Siapa Pembuat Film Pesta Babi? Ini Profil Dua Sutradara di Baliknya

Ruth Meliana

Senin, 18 Mei 2026 | 11:23 WIB
Siapa Pembuat Film Pesta Babi? Ini Profil Dua Sutradara di Baliknya
film Pesta Babi (YouTube/Indonesia Baru)
baca 10 detik
  • Film Pesta Babi mendokumentasikan perlawanan masyarakat adat di Papua Selatan terhadap proyek strategis nasional yang mengancam tanah ulayat.
  • Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Paju Dale berkolaborasi selama empat tahun untuk memproduksi karya investigatif mengenai deforestasi tersebut.
  • Karya ini menyoroti dampak ekspansi perkebunan terhadap lingkungan sekaligus memicu debat nasional tentang keadilan bagi kelompok masyarakat adat.

Suara.com - Film Pesta Babi mengangkat isu deforestasi besar-besaran di Papua Selatan akibat ekspansi perkebunan tebu untuk bioetanol, sawit, dan proyek food estate. Melalui perspektif masyarakat adat Marind, Yei, Awyu, dan Muyu, film ini menyoroti perlawanan mereka terhadap proyek strategis nasional (PSN) yang dinilai mengancam tanah ulayat, hutan, sungai, dan sumber pangan tradisional, di tengah keterlibatan militer dan jaringan kekuasaan.

Dua nama utama di balik film Pesta Babi adalah Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Paju Dale. Kolaborasi mereka, melibatkan Watchdoc, Jubi Media, Ekspedisi Indonesia Baru, dan mitra seperti Greenpeace, menghasilkan karya investigatif yang kuat.

Profil Dandhy Dwi Laksono

Dandhy Dwi Laksono lahir pada 29 Juni 1976 di Lumajang, Jawa Timur. Ia berusia 50 tahun pada 2026.

Lulusan Sarjana Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung ini juga menempuh pendidikan non-formal di Ohio University (AS) tentang broadcast journalism konflik dan British Council di London.

Karier jurnalismenya dimulai tahun 1998 di Tabloid Kapital dan Warta Ekonomi, kemudian melanjutkan ke radio seperti Pas FM, Smart FM, dan stringer ABC Australia.

Ia pernah bekerja di Liputan 6 SCTV dan RCTI. Dandhy dikenal sebagai aktivis dan pendiri Watchdoc Documentary Maker (2009), rumah produksi yang fokus pada isu lingkungan, hak asasi, dan kritik kebijakan.

Karya-karyanya yang fenomenal antara lain Sexy Killers (2019), yang mengungkap kolusi politik dan industri batubara menjelang pemilu, serta Dirty Vote (2024) yang membahas dugaan intervensi kekuasaan negara dalam pemilu.

Film-filmnya sering memicu debat nasional karena pendekatan investigatif dan berani. Dalam Pesta Babi, Dandhy berperan sebagai sutradara dan produser utama.

baca juga

Proses pembuatannya memakan waktu hingga 4 tahun untuk mengumpulkan fakta di lapangan Papua, meski menghadapi tantangan keamanan dan risiko pribadi.

Dandhy dikenal konsisten mengangkat suara kelompok pinggiran. Ia pernah ditangkap pada 2019 karena cuitan terkait Papua, yang dikritik sebagai pembatasan kebebasan berekspresi.

Pendekatannya menggabungkan jurnalisme, aktivisme, dan sinematografi untuk mendorong kesadaran publik tentang isu lingkungan dan keadilan sosial.

Profil Cypri Jehan Paju Dale

Cypri Jehan Paju Dale adalah antropolog sosial asal Flores dengan latar belakang akademik kuat.

Ia meraih gelar PhD di Institute of Social Anthropology, University of Bern, Swiss (2018) dengan disertasi berjudul Development as Self-Determination: Anti-colonial Struggles, Endogenous Transformation, and the Role of Christianity in West Papua.

Penelitiannya berbasis kerja lapangan etnografi dan arsip di Papua Barat.

Ia pernah menjadi post-doctoral fellow di Center for Southeast Asian Studies (CSEAS) Kyoto University (2020-2022) dan memiliki afiliasi dengan University of Wisconsin-Madison.

Minat penelitiannya meliputi politik pembangunan, transformasi endogen, antropologi Kristen, gerakan sosial, dan hubungan antar-spesies, dengan fokus Papua dan Flores.

Sebelumnya, Cypri terlibat dalam NGO Sunspirit for Justice and Peace di Indonesia Timur. Keahliannya dalam isu kolonialisme, konflik agraria, dan perlawanan masyarakat adat sangat relevan untuk Pesta Babi.

Ia membawa perspektif antropologis mendalam, menjelaskan bagaimana pembangunan sering menjadi alat kekuasaan eksternal yang bertabrakan dengan aspirasi masyarakat lokal.

Kolaborasi dan Dampak Film

Kolaborasi Dandhy (jurnalis investigasi) dan Cypri (antropolog) menciptakan keseimbangan antara narasi visual kuat dan analisis mendalam.

Film ini tidak hanya dokumentasi, tapi juga panggilan untuk refleksi tentang "kolonialisme di zaman kita" melalui proyek pembangunan besar di Papua.

Pemutaran film sempat menuai kontroversi, dengan beberapa nobar dibubarkan, yang justru meningkatkan minat publik.

Melalui Pesta Babi, keduanya menunjukkan komitmen terhadap kebenaran dan advokasi hak masyarakat adat.

Dandhy membawa pengalaman sinematiknya, sementara Cypri menyumbang kedalaman etnografis. Karya ini memperkaya diskursus nasional tentang pembangunan berkelanjutan, hak tanah, dan masa depan Papua.

Di tengah polarisasi, profil Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale mengingatkan pentingnya jurnalisme independen dan penelitian akademis yang berani. Film Pesta Babi garapan mereka bukan sekadar hiburan, melainkan alat untuk memahami realitas kompleks di ujung timur Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya

Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2026 | 10:47 WIB

Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya

Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2026 | 10:15 WIB

Terkini

FIFA Ikut Bersuara, PSSI Minta Suporter Setop Serang Pemain dan Keluarga

FIFA Ikut Bersuara, PSSI Minta Suporter Setop Serang Pemain dan Keluarga

Bola | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:13 WIB

Tragedi 17 Agustus: Kecelakaan Maut Motor vs Mobil di Bogor Lewatkan Dua Nyawa

Tragedi 17 Agustus: Kecelakaan Maut Motor vs Mobil di Bogor Lewatkan Dua Nyawa

Bogor | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:12 WIB

Jamuan Rakyat di 40 Titik Jakarta Jadi Upaya Pemerintah Dekatkan Layanan kepada Masyarakat

Jamuan Rakyat di 40 Titik Jakarta Jadi Upaya Pemerintah Dekatkan Layanan kepada Masyarakat

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Jay Idzes Gigit Jari Saat Sassuolo Lolos Coppa Italia 2026

Jay Idzes Gigit Jari Saat Sassuolo Lolos Coppa Italia 2026

Bola | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Pelatih yang Pernah Berselisih dengan Messi Semaput Kena Tempeleng Istri

Pelatih yang Pernah Berselisih dengan Messi Semaput Kena Tempeleng Istri

Bola | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:03 WIB

Bukan Korban KMP Putri Yasmin, Jenazah di Pelabuhan Lembar Ternyata Buruh Bongkar Muat

Bukan Korban KMP Putri Yasmin, Jenazah di Pelabuhan Lembar Ternyata Buruh Bongkar Muat

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:01 WIB

Masjid Agung An-Nur Pare, Bangunan Modern yang Kental dengan Arsitektur Jawa

Masjid Agung An-Nur Pare, Bangunan Modern yang Kental dengan Arsitektur Jawa

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Panduan Rute Palembang - Singapura via Jakarta: Transit Mulus Tanpa Ribet

Panduan Rute Palembang - Singapura via Jakarta: Transit Mulus Tanpa Ribet

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:58 WIB

Lepas WN Malayia? Facundo Garces Dicatat sebagai Pemain Argentina oleh Deportivo Alaves

Lepas WN Malayia? Facundo Garces Dicatat sebagai Pemain Argentina oleh Deportivo Alaves

Bola | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:54 WIB

Korban Gempa NTT Dievakuasi via Helikopter ke Labuan Bajo

Korban Gempa NTT Dievakuasi via Helikopter ke Labuan Bajo

Foto | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:54 WIB

×