7 Fakta Film Pesta Babi, Dokumenter Investigasi Konflik Agraria di Tanah Papua

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 19 Mei 2026 | 14:07 WIB
7 Fakta Film Pesta Babi, Dokumenter Investigasi Konflik Agraria di Tanah Papua
Film Pesta Babi. (Instagram/watchdoc_insta)
baca 10 detik
  • Film Pesta Babi merupakan karya dokumenter investigasi sutradara Dandhy Laksono.
  • Dokumenter ini memotret kerusakan alam akibat megaproyek industri di Papua.
  • Publik diimbau mendaftar nobar resmi dan menghindari tautan ilegal.

Suara.com - Film dokumenter bertajuk Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita mendadak jadi buah bibir. 

Bukan karena tayang di bioskop komersial, melainkan karena gelombang pembubaran acara nonton bareng film Pesta Babi oleh aparat di sejumlah daerah yang memicu kemarahan publik.

Film dokumenter investigasi ini memotret realitas pahit di balik megaproyek pemerintah yang tengah digenjot di tanah Papua. 

Penasaran apa sebenarnya isi film ini dan mengapa begitu ditakuti? Simak fakta-faktanya berikut ini!

1. Digarap Sutradara Kondang Dandhy Laksono

Film ini merupakan buah karya sutradara spesialis dokumenter investigatif, Dandhy Laksono, berkolaborasi dengan Cypri Paju Dale. 

film Pesta Babi (YouTube/Indonesia Baru)
film Pesta Babi (YouTube/Indonesia Baru)

Diproduksi oleh Ekspedisi Indonesia Baru, Watchdoc, dan Jubi Media, film ini membawa standar jurnalisme tinggi dalam mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di pelosok Papua Selatan.

2. Memotret Kerusakan Alam di Tiga Wilayah

Film Pesta Babi merekam secara gamblang deforestasi atau penggundulan hutan besar-besaran di wilayah Merauke, Boven Digoel, dan Mappi. 

baca juga

Hutan yang semula menjadi sumber kehidupan masyarakat adat, kini berubah menjadi hamparan lahan proyek industri.

3. Suara Masyarakat Adat yang Terpinggirkan

Fokus utama dokumenter ini adalah perjuangan suku Marind, Awyu, Yei, dan Muyu dalam mempertahankan tanah leluhur mereka. 

Mereka harus berhadapan dengan ekspansi perkebunan industri dan Proyek Strategis Nasional (PSN) seperti program bioetanol, biodiesel, hingga food estate.

Warga lokal memberikan testimoni mengejutkan soal perampasan tanah tanpa persetujuan yang memadai, pencemaran sungai, hingga hilangnya sumber pangan tradisional mereka.

4. Makna Tersembunyi di Balik Judul 'Pesta Babi'

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Film Pesta Babi Tayang Kapan? Jadwal Nobar Disebar Mendadak

Film Pesta Babi Tayang Kapan? Jadwal Nobar Disebar Mendadak

Lifestyle | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:05 WIB

Link Nonton Film Pesta Babi Gratis, Tinggal Isi Google Form Ini

Link Nonton Film Pesta Babi Gratis, Tinggal Isi Google Form Ini

Lifestyle | Selasa, 19 Mei 2026 | 11:59 WIB

Film Pesta Babi Tayang di Mana? Begini Cara Nonton Resminya

Film Pesta Babi Tayang di Mana? Begini Cara Nonton Resminya

Lifestyle | Selasa, 19 Mei 2026 | 08:06 WIB

Terpopuler: Prosedur Nonton Film Pesta Babi, 11 Cara Beli Tiket Konser The Weeknd via MyBCA

Terpopuler: Prosedur Nonton Film Pesta Babi, 11 Cara Beli Tiket Konser The Weeknd via MyBCA

Lifestyle | Selasa, 19 Mei 2026 | 07:05 WIB

Viral Nobar Film Pesta Babi Digelar di Masjid, Ratusan Anak Muda Datang Menonton

Viral Nobar Film Pesta Babi Digelar di Masjid, Ratusan Anak Muda Datang Menonton

Entertainment | Senin, 18 Mei 2026 | 15:01 WIB

10 Film Dokumenter yang Tayang di Netflix Mei 2026, Didominasi Kisah Sepak Bola dan Olahraga

10 Film Dokumenter yang Tayang di Netflix Mei 2026, Didominasi Kisah Sepak Bola dan Olahraga

Your Say | Senin, 18 Mei 2026 | 15:30 WIB

Terkini

PNM Kembali Terbitkan Orange Bond dan Orange Sukuk Rp2,59 Triliun

PNM Kembali Terbitkan Orange Bond dan Orange Sukuk Rp2,59 Triliun

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:50 WIB

Ulasan Film Pendek "Berdoa, Mulai": Mengurai Mayoritas di Sekolah Negeri

Ulasan Film Pendek "Berdoa, Mulai": Mengurai Mayoritas di Sekolah Negeri

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:50 WIB

Cashback Rp7,5 Juta dari BRI untuk Pembelian iPhone 18 di Tokopedia dan TikTok

Cashback Rp7,5 Juta dari BRI untuk Pembelian iPhone 18 di Tokopedia dan TikTok

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:48 WIB

Emas 74 Kg di Rumah Febrie Adriansyah Ternyata Hanya Bisa Diakses Don Ritto

Emas 74 Kg di Rumah Febrie Adriansyah Ternyata Hanya Bisa Diakses Don Ritto

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:37 WIB

Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter, Kabut Asap Picu Kecelakaan Beruntun di Lampung

Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter, Kabut Asap Picu Kecelakaan Beruntun di Lampung

Sumsel | Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:37 WIB

Kabut Asap Makin Pekat, Sekolah di Siak Diminta Lakukan PJJ

Kabut Asap Makin Pekat, Sekolah di Siak Diminta Lakukan PJJ

Riau | Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:30 WIB

KPK Proses Laporan Dugaan Politik Uang di Muktamar Ke-35 NU

KPK Proses Laporan Dugaan Politik Uang di Muktamar Ke-35 NU

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:25 WIB

Update PP Tunas: Akun Anak Diblokir Tak Cukup, Komdigi Minta Platform Ubah Fitur

Update PP Tunas: Akun Anak Diblokir Tak Cukup, Komdigi Minta Platform Ubah Fitur

Tekno | Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:23 WIB

Yoyok Sukawi Mundur Jelang KLB, Suksesi PSSI Jateng Makin Penuh Tanda Tanya

Yoyok Sukawi Mundur Jelang KLB, Suksesi PSSI Jateng Makin Penuh Tanda Tanya

Jawa Tengah | Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:20 WIB

Ancaman RUU Penyiaran: Larang Investigasi hingga Pangkas Kode Etik Jurnalis

Ancaman RUU Penyiaran: Larang Investigasi hingga Pangkas Kode Etik Jurnalis

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:20 WIB

×