- Pilih jenis pompa self-priming agar tidak perlu memancing pompa air.
- Kebocoran halus pipa hisap memicu masalah memancing pompa air berulang.
- Cek komponen penutup impeller untuk mengatasi kendala memancing pompa air.
Suara.com - Masalah pompa air seringkali bikin bingung pemilik, apalagi kalau sampai mengganggu aktivitas rumah tangga.
Salah satunya, masalah pompa air yang sering dikeluhkan adalah pompa air minta dipancing terus-menerus setiap kali dinyalakan.
Melansir dari kanal YouTube Shimizu Indonesia bersama Ikhwanudin dari kanal Ada Manfaat, ternyata ada beberapa penyebab teknis mengapa air di dalam pipa hisap sering turun dan cara mengatasinya agar tidak perlu repot memancing pompa air.
1. Pastikan Menggunakan Pompa Jenis Self-Priming
Langkah pertama yang harus dipastikan adalah jenis pompa Anda.
Guna penggunaan sumur dangkal atau sebagai pompa hisap, Anda sangat disarankan menggunakan jenis
self-priming.
"Kalian perlu memilih pompa yang jenis self-priming. Apa sih bedanya self-priming sama yang tidak? Dia itu bisa mancing sendiri kawan-kawan, jadi kita nggak perlu mancing-mancing lagi kecuali di awal," terang Ikhwanudin.
Pompa jenis ini memiliki ciri khas adanya chamber (ruangan penampung air) dan check valve bawaan yang berfungsi menjaga agar impeller tetap terendam air meskipun mesin dimatikan.
2. Waspadai Kebocoran Halus di Pipa Hisap
Jika pompa Anda sudah berjenis self-priming tapi masih sering minta dipancing, kemungkinan besar terjadi kebocoran.
Titik paling kritis yang sering terabaikan adalah pipa hisap.
"Kebocoran yang sehalus apapun di pipa hisap, ini bisa membuat air turun sehingga akan menyulitkan proses pemancingan," tegas Ikhwanudin.
Kebocoran sekecil lubang jarum pun bisa membuat udara masuk dan membatalkan daya hisap pompa (masuk angin).
3. Cek Komponen Penutup Impeller dan Mechanical Seal
Selain pipa, kebocoran juga sering terjadi di badan pompa itu sendiri.
Ikhwanudin menyarankan untuk mengecek dua bagian penting:
- Tutup Impeller: Jika pompa sudah berumur, karet seal di penutup impeller mungkin sudah lapuk dan perlu diganti.
- Mechanical Seal: Komponen ini berada di belakang impeller. Jika ada tetesan air di bawah bodi pompa saat mesin menyala, itu tanda mechanical seal Anda bocor dan harus segera diperbaiki.
4. Solusi untuk Bangunan Bertingkat: Pilih Spesifikasi yang Tepat
Dalam video tersebut, Ikhwanudin mendemonstrasikan menggunakan pompa Shimizu PS-226 BIT.
Pompa ini merupakan tipe sumur dangkal non-otomatis yang punya tenaga badak.
Dengan daya output 200 Watt dan total head maksimal mencapai 36 meter, pompa ini sangat ideal untuk bangunan ruko atau rumah bertingkat 3 hingga 4 lantai.
Keunggulannya adalah material bodi yang kokoh dari besi cor, tutup kuningan, serta gulungan motor 100% tembaga yang lebih awet.
Jika Anda menggunakan pompa untuk mengisi tandon (toren), gunakanlah saklar otomatis radar (water level switch).
Dengan begitu, Anda bisa menggunakan pompa non-otomatis yang lebih ekonomis, tapi tetap bisa bekerja secara mandiri tanpa perlu dipancing berulang kali.