Mengapa Pengetahuan Masyarakat Adat Penting untuk Mengatasi Krisis Iklim?

Bimo Aria Fundrika

Minggu, 21 Juni 2026 | 08:15 WIB
Mengapa Pengetahuan Masyarakat Adat Penting untuk Mengatasi Krisis Iklim?
Potret Masyarakat Adat ( Pexels/Widiarto Proboprasetyo)

Suara.com - Perubahan iklim menjadi tantangan global yang mendorong berbagai negara mempercepat upaya konservasi hutan, restorasi ekosistem, hingga pembangunan berbagai proyek penurunan emisi karbon. 

Namun, di balik berbagai kebijakan tersebut, masyarakat adat justru kerap tidak dilibatkan secara bermakna dalam proses pengambilan keputusan, meski mereka telah lama menjaga kawasan yang kini dianggap penting untuk mitigasi perubahan iklim.

Masyarakat Adat Masih Belum Dilibatkan 

Hal ini disoroti dalam penelitian berjudul "Understanding the Mechanisms that Exclude Indigenous Knowledges from the IPCC Reports" yang dilakukan oleh peneliti Department of Geography, Indiana University, Amerika Serikat, Julio C. Postigo.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa sistem penyusunan laporan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) masih belum menempatkan pengetahuan masyarakat adat sebagai bagian dari pengetahuan ilmiah yang diakui. 

Akibatnya, berbagai praktik lokal yang sebenarnya memiliki relevansi tinggi dalam menghadapi perubahan iklim belum memperoleh perhatian yang memadai.

Menurut penelitian tersebut, proses penilaian IPCC lebih mengutamakan literatur ilmiah yang telah melalui mekanisme akademik, sementara pengetahuan adat yang diwariskan secara lisan maupun melalui praktik turun-temurun sering kali tidak memenuhi standar tersebut.

Padahal, penggunaan berbagai sistem pengetahuan secara bersamaan dinilai dapat memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi perubahan lingkungan sekaligus meningkatkan efektivitas kebijakan iklim. Hal tersebut mengakibatkan pengetahuan lokal berpotensi menghambat upaya transisi menuju adaptasi dan ketahanan iklim yang lebih inklusif.

Indonesia Memiliki Warisan Pengetahuan Lokal yang Menjaga Hutan

baca juga

Fenomena tersebut juga tercermin di Indonesia. Sebagai negara dengan hutan tropis terbesar ketiga di dunia, Indonesia memiliki ratusan komunitas adat yang selama bertahun-tahun menjaga hutan, sungai, dan kawasan pesisir melalui aturan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. 

Berbagai komunitas adat menerapkan larangan membuka kawasan hutan tertentu, mengatur waktu pemanfaatan hasil hutan, hingga menetapkan wilayah yang harus dilindungi sebagai kawasan sakral. Praktik-praktik tersebut tidak hanya menjaga keseimbangan ekosistem, tetapi juga membantu mempertahankan cadangan karbon yang tersimpan di dalam hutan.

Sejumlah penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa pengelolaan hutan berbasis adat mampu mendukung pelestarian jasa ekosistem, termasuk penyimpanan karbon dan perlindungan keanekaragaman hayati.

Salah satunya adalah penelitian berjudul "Indigenous Dayak Iban Customary Perspective on Sustainable Forest Management, West Kalimantan, Indonesia" yang menemukan bahwa tata kelola hutan berdasarkan hukum adat berkontribusi menjaga fungsi ekologis hutan sekaligus memastikan keberlanjutan sumber daya alam bagi masyarakat setempat.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa pengetahuan lokal tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga menawarkan praktik pengelolaan lingkungan yang relevan untuk menjawab tantangan perubahan iklim saat ini.

Kolaborasi Ilmu Pengetahuan dan Kearifan Lokal Dinilai Semakin Mendesak

Meski memiliki kontribusi besar terhadap pelestarian lingkungan, masyarakat adat masih kerap diposisikan sebagai objek dalam berbagai program konservasi maupun mitigasi perubahan iklim. Tidak sedikit kebijakan yang disusun tanpa melibatkan mereka secara penuh, sehingga berpotensi mengabaikan hak atas wilayah adat sekaligus menghilangkan pengetahuan lokal yang telah teruji selama ratusan tahun.

Julio menilai bahwa pengetahuan masyarakat adat seharusnya tidak dipandang sebagai pengetahuan di luar sains, melainkan sebagai sistem pengetahuan yang dapat melengkapi ilmu pengetahuan modern. Integrasi kedua pendekatan tersebut diyakini mampu menghasilkan kebijakan iklim yang lebih komprehensif, adil, dan efektif.

Penulis: Natasha Suhendra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Generasi Muda Dinilai Punya Peran Strategis Dorong Kebijakan Udara Bersih: Bagaimana Caranya?

Generasi Muda Dinilai Punya Peran Strategis Dorong Kebijakan Udara Bersih: Bagaimana Caranya?

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2026 | 07:14 WIB

Sekretariat DPRD DKI Jakarta Sosialisasi Pilah Sampah

Sekretariat DPRD DKI Jakarta Sosialisasi Pilah Sampah

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:14 WIB

Diduga Tercemar, Sungai Ciujung Berubah Hitam dan Berbau

Diduga Tercemar, Sungai Ciujung Berubah Hitam dan Berbau

Foto | Kamis, 18 Juni 2026 | 08:00 WIB

Terkini

4 Posisi Cermin di Rumah yang Bisa Datangkan Keberuntungan Menurut Feng Shui

4 Posisi Cermin di Rumah yang Bisa Datangkan Keberuntungan Menurut Feng Shui

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:05 WIB

Tips Agar Bedak Tahan Lama Tanpa Pakai Foundation, Ini Rahasia dari Makeup Artist

Tips Agar Bedak Tahan Lama Tanpa Pakai Foundation, Ini Rahasia dari Makeup Artist

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2026 | 07:25 WIB

Generasi Muda Dinilai Punya Peran Strategis Dorong Kebijakan Udara Bersih: Bagaimana Caranya?

Generasi Muda Dinilai Punya Peran Strategis Dorong Kebijakan Udara Bersih: Bagaimana Caranya?

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2026 | 07:14 WIB

Kisah Klabu: Berawal dari Obrolan Dua Ibu, Kini Hidupkan Literasi di Taman Kota Jagakarsa

Kisah Klabu: Berawal dari Obrolan Dua Ibu, Kini Hidupkan Literasi di Taman Kota Jagakarsa

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2026 | 07:08 WIB

5 Zodiak Ini Diprediksi Bakal 'Mandi Uang' di Hari Minggu 21 Juni 2026

5 Zodiak Ini Diprediksi Bakal 'Mandi Uang' di Hari Minggu 21 Juni 2026

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2026 | 06:05 WIB

5 Foundation Stick 'Dupe' Dior yang Bikin Wajah Auto Mulus, Harga Mulai Rp40 Ribuan

5 Foundation Stick 'Dupe' Dior yang Bikin Wajah Auto Mulus, Harga Mulai Rp40 Ribuan

Lifestyle | Sabtu, 20 Juni 2026 | 20:06 WIB

5 Weton Paling Ditakuti Makhluk Halus Menurut Primbon Jawa

5 Weton Paling Ditakuti Makhluk Halus Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Sabtu, 20 Juni 2026 | 20:03 WIB

8 Hal yang Harus Dipersiapkan saat Pemadaman Listrik Bergilir

8 Hal yang Harus Dipersiapkan saat Pemadaman Listrik Bergilir

Lifestyle | Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:54 WIB

Hari Susu Sedunia 2026: Kebiasaan Kecil Minum Susu yang Bisa Berdampak Besar bagi Kesehatan

Hari Susu Sedunia 2026: Kebiasaan Kecil Minum Susu yang Bisa Berdampak Besar bagi Kesehatan

Lifestyle | Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:33 WIB

Keliling Jakarta Tanpa Takut Sinar UV, Menemukan Cerita di Setiap Sudut Kota

Keliling Jakarta Tanpa Takut Sinar UV, Menemukan Cerita di Setiap Sudut Kota

Lifestyle | Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:25 WIB