- Banyak Muslim ingin menerapkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat menata kamar tidur.
- Posisi tempat tidur sering dipertanyakan karena tidur merupakan bagian dari adab yang diajarkan Rasulullah SAW.
- Hadis Nabi memberikan tuntunan terkait posisi tidur, sehingga banyak orang ingin mengetahui arah dan tata cara tidur yang dianjurkan dalam Islam.
Suara.com - Banyak umat Muslim berusaha menerapkan ajaran Islam dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menata rumah dan kamar tidur.
Salah satu pertanyaan yang cukup sering muncul adalah mengenai arah atau posisi tempat tidur yang dianjurkan menurut Islam.
Pertanyaan ini muncul karena tidur bukan sekadar aktivitas untuk beristirahat, tetapi juga termasuk bagian dari adab yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.
Dalam beberapa hadis, Nabi Muhammad SAW memberikan tuntunan mengenai posisi tubuh saat tidur yang dianggap lebih baik untuk diikuti oleh umat Islam.
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui posisi tempat tidur menurut Islam sebaiknya menghadap ke mana dan bagaimana adab tidur yang dianjurkan.
Posisi Tempat Tidur yang Baik Menurut Islam

Banyak umat Muslim yang memperhatikan berbagai adab sebelum tidur, mulai dari berwudu, membaca doa, hingga posisi tubuh saat beristirahat.
Tak sedikit pula yang bertanya mengenai posisi tempat tidur yang baik menurut Islam agar istirahat terasa lebih nyaman dan penuh keberkahan.
Melansir laman resmi Badan Amil Zakat Nasional, baznas.go.id, salah satu landasan yang sering dijadikan rujukan adalah hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.
Nabi Muhammad SAW bersabda, "Apabila kamu hendak tidur, maka berwudulah seperti wudu untuk salat, lalu berbaringlah di atas sisi kanan tubuhmu." (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis tersebut menunjukkan bahwa Islam menganjurkan posisi tidur miring ke kanan sebagai bagian dari sunah Rasulullah SAW.
Oleh karena itu, sebagian ulama juga menganjurkan penataan tempat tidur yang memudahkan seseorang untuk tidur dengan posisi tersebut dan tetap menjaga adab terhadap arah kiblat.
Selain memperhatikan arah dan posisi tidur, Islam juga mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan serta kenyamanan tempat istirahat.
Rasulullah SAW bahkan menganjurkan umatnya untuk membersihkan tempat tidur sebelum digunakan agar terhindar dari kotoran maupun gangguan yang tidak terlihat.
Dengan demikian, pembahasan mengenai posisi tempat tidur yang baik menurut Islam tidak hanya berkaitan dengan tata letak ranjang semata.
Penataan kamar yang bersih, nyaman, serta sesuai dengan adab dan sunah Nabi SAW juga menjadi bagian penting untuk menciptakan ruang istirahat yang menenangkan dan penuh berkah.
Adab Sebelum Tidur Menurut Islam, Jangan Sampai Terlewat

Rasulullah SAW memberikan berbagai tuntunan yang dapat diamalkan sebelum tidur. Adab-adab tersebut tidak hanya bertujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT, tapi juga membantu seorang Muslim memperoleh istirahat yang lebih tenang dan berkah.
1. Berwudu Sebelum Tidur
Salah satu adab yang sangat dianjurkan adalah berwudu sebelum tidur. Rasulullah SAW bersabda, "Apabila engkau hendak mendatangi tempat tidurmu, maka berwudulah sebagaimana wudumu untuk salat." (HR Bukhari dan Muslim).
Berwudu sebelum tidur merupakan bentuk persiapan diri dalam keadaan suci. Selain itu, amalan ini juga menjadi salah satu sunah yang rutin dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.
2. Membersihkan Tempat Tidur
Islam mengajarkan umatnya untuk memastikan tempat tidur dalam keadaan bersih sebelum digunakan.
Rasulullah SAW bersabda, "Apabila salah seorang di antara kalian hendak mendatangi tempat tidurnya, hendaklah ia mengibaskan tempat tidurnya dengan ujung kainnya." (HR Bukhari dan Muslim).
Anjuran ini bertujuan untuk membersihkan tempat tidur dari debu, serangga, atau benda lain yang mungkin membahayakan. Dengan demikian, tidur menjadi lebih nyaman dan aman.
3. Membaca Doa Sebelum Tidur
Membaca doa sebelum tidur merupakan amalan yang dianjurkan Rasulullah SAW. Salah satu doa yang sering dibaca adalah, "Bismika Allahumma ahya wa amut" yang artinya, "Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup dan aku mati." (HR Bukhari).
Doa tersebut menjadi bentuk penyerahan diri kepada Allah SWT. Seorang Muslim menyadari bahwa hidup dan matinya berada dalam kekuasaan-Nya.
4. Membaca Ayat Kursi
Ayat Kursi termasuk bacaan yang dianjurkan sebelum tidur. Dalam hadis riwayat Bukhari disebutkan bahwa siapa yang membaca Ayat Kursi sebelum tidur akan senantiasa dijaga oleh Allah SWT dan tidak akan didekati setan hingga pagi.
Karena itu, banyak ulama menganjurkan untuk membiasakan membaca Ayat Kursi sebagai bagian dari rutinitas sebelum tidur. Amalan ini juga menjadi bentuk perlindungan diri selama beristirahat.
5. Membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas
Rasulullah SAW juga mencontohkan membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas sebelum tidur. Setelah membacanya, beliau meniup kedua telapak tangan lalu mengusapkannya ke seluruh tubuh yang dapat dijangkau.
Ketiga surah tersebut dikenal sebagai Al-Mu'awwidzat, yaitu surah-surah yang berisi permohonan perlindungan kepada Allah SWT. Membacanya menjadi salah satu cara memohon penjagaan dari berbagai keburukan.
6. Berdzikir Sebelum Tidur
Memperbanyak dzikir sebelum tidur juga termasuk sunah Rasulullah SAW. Salah satu dzikir yang dianjurkan adalah membaca Subhanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, dan Allahu Akbar 34 kali.
Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, dzikir tersebut diajarkan Nabi kepada Fatimah RA sebagai amalan yang lebih baik daripada seorang pembantu. Dzikir ini juga membantu menenangkan hati sebelum beristirahat.