Silsilah Keluarga Roy Suryo, Keturunan Keraton Mana?

Ruth Meliana

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:15 WIB
Silsilah Keluarga Roy Suryo, Keturunan Keraton Mana?
Pakar telematika asal Indonesia, Roy Suryo (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Polisi menangkap Roy Suryo pada 19 Juni 2026 atas dugaan kasus pencemaran nama baik terkait ijazah Presiden Jokowi.
  • Roy Suryo merupakan cicit dari Paku Alam III yang berasal dari keluarga ningrat Pura Pakualaman, Yogyakarta.
  • Selain memiliki gelar bangsawan, Roy Suryo dikenal sebagai mantan Menpora sekaligus pakar telematika asal Yogyakarta.

Suara.com - Roy Suryo ditangkap polisi pada Jumat, 19 Juni 2026, atas kasus dugaan pencemaran nama baik ijazah Jokowi. Penangkapan ini turut membuat latar belakangnya menjadi sorotan. Salah satunya silsilah keluarga Roy Surya yang berasal dari kalangan ningrat Jawa.

Lahir dengan nama Raden Mas Roy Suryo Udoro pada 18 Juli 1968 di Yogyakarta, ia dikenal sebagai pakar telematika, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) era Susilo Bambang Yudhoyono, serta politikus.

Pertanyaan utama yang kerap muncul adalah: Roy Suryo keturunan keraton mana?

Roy Suryo lahir dari pasangan orang tua yang keduanya memiliki darah biru keraton Jawa.

Ayahnya adalah Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Soejono Prawirohadikusumo (1928–2005), seorang guru besar kedokteran jiwa pertama di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM).

Ibunya, Raden Ayu Soeratmiyati Notonegoro, adalah seorang guru bahasa Inggris di SMPP Negeri 10 Yogyakarta.

Keduanya berasal dari lingkungan ningrat yang terkait erat dengan tradisi keraton di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Roy Suryo Keturunan Utama dari Pura Pakualaman Yogyakarta

Secara garis keturunan yang paling jelas dan dominan adalah melalui ibunya. Roy Suryo merupakan cicit (generasi keempat) dari Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Paku Alam III (Paku Alam III), penguasa Kadipaten Pakualaman yang ketiga.

baca juga

Pakualaman sendiri adalah kadipaten yang didirikan sebagai bagian dari pecahan Kesultanan Mataram Islam, dengan status semi-otonom di bawah pengaruh Sultan Yogyakarta.

Paku Alam III lahir pada 20 Desember 1827 dan memerintah pada abad ke-19. Garis keturunan ini menempatkan Roy Suryo sebagai bagian dari keluarga besar Puro Pakualaman (Pura Pakualaman) di Yogyakarta.

Atas kontribusinya kepada Pura Pakualaman, ia dianugerahi gelar kebangsawanan Kanjeng Raden Mas Tumenggung Roy Suryo Notodiprojo pada 19 Mei 2002 oleh Sri Pakualam IX. Gelar ini bukan sekadar kehormatan kosong, melainkan hasil pengabdian dan pengakuan dari keluarga besar kadipaten tersebut.

Sebelumnya, ia juga naik pangkat dari gelar Raden Mas menjadi gelar yang lebih tinggi.

Ayah Roy, KPH Soejono Prawirohadikusumo, juga menyandang gelar bangsawan dari lingkungan yang sama. Hal ini memperkuat ikatan keluarga Roy dengan tradisi ningrat Pakualaman.

Roy sendiri sering disebut sebagai kerabat dekat keluarga penguasa Puro Pakualaman. Gelar Tumenggung biasanya diberikan kepada priyayi tinggi yang memiliki jabatan administratif atau pengabdian signifikan dalam struktur keraton.

Hubungan Roy Suryo dengan Keraton Surakarta dan Mataram

Roy Suryo juga disebut-sebut memiliki darah biru dari garis keturunan Surakarta (Kasunanan Surakarta). Keraton Solo dan Yogyakarta memang berasal dari pecahan Kesultanan Mataram Islam yang sama setelah Perjanjian Giyanti 1755.

Wangsa Mataram menjadi akar bersama banyak keluarga ningrat Jawa. Ayah Roy disebut memiliki hubungan keturunan ningrat pewaris Mataram, termasuk Surakarta.

Meski demikian, ikatan paling kuat dan sering disebutkan secara resmi adalah dengan Pakualaman Yogyakarta. Roy lahir dan besar di Yogyakarta, mendalami pendidikan di UGM, dan aktif dalam kegiatan yang terkait budaya Jawa di wilayah tersebut.

Latar belakang ini memengaruhi pandangannya sebagai pemerhati budaya dan seringkali ia menekankan nilai-nilai kejawen serta adat keraton dalam berbagai pernyataannya.

Latar Belakang Keluarga Roy Suryo

Roy Suryo adalah anak ketiga dari empat bersaudara. Salah satu kakaknya adalah Raden Ajeng Yayi Suryo Prabandari, seorang psikolog dan guru besar di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM. Ia menikah dengan Ismarindayani Priyanti (Ririen) pada 10 Desember 1994, yang juga berlatar belakang pendidikan tinggi.

Warisan keluarga ningrat ini tidak hanya berupa gelar, tetapi juga tanggung jawab sosial dan budaya. Roy sering terlibat dalam isu-isu yang menyentuh identitas Jawa, meskipun ia lebih dikenal di ranah teknologi dan politik.

Bagi Roy Suryo, silsilah ini menjadi bagian dari identitasnya sebagai orang Jawa yang menghargai akar sejarah. Ia lahir di tengah keluarga intelektual ningrat, di mana ayahnya adalah pionir kedokteran jiwa dan ibunya pendidik, yang menggabungkan tradisi keraton dengan kemajuan ilmu pengetahuan.

Secara keseluruhan, Roy Suryo adalah keturunan utama Keraton Pakualaman Yogyakarta, khususnya garis Paku Alam III melalui ibunya. Silsilah keluarga Roy Suryo mencerminkan perpaduan antara tradisi kerajaan Jawa klasik dan kehidupan kontemporer seorang profesional di bidang teknologi dan politik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polda Metro Jaya Ungkap Alasan Jemput Paksa Roy Suryo dan dr Tifa

Polda Metro Jaya Ungkap Alasan Jemput Paksa Roy Suryo dan dr Tifa

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:02 WIB

Bantah Represif! Ini Alasan Polda Metro Tangkap Roy Suryo dan dr Tifa

Bantah Represif! Ini Alasan Polda Metro Tangkap Roy Suryo dan dr Tifa

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:36 WIB

Kata Jokowi Usai Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Pastikan Hadiri Sidang dan Bawa Ijazah Asli

Kata Jokowi Usai Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Pastikan Hadiri Sidang dan Bawa Ijazah Asli

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:28 WIB

Terkini

Sering Kita Lakukan, 7 Hal Sederhana Ini Ternyata Ciri Khas Orang Indonesia Asli

Sering Kita Lakukan, 7 Hal Sederhana Ini Ternyata Ciri Khas Orang Indonesia Asli

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:46 WIB

Bukan Harga Murah, Ini Strategi Sharp Indonesia Menjaga Dominasi Pasar AC

Bukan Harga Murah, Ini Strategi Sharp Indonesia Menjaga Dominasi Pasar AC

Tekno | Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:44 WIB

Hari Ini, Pramudi Jaklingko M44 Gelar Aksi Demo di Menteng

Hari Ini, Pramudi Jaklingko M44 Gelar Aksi Demo di Menteng

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:44 WIB

Niat Menggasak Malah Terlelap: Maling Apes di Pringsewu yang Ketiduran di Kasur Korban

Niat Menggasak Malah Terlelap: Maling Apes di Pringsewu yang Ketiduran di Kasur Korban

Lampung | Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:43 WIB

Isu Kesepakatan dengan Oman di Tengah Perang, Iran Semakin 'Kuat' di Selat Hormuz

Isu Kesepakatan dengan Oman di Tengah Perang, Iran Semakin 'Kuat' di Selat Hormuz

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:41 WIB

Sering Melihat Kilatan Cahaya atau Bercak Hitam? Kenali Tanda Gangguan pada Retina

Sering Melihat Kilatan Cahaya atau Bercak Hitam? Kenali Tanda Gangguan pada Retina

Health | Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:35 WIB

Rahasia Teknologi i-DM JETOUR T1 dan T2 yang Mampu Melaju Lebih dari 1200 Kilometer

Rahasia Teknologi i-DM JETOUR T1 dan T2 yang Mampu Melaju Lebih dari 1200 Kilometer

Otomotif | Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:35 WIB

Ulasan The Yellow Wallpaper, Ketika Kisah Horor Tak Selalu Tentang Hantu

Ulasan The Yellow Wallpaper, Ketika Kisah Horor Tak Selalu Tentang Hantu

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:30 WIB

Rupiah Perkasa di Tengah Pelemahan Dolar AS, Dibuka Menguat ke Rp17.912

Rupiah Perkasa di Tengah Pelemahan Dolar AS, Dibuka Menguat ke Rp17.912

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:28 WIB

7 Lipstik Transferproof untuk Bibir Kering, Nyaman Dipakai Tahan hingga 16 Jam

7 Lipstik Transferproof untuk Bibir Kering, Nyaman Dipakai Tahan hingga 16 Jam

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:25 WIB

×