Lari Jadi Gaya Hidup, Busana Syar'i Tak Halangi Perempuan Aktif Berolahraga

Dinda Rachmawati

Kamis, 02 Juli 2026 | 16:09 WIB
Lari Jadi Gaya Hidup, Busana Syar'i Tak Halangi Perempuan Aktif Berolahraga
Lari Jadi Gaya Hidup, Busana Syar'i Tak Halangi Perempuan Aktif Berolahraga (Dok. Istimewa)
baca 10 detik
  • Gelaran Running Fest di Masjid Al Ikhlas PIK menyediakan ruang olahraga inklusif bagi seluruh perempuan tanpa memandang latar belakang.
  • Peserta mengenakan busana syar'i dapat berlari dengan nyaman menggunakan pakaian berbahan jersey yang ringan dan menyerap keringat.
  • Kegiatan tersebut berhasil menciptakan suasana kebersamaan yang mendukung gaya hidup sehat bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Suara.com - Lari kini bukan lagi sekadar olahraga, melainkan telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Dari anak muda hingga orang tua, dari komunitas kecil hingga ajang lari berskala besar, semakin banyak orang menjadikan aktivitas ini sebagai cara untuk menjaga kesehatan sekaligus membangun relasi sosial.

Tren tersebut juga menunjukkan bahwa olahraga lari semakin inklusif. Tidak ada batasan usia, profesi, maupun cara berpakaian untuk bisa ikut merasakan manfaatnya. Bahkan bagi perempuan yang mengenakan busana syar'i, lari tetap dapat dilakukan dengan nyaman dan menyenangkan.

Semangat itulah yang terlihat dalam gelaran Running Fest di Masjid Al Ikhlas PIK. Acara ini menghadirkan ruang bagi seluruh perempuan untuk berolahraga bersama, termasuk mereka yang mengenakan pakaian syar'i.

Salah satu peserta, Lisa, pelari hijab asal Ciledug, menilai kegiatan seperti Running Fest menjadi bukti bahwa olahraga lari dapat dinikmati oleh siapa saja tanpa terkecuali.

“Menurut aku sih ini bagus banget ya kak. Karena lari itu bukan hanya untuk beberapa kalangan tertentu. Yang syari-syari itu bisa ikutan,” ujar Lisa.

Menurutnya, masih ada anggapan di masyarakat bahwa mengenakan pakaian tertutup saat berolahraga akan membuat tubuh terasa lebih panas dan tidak nyaman. Padahal, kenyamanan saat berlari bukan ditentukan oleh model pakaian, melainkan oleh pemilihan bahan yang tepat.

“Kalau lari kan sebenarnya nggak panas ya. Syari itu bukan tentang panas tidaknya sih,” katanya.

Bagi Lisa, kunci utama agar tetap nyaman berlari dengan pakaian syar'i adalah memilih material yang ringan dan mampu menyerap keringat. Ia sendiri memilih pakaian berbahan jersey atau bahan olahraga lain yang dirancang khusus untuk aktivitas fisik.

“Untuk kainnya sendiri ada khusus nggak? Aku pakai yang jersey atau bisa yang pakai irisan gitu boleh,” tuturnya.

baca juga

Begitu pula untuk hijab yang digunakan. Menurut Lisa, saat ini sudah banyak pilihan hijab olahraga yang nyaman dipakai untuk berlari, mulai dari bahan jersey hingga hijab khusus sport.

“Kerudungnya pakai yang khusus jersey atau yang running sport juga boleh,” ucapnya.

Ia menambahkan, bahan yang menyerap keringat akan membantu tubuh tetap terasa sejuk dan membuat pelari lebih mudah menjaga ritme hingga mencapai garis finis.

“Jersey itu lebih dingin kalau aku ya. Tapi jerseynya jersey yang ini juga yang memang nyerap juga,” jelasnya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa perkembangan gaya hidup sehat di Indonesia semakin inklusif. Komunitas lari kini tidak lagi identik dengan kelompok tertentu, melainkan menjadi ruang bersama yang terbuka bagi siapa saja yang ingin bergerak dan hidup lebih sehat.

Hal senada juga dirasakan peserta nonmuslim, Joanne Susanti. Menurutnya, Running Fest menghadirkan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.

“Saya senang bisa ikut karena acaranya terasa inklusif. Semua peserta bisa berolahraga bersama tanpa merasa dibedakan,” ujarnya.

Bagi Joanne, nilai utama dari acara tersebut bukan hanya tentang berlari, tetapi juga tentang semangat saling mendukung di antara para peserta.

“Yang saya rasakan, semua orang saling mendukung dan menikmati acara bersama. Itu sangat positif,” katanya.

Lebih dari sekadar olahraga, lari telah berkembang menjadi ruang kebersamaan yang menghapus berbagai batas, termasuk soal cara berpakaian. 

Semangat para peserta di Running Fest menunjukkan bahwa perempuan dengan busana syar'i pun bisa berlari dengan nyaman, percaya diri, dan menjadi bagian dari tren hidup sehat yang kini semakin diminati masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mandiri Jogja Marathon 2026: AQUA Hadirkan Hidrasi dengan Sentuhan Budaya

Mandiri Jogja Marathon 2026: AQUA Hadirkan Hidrasi dengan Sentuhan Budaya

Sport | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:55 WIB

5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan

5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan

Lifestyle | Kamis, 02 Juli 2026 | 07:05 WIB

Apa Ciri Sepatu Running? Panduan Lengkap Memilih Sepatu Lari yang Tepat

Apa Ciri Sepatu Running? Panduan Lengkap Memilih Sepatu Lari yang Tepat

Lifestyle | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:20 WIB

Terkini

Bantu Korban Gempa NTT, Pemprov Jateng Terjunkan 16 Personel dan Ribuan Paket Logistik

Bantu Korban Gempa NTT, Pemprov Jateng Terjunkan 16 Personel dan Ribuan Paket Logistik

Jawa Tengah | Senin, 17 Agustus 2026 | 10:30 WIB

Bukan Ansos! Mahasiswa dengan Perekonomian Tipis Cuma Kalah Koneksi

Bukan Ansos! Mahasiswa dengan Perekonomian Tipis Cuma Kalah Koneksi

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 10:30 WIB

Daftar Promo Alfamart 17 Agustus: Mi Instan hingga Minyak Goreng 2 Liter Turun Harga

Daftar Promo Alfamart 17 Agustus: Mi Instan hingga Minyak Goreng 2 Liter Turun Harga

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 10:29 WIB

NASA Temukan Lubang Hitam Raksasa Pengembara Mangsa Bintang

NASA Temukan Lubang Hitam Raksasa Pengembara Mangsa Bintang

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 10:28 WIB

Jangan Borong Dulu, Harga Emas Antam Naik di HUT RI Jadi Rp2.667.000/Gram

Jangan Borong Dulu, Harga Emas Antam Naik di HUT RI Jadi Rp2.667.000/Gram

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 10:26 WIB

Semangat Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Jakarta, Harus Menjangkau Wilayah Konflik

Semangat Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Jakarta, Harus Menjangkau Wilayah Konflik

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 10:25 WIB

Bukan Sekadar Upacara, Megawati Sampaikan Pesan Khusus untuk Warga NTT yang Dilanda Gempa

Bukan Sekadar Upacara, Megawati Sampaikan Pesan Khusus untuk Warga NTT yang Dilanda Gempa

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 10:25 WIB

Muak! Fabio Quartararo Tak Nikmati Balapan di Musim Terakhir Bersama Yamaha

Muak! Fabio Quartararo Tak Nikmati Balapan di Musim Terakhir Bersama Yamaha

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 10:25 WIB

Fakta Pahit: Belanda Akui Kemerdekaan Indonesia tapi Ogah Kembalikan Utang Rp500 T

Fakta Pahit: Belanda Akui Kemerdekaan Indonesia tapi Ogah Kembalikan Utang Rp500 T

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 10:20 WIB

Harga Emas Hari Ini di Butik Antam dan Pegadaian, 17 Agustus Kompak Menguat!

Harga Emas Hari Ini di Butik Antam dan Pegadaian, 17 Agustus Kompak Menguat!

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 10:19 WIB

×