- EcoSocioTech School menyelenggarakan EST Fun Walk & Run 2026 di Jakarta pada Minggu, 21 Juni 2026 untuk mengedukasi masyarakat.
- Peserta mengikuti aktivitas jalan dan lari sambil memindai kode QR edukatif mengenai lingkungan, sosial, serta pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab.
- Acara ini mendukung transformasi sekolah dan upaya pengurangan sampah plastik melalui kolaborasi antara pihak sekolah, keluarga, dan komunitas.
Suara.com - Isu keberlanjutan atau sustainability kerap dianggap sebagai sesuatu yang besar dan rumit. Padahal, perubahan menuju masa depan yang lebih baik sering kali berawal dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan itulah yang diangkat dalam gelaran EST Fun Walk & Run 2026 bertema Sustainable Future, Sustainable Living yang diselenggarakan EcoSocioTech (EST) School di Jakarta, Minggu (21/6/2026).
Melalui kegiatan yang melibatkan siswa, orang tua, guru, dan staf sekolah ini, sustainability diperkenalkan dengan cara yang dekat dan menyenangkan. Bukan melalui ceramah panjang, melainkan lewat aktivitas berjalan dan berlari bersama yang dipadukan dengan edukasi mengenai lingkungan, sosial, dan teknologi.
Para peserta dapat memilih kategori walk maupun run. Sepanjang rute, mereka akan melewati tiga checkpoint bertema Eco, Socio, dan Tech. Di setiap titik, peserta diminta memindai QR code yang berisi pesan edukatif tentang menjaga lingkungan, membangun kepedulian sosial, serta menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.
Konsep tersebut menunjukkan bahwa membangun kesadaran terhadap isu keberlanjutan bisa dimulai dari langkah-langkah kecil yang mudah diterapkan. Mulai dari memahami dampak perilaku sehari-hari terhadap lingkungan hingga menyadari pentingnya kolaborasi dalam menciptakan perubahan.
Semangat yang sama juga tercermin dalam pengelolaan acara. EST Fun Walk & Run 2026 menggandeng Balikin, layanan yang menyediakan, mengumpulkan, membersihkan, dan menggunakan kembali gelas untuk berbagai kegiatan. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai yang kerap menjadi sumber sampah dalam acara berskala besar.
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu lingkungan, penggunaan barang pakai ulang menjadi salah satu contoh sederhana bagaimana kebiasaan kecil dapat memberikan dampak yang lebih luas jika dilakukan bersama-sama.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari transformasi Sekolah HighScope Indonesia menuju EcoSocioTech (EST) School. Transformasi tersebut merupakan penguatan visi sekolah dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga membentuk generasi yang peduli lingkungan, memiliki kesadaran sosial, dan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak.
Founder dan CEO EcoSocioTech School, Antarina S.F. Amir, mengatakan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari berbagai kolaborasi positif antara sekolah, keluarga, dan komunitas.
"EST Fun Walk & Run 2026 kami harapkan menjadi titik awal bagi berbagai inisiatif yang mempererat kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan komunitas. Bersama-sama, kita dapat membangun lingkungan yang mendukung tumbuhnya generasi yang sehat, berkarakter, peduli terhadap lingkungan, dan siap menghadapi masa depan," ujarnya.
Melalui kegiatan ini, EST School ingin menunjukkan bahwa sustainability bukan sekadar konsep besar yang dibicarakan di forum-forum global. Sustainability dapat dimulai dari kebiasaan kecil seperti berjalan kaki, mengurangi sampah plastik, belajar peduli terhadap sesama, hingga membangun kesadaran untuk menjaga bumi yang akan diwariskan kepada generasi mendatang.