Prevalensi Obesitas Naik, Pendekatan Medis Terintegrasi Jadi Harapan Baru di Jakarta

Dinda Rachmawati

Selasa, 14 April 2026 | 08:14 WIB
Prevalensi Obesitas Naik, Pendekatan Medis Terintegrasi Jadi Harapan Baru di Jakarta
Obesitas Meningkat di Jakarta, Sirka Hadirkan Klinik Terintegrasi di Kelapa Gading (Dok. Istimewa)
baca 10 detik
  • Prevalensi obesitas di Indonesia meningkat akibat gaya hidup masyarakat urban yang memicu berbagai risiko penyakit metabolik kronis.
  • Sirka menyediakan layanan medis terintegrasi berbasis data untuk penanganan obesitas secara personal melalui platform digital dan klinis.
  • Klinik Sirka resmi membuka cabang di Kelapa Gading untuk menjangkau masyarakat urban dengan layanan kesehatan yang berkualitas.

Suara.com - Di tengah perubahan gaya hidup masyarakat urban, prevalensi obesitas di Indonesia terus menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan. Kondisi ini bukan lagi sekadar isu penampilan, melainkan persoalan kesehatan serius yang berkaitan erat dengan berbagai penyakit metabolik. 

Minimnya pemahaman serta kecenderungan menunda penanganan membuat banyak kasus baru terdeteksi ketika komplikasi sudah muncul. Apalagi, obesitas sendiri kini dipahami sebagai kondisi medis kronis yang kompleks. 

Dampaknya tidak hanya terbatas pada kenaikan berat badan, tetapi juga meningkatkan risiko berbagai penyakit seperti diabetes tipe 2, hipertensi, penyakit jantung koroner, hingga beberapa jenis kanker. 

Hal ini ditegaskan oleh dr. Febrina Fajria, koordinator tim medis klinik metabolik Sirka, yang menyebut bahwa pendekatan terhadap obesitas harus dilihat secara menyeluruh dan berbasis medis.

“Yang sering kami temukan di lapangan, banyak pasien baru datang ketika komplikasi sudah mulai muncul. Penanganan yang efektif harus dimulai lebih awal, bersifat menyeluruh, dan didukung oleh tim medis yang benar-benar memahami interaksi antara metabolisme, nutrisi, dan gaya hidup pasien,” ungkapnya.

Sayangnya, masih banyak masyarakat yang mengandalkan cara instan atau program generik tanpa dasar medis yang jelas. Padahal, setiap individu memiliki kondisi metabolisme yang berbeda, sehingga membutuhkan pendekatan yang personal dan terukur. Di sinilah pentingnya asesmen menyeluruh sebelum menentukan strategi penurunan berat badan.

Pendekatan yang kini semakin direkomendasikan oleh para ahli adalah kombinasi antara perubahan gaya hidup dan intervensi medis berbasis bukti. Perubahan gaya hidup mencakup pola makan yang terarah, aktivitas fisik rutin, serta manajemen stres dan tidur yang baik. Sementara itu, terapi obat dapat digunakan sebagai akselerator bila memang dibutuhkan dan direkomendasikan oleh tenaga medis.

Model penanganan terintegrasi seperti yang dihadirkan Sirka juga menjadi solusi yang semakin relevan di era digital. Dengan memanfaatkan teknologi, pasien dapat memantau perkembangan kesehatannya secara berkala, berkonsultasi dengan tim medis, hingga mendapatkan penyesuaian terapi tanpa harus selalu datang ke fasilitas kesehatan. 

Pendekatan ini memungkinkan perawatan berjalan secara berkelanjutan, bukan hanya saat kunjungan. Co-Founder dan CEO Sirka, Rifanditto Adhikara, menegaskan bahwa setiap keputusan terapi harus berbasis data medis, bukan asumsi. 

baca juga

“Platform digital Sirka bukan sekadar aplikasi pencatat kalori atau buku harian kesehatan. Ini adalah sistem yang menghubungkan pasien dengan tim medis secara langsung dan berkelanjutan,” ujarnya.

Pendekatan berbasis data ini terbukti memberikan hasil yang signifikan. Data internal menunjukkan bahwa 90 persen pasien mengalami penurunan berat badan yang berarti, diikuti dengan perbaikan parameter kesehatan lainnya seperti penurunan kolesterol sebesar 37 persen dan tekanan darah sebesar 57 persen. 

Hal ini menegaskan bahwa keberhasilan penanganan obesitas tidak hanya diukur dari angka timbangan, tetapi juga dari perbaikan kondisi metabolik secara keseluruhan.

Untuk memperluas akses layanan, Sirka kini menghadirkan cabang baru di kawasan Kelapa Gading. Kehadiran fasilitas ini menjadi langkah strategis untuk menjangkau masyarakat urban yang membutuhkan layanan kesehatan metabolik yang terintegrasi dan berkualitas.

Investor Sirka Kelapa Gading, Mustika Ali, menyatakan bahwa keputusan investasi ini didasarkan pada kebutuhan nyata di masyarakat. Apalagi, data menunjukkan Jakarta memiliki prevalensi obesitas tertinggi di Indonesia, dan Kelapa Gading adalah kawasan dengan kepadatan populasi urban yang tinggi namun belum terlayani secara optimal oleh klinik metabolik berkualitas. 

"Kami percaya Sirka memiliki model yang tepat, tim yang tepat, dan pendekatan berbasis bukti yang akan memberikan dampak nyata bagi kesehatan masyarakat di sini. Investasi ini bukan hanya soal bisnis, tetapi juga tentang menghadirkan solusi kesehatan yang benar-benar dibutuhkan,” tutup dia.

Dengan hadirnya layanan terintegrasi seperti ini, masyarakat kini memiliki akses yang lebih mudah untuk mendapatkan penanganan obesitas yang tepat. Namun, upaya pencegahan tetap menjadi langkah paling penting. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beda Kelas! Saat Steven Wongso Jadikan Obesitas Bahan Hinaan, Ade Rai Justru Bongkar Bahayanya

Beda Kelas! Saat Steven Wongso Jadikan Obesitas Bahan Hinaan, Ade Rai Justru Bongkar Bahayanya

Your Say | Senin, 13 April 2026 | 20:55 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Terkini

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:09 WIB

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:08 WIB

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:53 WIB

×