- Lionel Messi mencetak hattrick dalam laga pembuka Piala Dunia 2026 saat Argentina menang 3-0 melawan Aljazair.
- Tiga gol tersebut membuat Messi menyamai rekor Miroslav Klose dengan total 16 gol sepanjang sejarah Piala Dunia.
- Berdasarkan data MLS 2026, Lionel Messi memperoleh gaji dari Inter Miami setara dengan Rp15.884 per detik.
Suara.com - Lionel Messi mencetak hattrick perdananya di Piala Dunia 2026. Pada laga pembuka Grup J melawan Aljazair, kapten Argentina itu tampil gemilang dengan mencetak tiga gol yang membawa Tim Tango menang 3-0.
Gol-gol tersebut lahir di menit ke-17, 60, dan 76, menandai momen bersejarah di mana Messi menyamai rekor Miroslav Klose sebagai pencetak gol terbanyak di sejarah Piala Dunia dengan 16 gol.
Di usia yang sudah tidak muda lagi, Messi membuktikan bahwa ia masih menjadi pemain paling berpengaruh di lapangan. Hattrick ini bukan hanya soal statistik, tapi juga semangat juang seorang legenda yang terus menginspirasi generasi baru.
Argentina yang merupakan juara bertahan tampil dominan, dan performa Messi menjadi kunci utama keberhasilan mereka di turnamen kali ini.
Di balik prestasi gemilang di lapangan, pertanyaan yang sering muncul di kalangan penggemar adalah soal kekayaan Messi. Berapa sebenarnya gaji Messi 1 detik?
Menurut data MLS Players Association terbaru untuk musim 2026, Lionel Messi mendapatkan guaranteed compensation sebesar US$28,33 juta (sekitar Rp501,4 miliar) per tahun dari Inter Miami.
Angka ini termasuk base salary US$25 juta yang sudah dua kali lipat dari musim sebelumnya.
Dengan kurs dolar saat ini sekitar Rp17.700 per USD, maka gaji tahunan Messi setara dengan Rp501.441.000.000.
Untuk menghitung gaji per detik, kita gunakan asumsi 365 hari dalam setahun.
- Detik dalam setahun: 365 × 24 × 60 × 60 = 31.536.000 detik.
- Gaji per detik dalam USD: US$28.330.000 ÷ 31.536.000 = US$0,90.
- Dalam Rupiah: Rp15.884 per detik.
Artinya, setiap detik yang berlalu, Messi secara teori “mendapatkan” sekitar Rp15.884. Dalam satu menit, angkanya mencapai hampir Rp953.000. Dalam satu jam? Lebih dari Rp57 juta. Luar biasa, bukan?

Angka ini belum termasuk pendapatan dari sponsor, endorsement, hak citra, dan bonus performa yang membuat total penghasilan Messi jauh lebih besar.
Menurut berbagai laporan, total earning tahunan Messi bisa mencapai ratusan juta dolar jika digabungkan dengan kontrak di luar lapangan. Ia tetap menjadi salah satu atlet dengan bayaran tertinggi di dunia meski sudah berusia 38 tahun.
Prestasi hattrick di Piala Dunia 2026 tentu akan menambah nilai tawar Messi. Selain gaji klub, bonus dari FIFA dan sponsor pribadi bisa melonjak drastis.
Argentina sebagai favorit juara semakin diunggulkan berkat kepemimpinan Messi. Hattrick melawan Algeria menjadi pengingat bahwa “The GOAT” masih haus gelar dan rekor.
Bagi penggemar di Indonesia, angka Rp15.884 per detik ini sering kali dibandingkan dengan gaji rata-rata pekerja.
Seorang karyawan dengan gaji UMR di Jakarta sekitar Rp5 juta per bulan, butuh waktu bertahun-tahun untuk menyamai apa yang didapat Messi dalam hitungan menit saja. Ini menunjukkan betapa ekstremnya dunia sepak bola profesional di level tertinggi.
Jadi, gaji Messi 1 detik sekitar Rp15.884 menjadi bukti betapa berharganya seorang talenta kelas dunia. Ditambah prestasi hattrick di Piala Dunia yang baru saja ia cetak, nilai Messi semakin tak ternilai.