Teater Jaran Abang: Ketika Etika dan Estetika Dijaga Bersama di Atas Panggung

Bimo Aria Fundrika

Senin, 18 Mei 2026 | 17:55 WIB
Teater Jaran Abang: Ketika Etika dan Estetika Dijaga Bersama di Atas Panggung
Potret pemeran pantomim Teater Jaran Abang (Instagram/@jaranabangteater)

Suara.com - Di tengah dunia seni pertunjukan yang kerap dianggap bebas tanpa batas, Teater Jaran Abang justru memilih membangun ruang kreatif yang menempatkan etika dan kenyamanan anggota sebagai hal utama.

Founder sekaligus ketua Teater Jaran Abang, Inggit Muhammad, mengatakan komunitasnya berusaha menjaga keseimbangan antara nilai etika dan estetika dalam setiap proses produksi.

“Di Jaran Abang, kami punya dua nilai yang dijaga keseimbangannya, yaitu etika dan estetika,” ujar Inggit.
Bagi mereka, pertunjukan yang indah tidak boleh lahir dari rasa terpaksa atau ketidaknyamanan para pemainnya. Karena itu, sebelum produksi dimulai, sutradara dan pemain selalu berdiskusi secara terbuka terkait peran, kostum, hingga batas kenyamanan masing-masing anggota.

Mayoritas anggota Teater Jaran Abang merupakan perempuan. Karena itu, komunitas ini berupaya menciptakan ruang kreatif yang lebih aman dan inklusif.

“Kami selalu memberikan ruang bagi mereka untuk terus tumbuh, tapi etikanya juga harus bagus,” katanya.
Hal itu juga diterapkan dalam pemilihan kostum panggung. Untuk anggota yang berhijab, misalnya, tim produksi tidak memaksakan konsep visual yang bertentangan dengan prinsip pribadi mereka. Sebagai gantinya, tim kostum akan mencari alternatif busana yang tetap nyaman dipakai tanpa menghilangkan nilai artistik pertunjukan.

Menurut Inggit, seni seharusnya tidak membuat seseorang kehilangan dirinya sendiri demi tuntutan estetika panggung.

“Ketika seseorang bisa menyeimbangkan etika dan estetika, maka dia akan menjadi manusia yang utuh,” tuturnya.
Melalui pendekatan tersebut, Teater Jaran Abang ingin menunjukkan bahwa panggung seni juga bisa menjadi ruang yang aman, hangat, dan inklusif tanpa harus mengorbankan kualitas artistik pertunjukan.

Datang dari Berbagai Sisi

Kebersamaan tim Teater Jaran Abang (Instagram/@jaranabangteater)
Kebersamaan tim Teater Jaran Abang (Instagram/@jaranabangteater)

Teater Jaran Abang juga menerapkan budaya saling menghargai bagi anggota yang berasal dari latar belakang daerah dan budaya yang berbeda. Komunitas ini diisi mahasiswa dari berbagai wilayah, mulai dari Sumatra, Kalimantan, hingga Papua.

Founder Teater Jaran Abang, Inggit Muhammad, mengatakan komunitasnya berupaya menjadi ruang kultural yang setara. Di satu sisi, para anggota dikenalkan pada budaya Jawa sebagai lingkungan tempat mereka berkarya. Namun di sisi lain, anggota dari luar daerah juga diberi ruang untuk berbagi budaya asal mereka.

baca juga

Bagi Jaran Abang, proses kreatif teater tidak hanya soal menghasilkan pertunjukan yang indah, tetapi juga membangun hubungan yang sehat antarmanusia di balik panggung.

Komunitas ini meyakini kualitas seorang seniman tidak hanya dilihat dari karya yang memukau secara visual, tetapi juga dari cara mereka memperlakukan orang lain selama proses produksi berlangsung.

Menurut Inggit, keseimbangan antara etika dan estetika menjadi hal yang penting dalam dunia seni pertunjukan. Tanpa etika, karya seni dinilai hanya akan menjadi tontonan yang kosong dan egois.

Pandangan tersebut sekaligus menjadi kritik terhadap ekosistem seni yang terkadang mengabaikan kenyamanan, hak, hingga latar belakang para pelaku seni demi memenuhi idealisme kreator atau sutradara.

Di Teater Jaran Abang, latihan dan proses produksi justru dijadikan ruang pembelajaran sosial bagi anak muda. Mereka ingin membentuk generasi yang tidak hanya mampu menciptakan karya artistik, tetapi juga memiliki empati dan tanggung jawab sosial.

“Harapannya, Jaran Abang bisa jadi komunitas yang konsisten, membantu banyak orang, memfasilitasi anak muda, dan bisa menghidupi kami sendiri maupun lingkungan sekitar,” pungkas Inggit.

Penulis: Vicka Rumanti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Hanya Angkat Isu Lingkungan, Teater Jaran Abang Terapkan Prinsip Berkelanjutan di Balik Panggung

Tak Hanya Angkat Isu Lingkungan, Teater Jaran Abang Terapkan Prinsip Berkelanjutan di Balik Panggung

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2026 | 10:59 WIB

Bukan Sekadar Seni: Bagaimana Teater Jaran Abang Mengubah Remaja Jogja Menjadi Sosok Berdaya

Bukan Sekadar Seni: Bagaimana Teater Jaran Abang Mengubah Remaja Jogja Menjadi Sosok Berdaya

Your Say | Minggu, 17 Mei 2026 | 17:20 WIB

Menolak Romantisasi Seni Gratisan yang Mematikan Seniman: Jeritan Jaran Abang dari Kota Budaya

Menolak Romantisasi Seni Gratisan yang Mematikan Seniman: Jeritan Jaran Abang dari Kota Budaya

Your Say | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:20 WIB

Terkini

Ahli dari Relawan Gibran Laporkan Hakim Konstistusi ke MKMK Gegara Diusir dari Ruang Sidang

Ahli dari Relawan Gibran Laporkan Hakim Konstistusi ke MKMK Gegara Diusir dari Ruang Sidang

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 17:08 WIB

Kulakan Sabu di Makam Bangkalan, Pengedar Lintas Madura-Surabaya Diciduk

Kulakan Sabu di Makam Bangkalan, Pengedar Lintas Madura-Surabaya Diciduk

Jatim | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 17:08 WIB

Art Jakarta 2026 Hadirkan 75 Galeri, 33 di Antaranya dari Mancanegara

Art Jakarta 2026 Hadirkan 75 Galeri, 33 di Antaranya dari Mancanegara

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 17:06 WIB

DPR Sentil Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak Terkait Wacana Audit Forensik Dana Haji

DPR Sentil Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak Terkait Wacana Audit Forensik Dana Haji

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 17:04 WIB

Nekat Terobos Rel Tanpa Palang, Mobil Dihantam KA di Lumajang: Pengemudi Lolos dari Maut

Nekat Terobos Rel Tanpa Palang, Mobil Dihantam KA di Lumajang: Pengemudi Lolos dari Maut

Jatim | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Review Serial Ted Lasso Season 2: Kehangatan Komedi yang Menyentuh Jiwa

Review Serial Ted Lasso Season 2: Kehangatan Komedi yang Menyentuh Jiwa

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Pengamen Terobos Mikrotrans Kampung Melayu, Transjakarta Ingatkan Larangan Keras di Seluruh Armada

Pengamen Terobos Mikrotrans Kampung Melayu, Transjakarta Ingatkan Larangan Keras di Seluruh Armada

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:57 WIB

Kementerian ESDM Evaluasi Harga Pertamax Cs, Ada Peluang Naik di Oktober 2026

Kementerian ESDM Evaluasi Harga Pertamax Cs, Ada Peluang Naik di Oktober 2026

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:56 WIB

Secangkir Kopi Muhammadiyah dan Cerita Kehangatan Bersama Rudy Susmanto di Leuwiliang

Secangkir Kopi Muhammadiyah dan Cerita Kehangatan Bersama Rudy Susmanto di Leuwiliang

Jabar | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:53 WIB

Sasis Bawah Innova Reborn Dilas Plat Besi demi Sabu 27 Kg, Dua Kurir Terancam Hukuman Mati

Sasis Bawah Innova Reborn Dilas Plat Besi demi Sabu 27 Kg, Dua Kurir Terancam Hukuman Mati

Lampung | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:51 WIB

×