Cara Memilih Teh Berkualitas, Tak Sekadar Wangi tapi Juga Konsisten dari Daunnya

Vania Rossa

Rabu, 20 Mei 2026 | 18:08 WIB
Cara Memilih Teh Berkualitas, Tak Sekadar Wangi tapi Juga Konsisten dari Daunnya
Ilustrasi teh. (Freepik/jcomp)
baca 10 detik
  • Teh menjadi minuman yang paling banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia menurut data Susenas BPS tahun 2023 hingga 2024.
  • Kualitas teh ditentukan oleh pertumbuhan di dataran tinggi, kandungan senyawa alami, serta proses pemetikan daun muda yang teliti.
  • Organisasi pangan dunia FAO menyebut tanaman teh yang tumbuh di dataran tinggi dengan suhu sejuk umumnya menghasilkan karakter rasa dan aroma yang lebih kaya karena pertumbuhan daunnya berlangsung lebih lambat.

Suara.com - Teh bukan lagi sekadar minuman pelepas dahaga, melainkan bagian dari identitas budaya masyarakat Indonesia. Baik sebagai simbol kehangatan saat menyambut tamu maupun teman setia di meja makan, teh menempati posisi kedua sebagai minuman yang paling banyak dikonsumsi setelah air putih (Data Susenas BPS 2023–2024). Bahkan, riset Roy Morgan mencatat teh selalu tersedia di 95% hingga 97% dapur keluarga di tanah air.

Namun, di tengah menjamurnya berbagai produk teh di pasaran, tahukah Anda bagaimana cara menilai dan memilih teh yang benar-benar berkualitas?

Indikator General Teh Berkualitas Tinggi

Kualitas seduhan teh yang mantap tidak muncul secara instan di pabrik pengolahan, melainkan ditentukan oleh faktor alam dan ketelitian sejak di perkebunan. Berikut adalah beberapa indikator utama yang menentukan mutu sehelai daun teh:

  1. Tumbuh di Dataran Tinggi yang Sejuk: Menurut Food and Agriculture Organization (FAO), faktor ketinggian lahan, suhu udara, curah hujan, dan kelembapan sangat memengaruhi profil rasa teh. Perkebunan di dataran tinggi dengan suhu sejuk membuat pertumbuhan tanaman teh menjadi lebih lambat.
  2. Kandungan Senyawa Alami yang Kaya: Pertumbuhan yang lambat di pegunungan justru menjadi indikator ideal. Proses alami ini memberikan waktu lebih bagi tanaman untuk membentuk senyawa esensial seperti polifenol, asam amino, dan minyak esensial. Senyawa inilah yang menciptakan aroma wangi yang kaya, lapisan rasa mendalam, serta karakter seduhan yang halus (smooth).
  3. Peran Kabut Alami: Kabut di kawasan pegunungan berfungsi sebagai penyaring paparan matahari langsung. Hasilnya, daun teh dapat berkembang optimal tanpa menghasilkan sensasi rasa sepat yang terlalu tajam atau menusuk saat diminum.
  4. Pemetikan Daun Muda Secara Teliti: Kualitas tertinggi hanya ada pada bagian daun teh yang paling muda. Proses pemetikannya pun membutuhkan ketelitian manusia (tangan terampil) untuk memilah daun yang layak olah serta menjaga kecepatan penanganan pasca-panen agar profil aromanya tidak rusak oleh paparan suhu udara luar.
Ilustrasi perkebunan teh. (dok. ist)
Ilustrasi perkebunan teh. (dok. ist)

Hal tersebut juga menjadi perhatian PT Sinar Sosro Gunung Slamat dalam menjaga kualitas produk tehnya. Sebagai produsen teh siap minum, perusahaan ini mengandalkan sejumlah perkebunan teh di wilayah dataran tinggi Jawa Barat seperti Pangalengan, Garut, Tasikmalaya, dan Cianjur yang dinilai memiliki kondisi alam ideal untuk pertumbuhan daun teh berkualitas.

“Dalam industri teh, pertumbuhan yang lebih lambat justru dianggap ideal karena memberi tanaman lebih banyak waktu untuk membentuk senyawa alami seperti polifenol, asam amino, dan minyak esensial. Senyawa inilah yang berperan dalam menciptakan aroma yang kaya, lapisan rasa yang lebih mendalam, serta karakter seduhan yang halus,” kata Head of Marketing Communications & Public Relations PT Sinar Sosro Gunung Slamat, Devyana Tarigan.

Menurut Devyana, menjaga konsistensi rasa teh tidak cukup hanya saat proses pengolahan. Pemilihan daun teh muda, waktu pemetikan, hingga kecepatan penanganan setelah panen juga menjadi faktor penting.

“Menghasilkan teh dengan cita rasa yang konsisten juga membutuhkan ketelitian manusia dalam menentukan daun teh muda mana yang dipetik, kapan waktu terbaik untuk memetik, hingga bagaimana daun teh muda diperlakukan setelah dipetik sehingga memenuhi standar layak olah,” ujarnya.

"Daun teh muda yang telah dipetik tidak boleh terlalu lama terpapar udara dan suhu panas karena dapat memengaruhi kesegaran serta profil aromanya. Karena itu, proses dari perkebunan hingga pengolahan harus berjalan dalam sistem yang terhubung agar kualitas tetap terjaga," pungkasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kebun Teh Wonosari: Sejuknya Perkebunan di Lereng Arjuno Malang

Kebun Teh Wonosari: Sejuknya Perkebunan di Lereng Arjuno Malang

Your Say | Senin, 20 April 2026 | 14:18 WIB

Parfum Apa yang Wangi Teh? Ini 5 Pilihan Terjangkau Mulai Rp38 Ribuan

Parfum Apa yang Wangi Teh? Ini 5 Pilihan Terjangkau Mulai Rp38 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 19 April 2026 | 08:38 WIB

Harga Plastik Es Cekek Mahal? Ini Rekomendasi Tumbler Kece Harga Ciamik

Harga Plastik Es Cekek Mahal? Ini Rekomendasi Tumbler Kece Harga Ciamik

Lifestyle | Sabtu, 18 April 2026 | 18:30 WIB

Terkini

Satu Wewangian Tak Lagi Cukup, Tren Memilih Parfum Berdasarkan Suasana Hati Makin Populer

Satu Wewangian Tak Lagi Cukup, Tren Memilih Parfum Berdasarkan Suasana Hati Makin Populer

Lifestyle | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:52 WIB

6 Shio yang Berpotensi Dapat Keberuntungan dan Kesuksesan 5 Juli 2026

6 Shio yang Berpotensi Dapat Keberuntungan dan Kesuksesan 5 Juli 2026

Lifestyle | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:36 WIB

4 Krim Malam Terbaik untuk Hempas Flek Hitam Usia 40 Tahun Berdasarkan Review

4 Krim Malam Terbaik untuk Hempas Flek Hitam Usia 40 Tahun Berdasarkan Review

Lifestyle | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:34 WIB

Saat Sains Jadi Fondasi Kecantikan, Riset di Balik Produk yang Dipakai Jutaan Orang

Saat Sains Jadi Fondasi Kecantikan, Riset di Balik Produk yang Dipakai Jutaan Orang

Lifestyle | Sabtu, 04 Juli 2026 | 19:35 WIB

Bukan Musuh, Ternyata MSG Justru Rahasia Mengurangi Garam di Masakan Anda!

Bukan Musuh, Ternyata MSG Justru Rahasia Mengurangi Garam di Masakan Anda!

Lifestyle | Sabtu, 04 Juli 2026 | 19:25 WIB

Pernah Jadi MUA hingga Live Streamer, Aris Priadi Kini Bersinar sebagai Wak Bordir

Pernah Jadi MUA hingga Live Streamer, Aris Priadi Kini Bersinar sebagai Wak Bordir

Lifestyle | Sabtu, 04 Juli 2026 | 18:33 WIB

3 Serum Lokal Terbaik untuk Flek Hitam Berdasarkan Klaim dan Review

3 Serum Lokal Terbaik untuk Flek Hitam Berdasarkan Klaim dan Review

Lifestyle | Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:29 WIB

Apakah Air Cooler Bisa Dingin Seperti AC? Coba 8 Cara Ini Agar Pendinginan Maksimal

Apakah Air Cooler Bisa Dingin Seperti AC? Coba 8 Cara Ini Agar Pendinginan Maksimal

Lifestyle | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:24 WIB

Body Mask dan Lulur Apa Bedanya? Pahami sebelum Mulai Perawatan Tubuh

Body Mask dan Lulur Apa Bedanya? Pahami sebelum Mulai Perawatan Tubuh

Lifestyle | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:19 WIB

Bersiap IPO, Produk Rans Food Jadi Sorotan: Sepi Peminat hingga Stok Sering Kosong

Bersiap IPO, Produk Rans Food Jadi Sorotan: Sepi Peminat hingga Stok Sering Kosong

Lifestyle | Sabtu, 04 Juli 2026 | 15:17 WIB

×