Perempuan Desa Tak Lagi di Balik Layar, Kini Bisa Jadi Penggerak Ekonomi

Vania Rossa

Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:42 WIB
Perempuan Desa Tak Lagi di Balik Layar, Kini Bisa Jadi Penggerak Ekonomi
Dewan Pembina ABPEDNAS sekaligus Bendahara Umum Srikandi Jaga Desa, Maya Miranda Ambarsari. (dok. ist)
baca 10 detik
  • Srikandi Jaga Desa mengadakan Munas di Jakarta pada 2 Juli 2026 untuk mengonsolidasikan peran perempuan dalam pembangunan desa.
  • Organisasi ini bertujuan memperkuat kepemimpinan perempuan, ketahanan keluarga, dan pemberdayaan ekonomi melalui pengembangan UMKM di tingkat akar rumput.
  • Srikandi Jaga Desa hadir sebagai mitra pemerintah untuk memastikan tata kelola pembangunan desa yang transparan serta berkelanjutan.

Suara.com - Perempuan desa dinilai memiliki peran yang semakin penting, bukan hanya sebagai penjaga ketahanan keluarga, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi dan pembangunan di tingkat akar rumput.

Hal itu disampaikan Dewan Pembina Srikandi Jaga Desa, Sherly Tjoanda Laos, menjelang pelantikan nasional organisasi tersebut di Jakarta. Dalam pesannya kepada para pengurus, Sherly mendorong perempuan desa untuk berani mengambil peran kepemimpinan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

Menurut Sherly, kekuatan desa berawal dari keluarga yang tangguh. Karena itu, perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun ketahanan sosial sekaligus menciptakan peluang ekonomi melalui usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Kemandirian ekonomi dan ketahanan mental generasi muda bermula dari kekuatan di dalam keluarga. Oleh karena itu, Srikandi Jaga Desa harus berani mengambil panggung kepemimpinan, menggerakkan roda ekonomi melalui UMKM, sekaligus menjadi tameng pelindung bagi anak-anak kita. Perempuan yang berdaya secara ekonomi otomatis akan memiliki suara yang lebih lantang dalam menentukan masa depan desanya," ujar Sherly dalam pesannya.

Pesan tersebut menjadi salah satu semangat yang mengiringi penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) perdana Srikandi Jaga Desa yang digelar di Jakarta, Kamis (2/7/2026). Forum ini menjadi ajang konsolidasi pengurus sebelum pelantikan resmi organisasi sehari kemudian.

Ketua Umum DPP Srikandi Jaga Desa, Ella Nurlaela Tubagoes, mengatakan organisasi ini dibentuk untuk memperkuat partisipasi perempuan dalam pembangunan desa secara lebih terstruktur.

Menurutnya, perempuan memiliki kontribusi besar di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi keluarga, hingga pemberdayaan masyarakat. Karena itu, diperlukan wadah yang mampu mengoptimalkan potensi tersebut.

"Srikandi Jaga Desa akan menjadi mitra pemerintah desa, BPD, dan masyarakat dalam mengawal pembangunan yang transparan, mendorong pemberdayaan UMKM, ketahanan pangan, peningkatan kualitas SDM, perlindungan perempuan dan anak, serta penguatan ekonomi keluarga," kata Ella.

Pentingnya peran ekonomi perempuan juga didukung oleh data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024. Sebanyak 64,5 persen pelaku UMKM di Indonesia merupakan perempuan, atau sekitar 37 juta orang, dengan kontribusi terhadap sekitar 61 persen Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

baca juga

Dewan Pembina ABPEDNAS sekaligus Bendahara Umum Srikandi Jaga Desa, Maya Miranda Ambarsari, menilai perempuan kini tidak lagi hanya menjadi pelengkap pembangunan, tetapi juga aktor utama yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa.

Menurutnya, pemberdayaan perempuan perlu diperkuat melalui akses terhadap jejaring usaha, pendampingan, hingga peningkatan kapasitas kewirausahaan agar potensi ekonomi lokal dapat berkembang secara berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas ABPEDNAS Prof. Dr. Reda Manthovani menilai keterlibatan perempuan juga penting dalam memperkuat pengawasan pembangunan desa sehingga tata kelola pemerintahan menjadi lebih transparan dan berpihak kepada masyarakat.

Senada, Ketua Umum DPP ABPEDNAS Indra Utama mengatakan pembangunan desa tidak dapat dipisahkan dari kontribusi perempuan. Menurutnya, kehadiran Srikandi Jaga Desa diharapkan mampu memperkuat fondasi sosial sekaligus meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat desa.

Melalui konsolidasi tersebut, Srikandi Jaga Desa menegaskan komitmennya untuk mendorong lahirnya lebih banyak perempuan pemimpin di desa, memperkuat ekonomi berbasis UMKM, serta meningkatkan perlindungan terhadap keluarga dan generasi muda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai Minta Maaf, Om Zein Diminta Komnas Perempuan Perbaiki Cara Pandang soal Perempuan

Usai Minta Maaf, Om Zein Diminta Komnas Perempuan Perbaiki Cara Pandang soal Perempuan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:40 WIB

Komnas Perempuan Nilai Lirik Lagu Om Zein Seksis, Disebut Merendahkan Martabat Perempuan

Komnas Perempuan Nilai Lirik Lagu Om Zein Seksis, Disebut Merendahkan Martabat Perempuan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:02 WIB

Review Film Enola Holmes: Pemberontakan Perempuan di Tengah Norma Sosial

Review Film Enola Holmes: Pemberontakan Perempuan di Tengah Norma Sosial

Your Say | Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:00 WIB

Terkini

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×