Tak Sekadar Tekan Emisi: Bagaimana Brand F&B Ini Kurangi Limbah Industri?

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 01 Juli 2026 | 16:44 WIB
Tak Sekadar Tekan Emisi: Bagaimana Brand F&B Ini Kurangi Limbah Industri?
Mengurangi Limbah Saja Tidak Cukup. Bagaimana Industri F&B Mulai Menekan Emisi? (Pexels/Cottonbro Studi)
baca 10 detik
  • Kopi Kenangan mengalihkan lebih dari 50 ton limbah operasional dari tempat pembuangan akhir sepanjang tahun 2025 melalui program daur ulang.
  • Perusahaan berhasil menekan emisi karbon sebesar 81.672 kilogram COe dengan mengoptimalkan transportasi serta efisiensi energi di seluruh gerai.
  • Kopi Kenangan mendukung praktik pertanian berkelanjutan melalui pelatihan bagi 50 petani kopi serta bantuan infrastruktur di Kintamani, Bali.

Suara.com - Industri makanan dan minuman (F&B) menjadi salah satu sektor yang menghasilkan limbah cukup besar, mulai dari kemasan plastik, minyak jelantah, hingga ampas kopi.

Di tengah meningkatnya tekanan untuk menekan emisi karbon, sejumlah pelaku usaha mulai menerapkan pendekatan ekonomi sirkular agar limbah tidak lagi berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

Sepanjang 2025, Kopi Kenangan melaporkan berhasil mengalihkan lebih dari 50 ton limbah operasional dari TPA melalui berbagai program daur ulang dan pemanfaatan kembali material.

Dalam Laporan 'Dampak ESG Kopi Kenangan Menciptakan Dampak Melalui Secangkir Kopi', limbah yang dikelola terdiri dari 43.456 kilogram minyak jelantah (used cooking oil/UCO), 4.175 kilogram ampas kopi, 2.511 kilogram plastik, dan 228 kilogram kantong spunbond.

Material tersebut dimanfaatkan kembali melalui berbagai skema ekonomi sirkular sehingga tidak langsung menjadi sampah.

Selain mengurangi timbulan limbah, perusahaan juga mulai melakukan dekarbonisasi operasional. Berbagai langkah dilakukan, mulai dari penggunaan kendaraan listrik untuk operasional, penerapan sistem kerja hibrida, hingga pemberian insentif bagi karyawan yang menggunakan transportasi umum.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, perusahaan mengklaim berhasil menekan emisi karbon hingga 81.672 kilogram CO ekuivalen (COe) sepanjang 2025.

Di sisi lain, konsumsi energi masih menjadi tantangan utama. Dengan lebih dari 1.100 gerai yang beroperasi, sebagian besar kebutuhan energi berasal dari penggunaan listrik serta bahan bakar kendaraan operasional.

Karena itu, pencatatan konsumsi energi dilakukan sebagai dasar untuk meningkatkan efisiensi penggunaan listrik di setiap gerai.

baca juga

Upaya lain juga dilakukan dari sisi rantai pasok. Perusahaan menyebut seluruh bahan baku utama kini diperoleh dari pemasok dalam negeri serta mulai menggunakan kemasan berbahan recycled PET (rPET) sebagai bagian dari transisi menuju kemasan yang lebih ramah lingkungan.

Konsep tersebut juga diterapkan pada Green Concept Store pertama yang mengusung empat prinsip utama, yakni pengurangan limbah, penggunaan furnitur berbahan daur ulang, efisiensi energi, serta peningkatan daya resap air di kawasan gerai.

Namun, berbagai upaya tersebut masih menjadi bagian awal dari proses dekarbonisasi. Pada 2025, perusahaan mencatat jejak karbon operasional untuk emisi Scope 1 dan Scope 2 mencapai sekitar 38,8 juta kilogram COe, sehingga reduksi emisi yang telah dicapai masih merupakan sebagian kecil dari total emisi operasional.

Selain aspek lingkungan, perusahaan juga menjalin kemitraan dengan Universitas Udayana dan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Kopi Kintamani Bali untuk mendukung praktik pertanian berkelanjutan melalui pelatihan bagi 50 petani kopi, program inkubasi bisnis bagi 14 anak petani, serta bantuan infrastruktur.

Menurut Head of Legal & Corporate Affairs Kopi Kenangan, Inneke Lestari, pertumbuhan bisnis perlu berjalan beriringan dengan upaya mengurangi dampak lingkungan dan memperkuat rantai pasok yang lebih berkelanjutan.

"Kami percaya bahwa pertumbuhan yang berkelanjutan bukan hanya tentang memperluas bisnis, tetapi juga menciptakan nilai bagi pelanggan, mitra usaha, karyawan, dan lingkungan," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Hanya Jadi Sumber Air Bersih, Bagaimana Air Tanah Bantu Ekosistem Laut Simpan Karbon?

Tak Hanya Jadi Sumber Air Bersih, Bagaimana Air Tanah Bantu Ekosistem Laut Simpan Karbon?

Lifestyle | Rabu, 01 Juli 2026 | 14:38 WIB

Industri Fashion Terus Memproduksi Sampah, Bisakah Upcycling Jadi Jalan Keluar?

Industri Fashion Terus Memproduksi Sampah, Bisakah Upcycling Jadi Jalan Keluar?

Lifestyle | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:34 WIB

Penelitian Ungkap Mikroplastik Kini Ditemukan di Awan, Berpotensi Pengaruhi Iklim

Penelitian Ungkap Mikroplastik Kini Ditemukan di Awan, Berpotensi Pengaruhi Iklim

Your Say | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:21 WIB

Terkini

Tim SAR dan K-9 Dikerahkan Bantu Pencarian Korban Gempa NTT

Tim SAR dan K-9 Dikerahkan Bantu Pencarian Korban Gempa NTT

Bali | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:48 WIB

Gempa M 7,7 Guncang NTT, BNPB Minta 6 Kabupaten Segera Tetapkan Status Darurat

Gempa M 7,7 Guncang NTT, BNPB Minta 6 Kabupaten Segera Tetapkan Status Darurat

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:46 WIB

Pergeseran Tragedi dalam Novel Mary Shelley dan Film Frankenstein (2025)

Pergeseran Tragedi dalam Novel Mary Shelley dan Film Frankenstein (2025)

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:45 WIB

1.725 Paket Sembako Disiapkan untuk Masyarakat Terdampak Bencana di NTT

1.725 Paket Sembako Disiapkan untuk Masyarakat Terdampak Bencana di NTT

Sumut | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:42 WIB

9 Rekomendasi Facial Wash untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas

9 Rekomendasi Facial Wash untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:35 WIB

Bobby Nasution Tegur Pejabat Pematangsiantar Pakai Mobil Dinas di Hari Libur

Bobby Nasution Tegur Pejabat Pematangsiantar Pakai Mobil Dinas di Hari Libur

Sumut | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:33 WIB

5 Rekomendasi Day Cream Lokal dengan SPF untuk Melindungi Kulit Wajah

5 Rekomendasi Day Cream Lokal dengan SPF untuk Melindungi Kulit Wajah

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:30 WIB

BRI Peduli Tanggap Bencana Gerak Cepat Bantu Warga Terdampak Gempa Bumi Flores

BRI Peduli Tanggap Bencana Gerak Cepat Bantu Warga Terdampak Gempa Bumi Flores

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:28 WIB

Pemprov NTT Tetapkan Status Tanggap Darurat Gempa Selama 14 Hari

Pemprov NTT Tetapkan Status Tanggap Darurat Gempa Selama 14 Hari

Bali | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:22 WIB

Ambulans Udara hingga Dokter Terbang: Salah Kaprah Pemerintah Sikapi Masalah

Ambulans Udara hingga Dokter Terbang: Salah Kaprah Pemerintah Sikapi Masalah

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:20 WIB

×