Apa Ciri-ciri Rumah Pembawa Sial? Ada 11 Termasuk Rumah Tusuk Sate

Ruth Meliana

Minggu, 17 Mei 2026 | 15:15 WIB
Apa Ciri-ciri Rumah Pembawa Sial? Ada 11 Termasuk Rumah Tusuk Sate
ilustrasi rumah "pembawa sial" (magnific/freepik)
baca 10 detik
  • Masyarakat Indonesia mempercayai bahwa rumah tertentu dapat memengaruhi energi serta keberuntungan penghuninya.
  • Ciri rumah pembawa sial meliputi posisi tusuk sate, minim pencahayaan hingga kerusakan bangunan.
  • Kepercayaan ini diatasi dengan melakukan ritual, penataan ulang, atau menjaga kebersihan rumah.

Suara.com - Dalam kepercayaan masyarakat Indonesia, khususnya yang dipengaruhi Primbon Jawa, feng shui, dan adat lokal, rumah bukan hanya tempat tinggal fisik, melainkan juga memiliki pengaruh terhadap energi, rezeki, kesehatan, dan keharmonisan penghuninya.

Beberapa rumah dianggap “pembawa sial” atau mendatangkan kesialan karena posisi, desain, atau kondisinya yang dipercaya mengundang energi negatif. Meski bersifat mitos dan tidak ilmiah, kepercayaan ini masih dipegang teguh oleh banyak orang saat memilih atau merenovasi rumah. Berikut ciri-ciri rumah pembawa sial.

1. Rumah Tusuk Sate (Menghadap Persimpangan Jalan)

Salah satu ciri paling populer adalah rumah yang terletak di ujung jalan lurus atau persimpangan, sering disebut “tusuk sate”.

Menurut Primbon Jawa, rumah ini menerima “hantaman energi” langsung dari lalu lintas, sehingga penghuninya rentan mengalami rezeki seret, sering sakit, atau konflik keluarga.

Selain itu, posisi ini juga dianggap rawan kecelakaan karena kendaraan yang melaju kencang.

2. Pintu Utama Bercat Hitam

Warna pintu hitam sering dikaitkan dengan kesialan, terutama jika tidak menghadap arah utara sesuai feng shui.

Hitam dipercaya menyerap energi positif dan mendatangkan suasana suram, sehingga rezeki terhambat dan penghuni mudah mengalami masalah keuangan atau kesehatan.

baca juga

3. Rumah Gelap dan Kurang Pencahayaan

Rumah yang minim cahaya matahari atau pencahayaan alami dianggap menyimpan energi negatif. Suasana gelap dan lembap diyakini membuat penghuni mudah stres, depresi, serta mendatangkan penyakit.

Cahaya dipercaya sebagai pembawa keberuntungan, sehingga rumah yang gelap justru sebaliknya.

4. Dinding atau Tembok Rusak dan Beranda Berantakan

Tembok retak, cat mengelupas, atau beranda yang kotor dan penuh barang berserakan dipercaya menjadi tempat berkumpulnya energi buruk.

Kondisi rumah yang tidak terawat menandakan ketidakstabilan kehidupan penghuninya, dari segi finansial hingga hubungan sosial.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

7 Cara Efektif Meningkatkan Kecepatan WiFi di Rumah, Tanpa Biaya Mahal

7 Cara Efektif Meningkatkan Kecepatan WiFi di Rumah, Tanpa Biaya Mahal

Tekno | Sabtu, 16 Mei 2026 | 21:05 WIB

5 Skincare Rutin yang Tak Boleh Absen Meski Cuma di Rumah

5 Skincare Rutin yang Tak Boleh Absen Meski Cuma di Rumah

Your Say | Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:25 WIB

Terkini

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:18 WIB

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×