Peneliti Ingatkan Target Konservasi Global 30x30 Perlu Utamakan Hak Masyarakat Lokal

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 14 Mei 2026 | 13:49 WIB
Peneliti Ingatkan Target Konservasi Global 30x30 Perlu Utamakan Hak Masyarakat Lokal
Pemandangan pepohonan tinggi dan tanaman hijau subur di hutan Florida di bawah sinar matahari yang cerah (Pexels/Roberto Lee Cortes)

Suara.com - Target konservasi global 30x30 semakin mendekati tenggat waktu 2030. Namun, sebuah studi terbaru menegaskan bahwa keberhasilan melindungi 30 persen daratan dan lautan dunia tidak hanya bergantung pada luas kawasan yang dilindungi, tetapi juga pada bagaimana nasib masyarakat lokal diperhitungkan dalam prosesnya.

Laporan yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications dan dipimpin oleh tim dari University of Cambridge Conservation Research Institute menunjukkan bahwa pilihan wilayah konservasi akan sangat menentukan siapa saja yang terdampak secara sosial maupun ekonomi.

Dikutip dari Phys.org, penelitian tersebut menganalisis tiga pendekatan berbeda dalam implementasi target 30x30. Hasilnya, pendekatan yang berfokus pada perlindungan spesies dan ekosistem sebanyak mungkin berpotensi membuat sekitar 46 persen populasi dunia tinggal di dalam atau dalam radius 10 kilometer dari kawasan konservasi.

Temuan itu menunjukkan bahwa kebijakan konservasi bukan hanya soal perlindungan alam, tetapi juga menyangkut kehidupan jutaan warga yang tinggal di sekitar wilayah tersebut. Dalam sejumlah skenario lain, jumlah orang yang terdampak memang lebih sedikit, tetapi justru melibatkan kelompok masyarakat yang lebih rentan secara sosial.

Kawasan konservasi sendiri dinilai memiliki banyak manfaat bagi masyarakat. Selain menjaga keberlanjutan sumber air bersih dan mengurangi risiko banjir, kawasan lindung juga membantu menjaga ekosistem penyerbukan tanaman serta menyerap karbon untuk mengurangi dampak perubahan iklim.

Namun, studi tersebut juga mengingatkan adanya potensi biaya sosial yang besar jika kebijakan dilakukan tanpa melibatkan warga lokal. Masyarakat bisa kehilangan akses terhadap sumber daya alam yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka, bahkan berisiko dipindahkan dari wilayah tempat tinggalnya.

Profesor Chris Sandbrook dari Universitas Cambridge mengatakan kawasan konservasi baru sering kali bukan wilayah kosong tanpa penghuni. Banyak di antaranya merupakan kawasan yang telah lama dihuni masyarakat, termasuk di negara maju seperti Inggris.

“Perencanaan perubahan penggunaan lahan untuk mencapai target konservasi nasional dan global harus mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat setempat,” ujar Sandbrook.

Penelitian ini juga menyoroti bahwa hingga saat ini kurang dari 20 persen daratan dan lautan dunia telah berada dalam status perlindungan. Dengan waktu yang tersisa sekitar empat tahun menuju 2030, upaya memperluas kawasan konservasi diperkirakan akan meningkat drastis.

baca juga

Meski demikian, para peneliti menilai tidak ada satu model konservasi yang sepenuhnya “optimal secara sosial.” Dampak terhadap masyarakat akan sangat bergantung pada lokasi yang dipilih dan bagaimana tata kelola kawasan tersebut diterapkan.

Karena itu, studi ini mendorong adanya investasi besar dalam proses partisipatif yang memberi ruang bagi masyarakat lokal untuk terlibat dalam pengambilan keputusan. Penulis utama laporan, Dr. Javier Fajardo, menilai dukungan terhadap warga lokal menjadi syarat penting agar target konservasi global benar-benar menghadirkan manfaat yang adil.

“Dalam banyak kasus, orang-orang yang tinggal paling dekat dengan kawasan konservasi justru yang paling berisiko mengalami dampak negatifnya,” kata Fajardo.

Menurutnya, perlindungan alam dan kesejahteraan masyarakat tidak bisa dipisahkan. Tanpa keterlibatan warga lokal, target ambisius 30x30 berisiko memunculkan ketimpangan baru di tengah upaya mengatasi krisis iklim dan hilangnya keanekaragaman hayati.

Penulis: Vicka Rumanti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Musik Jadi Cara Baru Kenalkan Konservasi ke Generasi Muda lewat Sunset di Kebun 2026

Musik Jadi Cara Baru Kenalkan Konservasi ke Generasi Muda lewat Sunset di Kebun 2026

Lifestyle | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:32 WIB

Sunscreen yang Bagus SPF Berapa? Ini Penjelasan Dokter dan 6 Rekomendasinya

Sunscreen yang Bagus SPF Berapa? Ini Penjelasan Dokter dan 6 Rekomendasinya

Lifestyle | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:24 WIB

Apakah Marina SPF 30 Bisa Bikin Kulit Cerah? Segini Harganya di Indomaret dan Alfamart

Apakah Marina SPF 30 Bisa Bikin Kulit Cerah? Segini Harganya di Indomaret dan Alfamart

Lifestyle | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:17 WIB

Terkini

Promo HUT Ke-81 RI dari BRI, Nikmati Penawaran Menarik untuk Kuliner, Travel, dan Hiburan

Promo HUT Ke-81 RI dari BRI, Nikmati Penawaran Menarik untuk Kuliner, Travel, dan Hiburan

Jatim | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:54 WIB

Bendera Bintang Bulan Berkibar, Aksi Hari Damai Aceh Kisruh, TNI Dikeroyok

Bendera Bintang Bulan Berkibar, Aksi Hari Damai Aceh Kisruh, TNI Dikeroyok

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:52 WIB

Perkembangan AI Tak Bisa Dihindari, Wakil Ketua DPRD Jateng: Harus Adaptif, Jangan Takut Perubahan!

Perkembangan AI Tak Bisa Dihindari, Wakil Ketua DPRD Jateng: Harus Adaptif, Jangan Takut Perubahan!

Jawa Tengah | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:52 WIB

BRI KKB Expo 2026, Kesempatan Baru Miliki Mobil Impian

BRI KKB Expo 2026, Kesempatan Baru Miliki Mobil Impian

Sumbar | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:51 WIB

Tak Perlu Macet-macetan Pindah Spot, Enchanting Valley Tawarkan Solusi Liburan Seharian di Puncak

Tak Perlu Macet-macetan Pindah Spot, Enchanting Valley Tawarkan Solusi Liburan Seharian di Puncak

Jabar | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:50 WIB

Serentak di 131 Cabang, BRI KKB Expo 2026 Buka Jalan Punya Mobil Impian

Serentak di 131 Cabang, BRI KKB Expo 2026 Buka Jalan Punya Mobil Impian

Riau | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:46 WIB

BRI KKB Expo 2026 Digelar di 131 Cabang, Saatnya Wujudkan Mobil Impian

BRI KKB Expo 2026 Digelar di 131 Cabang, Saatnya Wujudkan Mobil Impian

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:40 WIB

Mau Punya Mobil Impian? BRI KKB Expo 2026 Hadir di 131 Cabang

Mau Punya Mobil Impian? BRI KKB Expo 2026 Hadir di 131 Cabang

Sumut | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:37 WIB

CIMB Niaga Ungkap Potensi Ekonomi Daerah Sektor Sawit dan Migas di Riau

CIMB Niaga Ungkap Potensi Ekonomi Daerah Sektor Sawit dan Migas di Riau

Riau | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:37 WIB

Rayakan HUT Ke-81 RI Lebih Hemat dengan Ragam Promo Spesial dari BRI

Rayakan HUT Ke-81 RI Lebih Hemat dengan Ragam Promo Spesial dari BRI

Jogja | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:27 WIB

×