Serangan Siber Terus Meningkat, Perlindungan Data Pribadi Tak Bisa Lagi Hanya Andalkan Teknologi

Vania Rossa

Jum'at, 07 Agustus 2026 | 12:48 WIB
Serangan Siber Terus Meningkat, Perlindungan Data Pribadi Tak Bisa Lagi Hanya Andalkan Teknologi
Ilustrasi perlindungan data pribadi. [Freepik]
baca 10 detik
  • Badan Siber dan Sandi Negara mencatat ada 609,39 juta serangan siber di Indonesia sepanjang tahun 2024.
  • PT Kredit Utama Fintech Indonesia mengadakan pelatihan keamanan data untuk karyawan guna memperkuat budaya kerja perusahaan.
  • Perusahaan menerapkan enkripsi, standar ISO, serta mematuhi Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 untuk melindungi data pengguna.

Suara.com - Maraknya kasus kebocoran data dan meningkatnya serangan siber membuat perlindungan data pribadi menjadi salah satu tantangan terbesar di era digital. Bukan hanya pemerintah, perusahaan yang mengelola data pelanggan pun dituntut memperkuat sistem keamanan agar informasi pribadi tidak jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab.

Data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menunjukkan, sepanjang 2024 terjadi sekitar 609,39 juta serangan siber di Indonesia. Sektor keuangan, termasuk layanan fintech, menjadi salah satu target utama karena menyimpan data sensitif jutaan pengguna.

Ancaman tersebut juga tidak selalu mudah dideteksi. Laporan IBM Cost of a Data Breach 2025 mencatat organisasi rata-rata membutuhkan waktu hingga 241 hari untuk menemukan dan mengendalikan insiden kebocoran data.

Kondisi ini menunjukkan bahwa keamanan data tidak cukup hanya mengandalkan perangkat lunak atau sistem teknologi yang canggih. Faktor manusia justru menjadi salah satu titik paling menentukan.

Direktur PT Kredit Utama Fintech Indonesia (RupiahCepat), Anna Maria Chosani, mengatakan kepercayaan pengguna hanya dapat dibangun apabila perusahaan mampu menjaga data pribadi secara konsisten.

"Di era layanan keuangan digital, kepercayaan dibangun dari bagaimana perusahaan melindungi data pribadi pengguna. Ketika masyarakat mempercayakan data mereka kepada kami, menjadi tanggung jawab perusahaan untuk memastikan data tersebut dikelola secara aman, bertanggung jawab, dan sesuai standar yang berlaku," ujar Anna dalam keterangannya.

Menurutnya, perlindungan data harus menjadi budaya kerja seluruh karyawan, bukan hanya tanggung jawab divisi teknologi informasi.

Atas dasar itu, perusahaan menggelar pelatihan keamanan informasi dan perlindungan data bagi karyawan agar seluruh tim memahami cara mengenali potensi ancaman siber sekaligus menerapkan prosedur keamanan dalam aktivitas sehari-hari.

Founder sekaligus Senior Consultant PT Aktuator Cipta Cendekia, Anton Dewantoro, menilai pendekatan tersebut menjadi semakin penting di tengah meningkatnya ancaman digital.

baca juga

"Di tengah meningkatnya ancaman siber, organisasi tidak cukup hanya mengandalkan teknologi maupun kepemilikan sertifikasi. Keamanan informasi harus menjadi budaya yang dipahami dan diterapkan oleh seluruh karyawan," katanya.
Selain meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, perusahaan juga menerapkan berbagai lapisan perlindungan, mulai dari electronic Know Your Customer (e-KYC), teknologi enkripsi data, pengaturan hak akses berbasis kewenangan (role-based access control), hingga pemantauan keamanan sistem secara berkala.

Langkah tersebut melengkapi penerapan standar internasional ISO/IEC 27001:2022 untuk Sistem Manajemen Keamanan Informasi. Perusahaan juga tengah mempersiapkan implementasi ISO/IEC 27701:2025, standar internasional yang berfokus pada tata kelola informasi privasi.

Upaya ini sejalan dengan implementasi Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) yang mewajibkan setiap penyelenggara sistem elektronik menjaga keamanan data pengguna.

Bagi masyarakat, perkembangan ini menjadi pengingat bahwa perlindungan data pribadi merupakan tanggung jawab bersama. Di satu sisi, perusahaan harus memastikan sistem keamanan terus diperbarui.

Di sisi lain, pengguna juga perlu lebih waspada dengan tidak membagikan data pribadi sembarangan, menggunakan kata sandi yang kuat, serta mengaktifkan autentikasi berlapis saat mengakses layanan digital.

Di tengah pesatnya transformasi digital, kepercayaan terhadap layanan keuangan tidak lagi hanya ditentukan oleh kemudahan transaksi, tetapi juga oleh seberapa baik penyedia layanan mampu menjaga keamanan data pribadi penggunanya.
 
 
 
 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Misi Mandiri Teknologi, Kepala BRIN Targetkan Indonesia Tak Lagi Bergantung pada Chip Asing

Misi Mandiri Teknologi, Kepala BRIN Targetkan Indonesia Tak Lagi Bergantung pada Chip Asing

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:09 WIB

Rumah Makin Hemat, Modena Hadirkan Eco Series dengan Kompor 200 Watt dan Inverter

Rumah Makin Hemat, Modena Hadirkan Eco Series dengan Kompor 200 Watt dan Inverter

Tekno | Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:46 WIB

Yonyou Network Indonesia Bagikan Pengalaman Lokalisasi ERP di Ajang DTI Series 2026

Yonyou Network Indonesia Bagikan Pengalaman Lokalisasi ERP di Ajang DTI Series 2026

Tekno | Kamis, 06 Agustus 2026 | 14:27 WIB

Terkini

Gaji ASN Mataram Terancam Hanya Sampai Oktober 2026, Sekda Ungkap Penyebabnya

Gaji ASN Mataram Terancam Hanya Sampai Oktober 2026, Sekda Ungkap Penyebabnya

Bali | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 12:45 WIB

TV 98 Inci Rp39 Juta Meluncur! Xiaomi Bawa QD-Mini LED dan Gaming 288Hz

TV 98 Inci Rp39 Juta Meluncur! Xiaomi Bawa QD-Mini LED dan Gaming 288Hz

Tekno | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 12:44 WIB

12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya

12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya

Lifestyle | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 12:40 WIB

Pengemudi Truk Indonesia Siap Berkompetisi di Jepang Usai Juara UD Trucks Extra Mile Challenge 2026

Pengemudi Truk Indonesia Siap Berkompetisi di Jepang Usai Juara UD Trucks Extra Mile Challenge 2026

Otomotif | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 12:39 WIB

Temuan Senjata Api hingga Narkoba di Sekolah Bukti Tata Kelola Pendidikan Bermasalah

Temuan Senjata Api hingga Narkoba di Sekolah Bukti Tata Kelola Pendidikan Bermasalah

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 12:37 WIB

Timnas Indonesia Dikalahkan Singapura? John Herdman Punya Alasan Ini ke Suporter

Timnas Indonesia Dikalahkan Singapura? John Herdman Punya Alasan Ini ke Suporter

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 12:36 WIB

Seksi dan Dinamis! Kiss of Life Unjuk Sisi Tangguh Perempuan di Lagu Sweat

Seksi dan Dinamis! Kiss of Life Unjuk Sisi Tangguh Perempuan di Lagu Sweat

Your Say | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 12:35 WIB

Temui Wamensos, Empat Bupati Siap Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen

Temui Wamensos, Empat Bupati Siap Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 12:31 WIB

Yang Can't Live Alone Dihentikan, Mangaka Cabut Hak Publikasi dari Penerbit

Yang Can't Live Alone Dihentikan, Mangaka Cabut Hak Publikasi dari Penerbit

Your Say | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 12:30 WIB

Ada Nakes Jakarta Diduga Terlibat Kasus Perundungan Pasien BPJS, Tapi Bukan ASN

Ada Nakes Jakarta Diduga Terlibat Kasus Perundungan Pasien BPJS, Tapi Bukan ASN

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 12:26 WIB

×