baru untuk terhubung. Sebuah hobi yang tumbuh menjadi ruang sosial dan terus berkembang seiring waktu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rayakan 1 Miliar Download, eFootball Hadirkan Mode Ikonis dan Pemain Legendaris

Rayakan 1 Miliar Download, eFootball Hadirkan Mode Ikonis dan Pemain Legendaris

Tekno | Senin, 13 April 2026 | 07:35 WIB

67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47

67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47

Tekno | Senin, 13 April 2026 | 07:13 WIB

Pakai Chip iPhone, Performa Gaming Laptop Murah MacBook Neo Lampaui Ekspektasi

Pakai Chip iPhone, Performa Gaming Laptop Murah MacBook Neo Lampaui Ekspektasi

Tekno | Minggu, 12 April 2026 | 19:49 WIB

Terkini

Ulang Tahun ke-85, Mien R. Uno Luncurkan Buku Cermin Diri: Berisi Pesan untuk Generasi Muda

Ulang Tahun ke-85, Mien R. Uno Luncurkan Buku Cermin Diri: Berisi Pesan untuk Generasi Muda

Lifestyle | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:31 WIB

Belajar Bahasa Inggris Bukan Sekadar Hafal Kosa Kata, Ini Tantangan yang Harus Disadari Orang Tua

Belajar Bahasa Inggris Bukan Sekadar Hafal Kosa Kata, Ini Tantangan yang Harus Disadari Orang Tua

Lifestyle | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:52 WIB

Jangan Asal Pakai Skincare, Kulit Berjerawat Butuh Formula yang Tetap Jaga Lapisan Pelindung Kulit

Jangan Asal Pakai Skincare, Kulit Berjerawat Butuh Formula yang Tetap Jaga Lapisan Pelindung Kulit

Lifestyle | Jum'at, 29 Mei 2026 | 20:07 WIB

4 Sunscreen Paling Murah untuk Mencerahkan Wajah dan Hempaskan Flek Hitam

4 Sunscreen Paling Murah untuk Mencerahkan Wajah dan Hempaskan Flek Hitam

Lifestyle | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:15 WIB

31 Mei dan 1 Juni 2026 Libur Apa? Ini Bedanya agar Tak Salah Momen

31 Mei dan 1 Juni 2026 Libur Apa? Ini Bedanya agar Tak Salah Momen

Lifestyle | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:15 WIB

Terpopuler: Sepatu Tanpa Tali dari New Balance hingga Adidas Buat Jalan Kaki Anti Pegal

Terpopuler: Sepatu Tanpa Tali dari New Balance hingga Adidas Buat Jalan Kaki Anti Pegal

Lifestyle | Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:30 WIB

Apa Makna Hari Raya Waisak bagi Umat Buddha?

Apa Makna Hari Raya Waisak bagi Umat Buddha?

Lifestyle | Jum'at, 29 Mei 2026 | 15:15 WIB

5 Matras Yoga Anti Slip yang Nyaman Dipakai Olahraga, Banyak Dipuji Tidak Gampang Geser

5 Matras Yoga Anti Slip yang Nyaman Dipakai Olahraga, Banyak Dipuji Tidak Gampang Geser

Lifestyle | Jum'at, 29 Mei 2026 | 14:16 WIB

Jadwal dan Susunan Upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 di Jakarta, Ini Dresscode-nya

Jadwal dan Susunan Upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 di Jakarta, Ini Dresscode-nya

Lifestyle | Jum'at, 29 Mei 2026 | 13:36 WIB

Kenapa Pancasila Lahir pada Tanggal 1 Juni 1945? Ini Sejarah Perjuangannya

Kenapa Pancasila Lahir pada Tanggal 1 Juni 1945? Ini Sejarah Perjuangannya

Lifestyle | Jum'at, 29 Mei 2026 | 13:35 WIB