Latsarmil itu Apa? Diubah Jadi Latihan Bela Negara dan Manajerial

Ruth Meliana

Selasa, 30 Juni 2026 | 12:13 WIB
Latsarmil itu Apa? Diubah Jadi Latihan Bela Negara dan Manajerial
Peserta latsarmil dari pengelola KDMP dan KNMP mengikuti upacara pembukaan pelatihan diklat di lapangan Dirgantara AAU, Yogyakarta, pada Rabu (17/6/2026). ANTARA/HO-Humas TNI AU
baca 10 detik
  • Kementerian Pertahanan menyelenggarakan Latsarmil bagi warga sipil dan ASN untuk membentuk Komponen Cadangan guna mendukung pertahanan negara.
  • Kasus kematian peserta saat pelatihan memicu evaluasi mendalam serta kritik publik terkait penerapan elemen militer yang terlalu berat.
  • Kemhan mengubah format pelatihan menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial dengan pendekatan yang lebih humanis sejak Juni 2026.

Suara.com - Latsarmil, singkatan dari Latihan Dasar Kemiliteran, merupakan program pelatihan dasar yang diselenggarakan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) untuk membentuk Komponen Cadangan (Komcad) TNI.

Program ini dirancang untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan dasar kemiliteran kepada warga sipil, khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN), calon pegawai negeri, serta kelompok masyarakat lainnya, agar mereka siap mendukung pertahanan negara dalam sistem pertahanan semesta.

Secara historis, Latsarmil telah menjadi bagian penting dalam pembentukan Komcad sejak beberapa tahun terakhir. Peserta diajarkan disiplin militer, teknik dasar pertahanan, ketangguhan fisik, serta nilai-nilai kebangsaan.

Durasi pelatihan biasanya berlangsung beberapa minggu hingga bulan, tergantung gelombang dan matra (Darat, Laut, Udara).

Pada tahun 2026, ribuan ASN dari berbagai kementerian dan lembaga mengikuti Latsarmil Gelombang I di lokasi seperti Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Tujuannya untuk memperkuat ketahanan nasional dengan menciptakan cadangan kekuatan yang terlatih di tengah ancaman yang semakin kompleks.

Manfaat dan Kontroversi Latsarmil

Manfaat Latsarmil sangat dirasakan peserta. Selain membentuk karakter disiplin, kepemimpinan, kerja sama tim, dan semangat bela negara, pelatihan ini juga meningkatkan ketangguhan mental dan fisik.

Bagi ASN, program ini diharapkan membuat mereka lebih tangguh dalam menjalankan tugas birokrasi.

Bagi kelompok lain seperti calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), Latsarmil awalnya dimaksudkan untuk membekali integritas, etos kerja, dan kemampuan bekerja di bawah tekanan agar mampu mengelola koperasi secara profesional dan berkontribusi pada ekonomi kerakyatan.

baca juga

Namun, program ini sempat menuai sorotan publik. Beberapa peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon pengelola koperasi meninggal dunia selama pelatihan.

Kasus ini memicu evaluasi mendalam dari pemerintah dan kritik dari berbagai pihak, termasuk Amnesty International Indonesia, yang menyerukan agar pelatihan lebih humanis dan fokus pada aspek manajerial daripada elemen militer yang berat.

Perubahan Kebijakan: Dari Latsarmil ke Latihan Bela Negara dan Manajerial

Menanggapi masukan dan evaluasi, Kementerian Pertahanan pada akhir Juni 2026 resmi menghentikan penggunaan istilah dan format Latsarmil untuk kelompok calon manajer koperasi.

Program ini diubah menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial. Perubahan ini merupakan tindak lanjut evaluasi bersama untuk menyesuaikan pendekatan agar lebih sesuai dengan kebutuhan peserta sipil.

Menurut Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, terminologi dan pelaksanaan kini diarahkan pada pembekalan bela negara dan manajerial, bukan Latsarmil lagi.

Durasi untuk aspek kedisiplinan dan bela negara direncanakan sekitar 30 hari, dilanjutkan dengan pelatihan manajerial. Fokus bergeser ke pembentukan karakter, kepemimpinan, integritas, kerja sama tim, serta kemampuan manajemen bisnis koperasi yang lebih humanis dan relevan dengan tugas pengelolaan ekonomi desa.

Perubahan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk tetap memperkuat semangat bela negara tanpa mengabaikan keselamatan dan kebutuhan spesifik peserta.

Elemen militer yang terlalu berat dikurangi, sementara nilai-nilai nasionalisme, disiplin, dan profesionalisme tetap dipertahankan melalui pendekatan yang lebih adaptif.

Signifikansi Lebih Luas bagi Pertahanan dan Pembangunan Nasional

Program Komcad melalui Latsarmil (atau bentuk barunya) merupakan wujud nyata Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara. Sistem pertahanan semesta mengharuskan seluruh komponen bangsa ikut serta, bukan hanya TNI sebagai komponen utama.

ASN dan masyarakat sipil yang terlatih akan menjadi kekuatan pendukung yang tangguh menghadapi ancaman hybrid, baik militer maupun non-militer seperti bencana alam, pandemi, atau konflik ekonomi.

Bagi program Koperasi Desa Merah Putih, pembekalan baru ini diharapkan melahirkan manajer yang tidak hanya mahir mengelola usaha, tetapi juga memiliki jiwa nasionalis yang kuat. Mereka akan menjadi agen pembangunan di tingkat desa yang mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan sekaligus menjaga persatuan bangsa.

Di masa depan, Kemhan menargetkan pembentukan ribuan Komcad setiap tahun. Perubahan format pelatihan ini bisa menjadi model bagi program serupa, menyeimbangkan antara ketangguhan pertahanan dan kesejahteraan masyarakat.

Dengan pendekatan yang lebih inklusif, diharapkan partisipasi masyarakat semakin tinggi tanpa mengorbankan nyawa atau kenyamanan peserta.

Latsarmil, atau sekarang Latihan Bela Negara dan Manajerial, bukan sekadar pelatihan fisik. Ia adalah investasi sumber daya manusia Indonesia untuk masa depan yang lebih aman, mandiri, dan sejahtera. Melalui program ini, semangat gotong royong dan bela negara terus hidup di tengah dinamika zaman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gerindra Minta Evaluasi Total Latsarmil, Tapi KDMP dan KNMP Harus Tetap Jalan

Gerindra Minta Evaluasi Total Latsarmil, Tapi KDMP dan KNMP Harus Tetap Jalan

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 10:33 WIB

Kemhan Setop Latsarmil SPPI! Latihan Fisik Dikurangi dan Menembak Dihapus Usai 5 Peserta Tewas

Kemhan Setop Latsarmil SPPI! Latihan Fisik Dikurangi dan Menembak Dihapus Usai 5 Peserta Tewas

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:39 WIB

TB Hasanuddin Sebut Biaya Latsarmil KDMP Rp30 Juta per Orang, Total Hampir Rp1 Triliun

TB Hasanuddin Sebut Biaya Latsarmil KDMP Rp30 Juta per Orang, Total Hampir Rp1 Triliun

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 08:09 WIB

Terkini

Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim

Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:51 WIB

Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial

Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:42 WIB

1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?

1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:41 WIB

Luruskan Pidato Prabowo, Mendikdasmen Jelaskan Soal Bahasa Asing Wajib Sejak SD

Luruskan Pidato Prabowo, Mendikdasmen Jelaskan Soal Bahasa Asing Wajib Sejak SD

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Fantastis! Tijjani Reijnders Bakal Kantongi Lebih dari Rp1,5 Triliun di Arab Saudi

Fantastis! Tijjani Reijnders Bakal Kantongi Lebih dari Rp1,5 Triliun di Arab Saudi

Bola | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Menkes Pastikan Iuran BPJS Kesehatan Tak Naik Meski Ada Defisit

Menkes Pastikan Iuran BPJS Kesehatan Tak Naik Meski Ada Defisit

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:34 WIB

Pemkab Bogor Bebaskan Denda PBB-P2 Selama 8 Hari, Cukup Bayar Pokoknya Saja

Pemkab Bogor Bebaskan Denda PBB-P2 Selama 8 Hari, Cukup Bayar Pokoknya Saja

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:32 WIB

Bareskrim Tetapkan Enam Tersangka Kasus Dugaan Pemalsuan Akta PT Alam Raya Abadi, Satu Masuk DPO

Bareskrim Tetapkan Enam Tersangka Kasus Dugaan Pemalsuan Akta PT Alam Raya Abadi, Satu Masuk DPO

Jakarta | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:28 WIB

Gedung Koperasi Desa Merah Putih di Gunung Akan Ditertibkan

Gedung Koperasi Desa Merah Putih di Gunung Akan Ditertibkan

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:27 WIB

Kabut Asap Karhutla: Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Menghirupnya?

Kabut Asap Karhutla: Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Menghirupnya?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:26 WIB

×