Front Anti Militerisme Gelar Aksi di Kementerian HAM, Soroti Konflik dan Kekerasan di Papua

Vania Rossa

Senin, 11 Mei 2026 | 12:17 WIB
Front Anti Militerisme Gelar Aksi di Kementerian HAM, Soroti Konflik dan Kekerasan di Papua
Massa Front Anti Militerisme dan Investasi Gelar Aksi “Papua Darurat Militer” di Kementerian HAM, Senin (11/5/2026). (Suara.com/Dinda Pramesti K)
baca 10 detik
  • Front Anti Militerisme dan Investasi berdemonstrasi di depan Kantor Kementerian HAM, Jakarta, pada Senin (11/5/2026).
  • Massa menuntut penghentian kekerasan di Papua, penarikan militer, serta penolakan terhadap berbagai proyek strategis nasional.
  • Demonstran mendesak Menteri HAM Natalius Pigai mengusut tuntas dugaan pelanggaran HAM dan peristiwa kekerasan di Papua.

Suara.com - Sejumlah massa yang tergabung dalam Front Anti Militerisme dan Investasi menggelar aksi demonstrasi bertajuk “Tanah Papua Darurat Militer: Dogiyai Berdarah dan Daerah Lainnya” di depan Kantor Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM), Jakarta Selatan, Senin (11/5/2026).

Dalam aksi tersebut, para demonstran membawa berbagai poster, spanduk, dan atribut bernuansa Papua yang berisi tuntutan penghentian kekerasan di Papua. Massa juga menyerukan penolakan terhadap proyek strategis nasional (PSN), penarikan aparat militer dari Papua, hingga tuntutan hak menentukan nasib sendiri bagi masyarakat Papua Barat.

Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah poster bertuliskan “Berikan Hak Menentukan Nasib Sendiri Bagi Rakyat West Papua”, “Papua Darurat Militer”, hingga “Pepera 1969 Tidak Demokratis”.

Koordinator aksi, Okto Gobay, dalam orasinya menyebut situasi di sejumlah wilayah Papua, termasuk Dogiyai, semakin memprihatinkan akibat konflik bersenjata dan pendekatan keamanan yang dinilai berlebihan.

Massa Front Anti Militerisme dan Investasi Gelar Aksi “Papua Darurat Militer” di Kementerian HAM, Senin (11/5/2026). (Suara.com/Dinda Pramesti K)
Massa Front Anti Militerisme dan Investasi Gelar Aksi “Papua Darurat Militer” di Kementerian HAM, Senin (11/5/2026). (Suara.com/Dinda Pramesti K)

Ia juga menyinggung dugaan penembakan terhadap warga sipil di wilayah Dogiyai yang disebut menimbulkan korban jiwa.

“Kronologis yang terjadi, masyarakat menjadi korban. Ada delapan orang di gunung ditembak. Apakah ini manusiawi?” ujar Okto dalam orasinya.

Selain menyoroti dugaan kekerasan, massa aksi juga menilai berbagai persoalan HAM di Papua belum terselesaikan hingga kini.

Menurut Okto, mereka datang untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan tersebut kepada Menteri HAM Natalius Pigai, termasuk menyinggung sejumlah peristiwa lama yang dinilai belum mendapatkan penyelesaian.

“Kami datang untuk menyampaikan persoalan yang terjadi di Papua, bukan hanya hari ini, tapi sejak lama. Peristiwa Biak Berdarah sampai sekarang belum pernah benar-benar diselesaikan,” katanya.

baca juga

Dalam orasi lainnya, massa juga menyinggung pelaksanaan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM yang dinilai belum berjalan maksimal dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat Papua.

Massa Front Anti Militerisme dan Investasi Gelar Aksi “Papua Darurat Militer” di Kementerian HAM, Senin (11/5/2026). (Suara.com/Dinda Pramesti K)
Massa Front Anti Militerisme dan Investasi Gelar Aksi “Papua Darurat Militer” di Kementerian HAM, Senin (11/5/2026). (Suara.com/Dinda Pramesti K)

Massa mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum mengusut berbagai dugaan pelanggaran HAM di Papua secara transparan dan independen.

Selain berorasi, peserta aksi membentangkan spanduk besar bergambar korban kekerasan dengan tulisan “Papua Darurat Militer: Dogiyai Berdarah dan Daerah Lainnya”.

Hingga berita ini ditulis, aksi demonstrasi masih berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian. Massa juga menunggu Menteri HAM Natalius Pigai untuk menemui mereka secara langsung. Sementara itu, arus lalu lintas di sekitar lokasi terpantau ramai namun tetap terkendali.

Reporter: Dinda Pramesti K

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usung Aksi Mecha Epik, Anime Vertex Force Umumkan Tayang Oktober 2026

Usung Aksi Mecha Epik, Anime Vertex Force Umumkan Tayang Oktober 2026

Your Say | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:45 WIB

Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura

Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 07:41 WIB

Bia dan Kapak Batu: Kisah Inspiratif Perempuan Papua di Tengah Arus Zaman

Bia dan Kapak Batu: Kisah Inspiratif Perempuan Papua di Tengah Arus Zaman

Your Say | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:05 WIB

Terkini

Bangkai Paus Terdampar di Hutan Mangrove Sungai Bahale Indragiri Hilir

Bangkai Paus Terdampar di Hutan Mangrove Sungai Bahale Indragiri Hilir

Riau | Kamis, 24 September 2026 | 20:59 WIB

Sinopsis Take Charge of My Heart: Romansa Fantasi, Tayang 9 Oktober

Sinopsis Take Charge of My Heart: Romansa Fantasi, Tayang 9 Oktober

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 20:55 WIB

Dari Bawah Laut hingga Pegunungan, Tren Adventure Makin Beragam

Dari Bawah Laut hingga Pegunungan, Tren Adventure Makin Beragam

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 20:54 WIB

Vaksin Hewan Indonesia Tembus Pasar Afrika, Vaksindo Ekspor Rp1,9 Miliar

Vaksin Hewan Indonesia Tembus Pasar Afrika, Vaksindo Ekspor Rp1,9 Miliar

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 20:52 WIB

Ketemu KDM, Surya Kades Terpilih Mekarwangi Sampaikan Keluhan Pembangunan

Ketemu KDM, Surya Kades Terpilih Mekarwangi Sampaikan Keluhan Pembangunan

News | Kamis, 24 September 2026 | 20:51 WIB

Muncul Dugaan Pungli Rp150 Ribu per Minggu di Lapas Cibinong

Muncul Dugaan Pungli Rp150 Ribu per Minggu di Lapas Cibinong

Bogor | Kamis, 24 September 2026 | 20:49 WIB

Faktor X yang Buat Beckham Putra Cs Tak Dipanggil John Herdman, Masalah Attitude?

Faktor X yang Buat Beckham Putra Cs Tak Dipanggil John Herdman, Masalah Attitude?

Bola | Kamis, 24 September 2026 | 20:48 WIB

Prabowo Setuju Badan Baru Kelola Gambut, Apa Bedanya dengan Lembaga Restorasi Dulu?

Prabowo Setuju Badan Baru Kelola Gambut, Apa Bedanya dengan Lembaga Restorasi Dulu?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 20:40 WIB

Istri Korban Hilang Kapal Arupadhatu 1 Minta Pencarian Dilanjutkan hingga Krui dan Enggano

Istri Korban Hilang Kapal Arupadhatu 1 Minta Pencarian Dilanjutkan hingga Krui dan Enggano

Banten | Kamis, 24 September 2026 | 20:37 WIB

Bolosego dan Kusutnya Alkid Yogyakarta: Ketika Izin Berjualan Tak Menjamin Bebas Pungutan Liar

Bolosego dan Kusutnya Alkid Yogyakarta: Ketika Izin Berjualan Tak Menjamin Bebas Pungutan Liar

News | Kamis, 24 September 2026 | 20:32 WIB

×