Musamus, Arsitektur Alam Papua yang Terancam Ekspansi Proyek Besar

Bimo Aria Fundrika

Senin, 11 Mei 2026 | 17:37 WIB
Musamus, Arsitektur Alam Papua yang Terancam Ekspansi Proyek Besar
Potret Sarang Rayap (Pexels/Francesco Ungaro)

Suara.com - Di ujung timur Indonesia, di hamparan Papua Selatan yang didominasi hutan monsun dan sabana, berdiri sebuah “bangunan” alami yang kerap luput dari perhatian: Musamus.

Dari kejauhan, ia tampak seperti gundukan tanah raksasa yang membisu. Namun di balik bentuknya yang sederhana, sarang rayap ini menyimpan sistem kehidupan yang jauh lebih kompleks dari yang terlihat di permukaan.

Dilansir dari World Resources Institute Indonesia (11/5/2026), Musamus bukan sekadar sarang rayap biasa. Struktur ini dibangun oleh koloni rayap tanah Macrotermes sp. dengan campuran tanah, rumput kering, air liur, dan material organik lain yang dipadatkan secara bertahap selama bertahun-tahun.

Hasilnya adalah konstruksi alami yang bisa mencapai tinggi hingga 5 meter dengan lebar sekitar 2 meter.

Di dalamnya, Musamus bekerja seperti sebuah “gedung ber-AC” alami. Saluran-saluran kecil yang tersusun rapi berfungsi sebagai sistem ventilasi untuk menjaga suhu tetap stabil di kisaran 29–32 derajat Celcius.

Sistem ini memungkinkan koloni tetap bertahan di tengah perubahan cuaca ekstrem Papua Selatan, termasuk saat kebakaran hutan melanda area sekitarnya, sebagaimana dicatat oleh Indonesia Kaya (11/5/2026).

Bentuk luarnya pun bukan kebetulan. Setiap kemiringan dan alur tanah dirancang secara alami untuk mengalirkan air hujan agar tidak masuk ke dalam sarang. Adaptasi ini lahir dari lingkungan hidup rayap yang keras—wilayah yang basah saat musim hujan, namun bisa berubah sangat kering ketika musim kemarau tiba.

Namun, Musamus tidak lagi hidup dalam ruang yang sepenuhnya tenang.

Di tengah gencarnya pembangunan Papua Selatan, lanskap tempat Musamus berdiri mulai berubah. Sejumlah proyek besar yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) 2025–2029, seperti food estate, pengembangan kawasan pemerintahan Daerah Otonomi Baru, hingga rencana bioetanol berbasis tebu, diproyeksikan memanfaatkan sekitar 2 juta hektare lahan.

baca juga

Perubahan skala besar ini membawa konsekuensi ekologis. Alih fungsi lahan berpotensi mengganggu ekosistem hutan monsun dan sabana yang menjadi ruang hidup Musamus. Risiko deforestasi dan degradasi lahan pun ikut meningkat, perlahan mengikis habitat yang selama ini menopang keseimbangan alam di wilayah tersebut.

Dalam catatan World Resources Institute Indonesia, pembangunan di kawasan ini membutuhkan pendekatan yang tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mempertimbangkan daya dukung ekosistem. Kolaborasi antar pemangku kepentingan dan penggunaan pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dinilai menjadi kunci agar lanskap unik seperti Musamus tidak hilang di tengah arus pembangunan.

Penulis: Natasha Suhendra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Riset Soroti Dampak Krisis Iklim terhadap Ketahanan Pangan di NTT dan Flores

Riset Soroti Dampak Krisis Iklim terhadap Ketahanan Pangan di NTT dan Flores

News | Senin, 11 Mei 2026 | 13:15 WIB

Front Anti Militerisme Gelar Aksi di Kementerian HAM, Soroti Konflik dan Kekerasan di Papua

Front Anti Militerisme Gelar Aksi di Kementerian HAM, Soroti Konflik dan Kekerasan di Papua

News | Senin, 11 Mei 2026 | 12:17 WIB

Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura

Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 07:41 WIB

Terkini

Ciri-Ciri Kulkas Boros Listrik, Kenali sebelum Tagihan Membengkak

Ciri-Ciri Kulkas Boros Listrik, Kenali sebelum Tagihan Membengkak

Lifestyle | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:05 WIB

6 Cara Mencegah Bunga Es Muncul di Kulkas agar Mesin Tidak Cepat Rusak

6 Cara Mencegah Bunga Es Muncul di Kulkas agar Mesin Tidak Cepat Rusak

Lifestyle | Kamis, 25 Juni 2026 | 20:40 WIB

3 Aluminium Foil Insulasi untuk Menahan Panas Pada Atap Seng, Rumah Adem dan Tak Berisik

3 Aluminium Foil Insulasi untuk Menahan Panas Pada Atap Seng, Rumah Adem dan Tak Berisik

Lifestyle | Kamis, 25 Juni 2026 | 20:35 WIB

5 Cara Atasi Saluran Air Mampet Akibat Tanah atau Lumpur di Rumah

5 Cara Atasi Saluran Air Mampet Akibat Tanah atau Lumpur di Rumah

Lifestyle | Kamis, 25 Juni 2026 | 20:10 WIB

Mengenal Kandungan PDRN dalam Skincare, Bahan Aktif Viral yang Bikin Kulit Kencang dan Glowing

Mengenal Kandungan PDRN dalam Skincare, Bahan Aktif Viral yang Bikin Kulit Kencang dan Glowing

Lifestyle | Kamis, 25 Juni 2026 | 20:03 WIB

Cushion Mini yang Bagus Merek Apa? Ini 3 Pilihan Mungil dengan Hasil Maksimal

Cushion Mini yang Bagus Merek Apa? Ini 3 Pilihan Mungil dengan Hasil Maksimal

Lifestyle | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:15 WIB

4 Cara Pakai Soda Api untuk Atasi Saluran Air Mampet akibat Rambut atau Lumpur

4 Cara Pakai Soda Api untuk Atasi Saluran Air Mampet akibat Rambut atau Lumpur

Lifestyle | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:11 WIB

Selain Koi, 6 Ikan Ini Dipercaya Membawa Keberuntungan Menurut Feng Shui

Selain Koi, 6 Ikan Ini Dipercaya Membawa Keberuntungan Menurut Feng Shui

Lifestyle | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:59 WIB

4 Cara Atasi Pompa Air yang Harus Dipancing Terus-menerus

4 Cara Atasi Pompa Air yang Harus Dipancing Terus-menerus

Lifestyle | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:15 WIB

4 Posisi Kamar Mandi yang Baik Menurut Feng Shui agar Hunian Lebih Nyaman

4 Posisi Kamar Mandi yang Baik Menurut Feng Shui agar Hunian Lebih Nyaman

Lifestyle | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:00 WIB