- Kelenteng Tian Fu Gong merayakan Hari Kebesaran Maha Dewa Thay Shang Lao Jun melalui pertunjukan seni Bian Lian Sichuan.
- Umat dari berbagai tempat ibadah di Jabodetabek membagikan Lontong Wu Fu sebagai simbol harapan serta lima kebahagiaan bersama.
- Para relawan bergotong royong menyiapkan hidangan dan menyelenggarakan acara untuk mempererat kerukunan antarumat melalui kegiatan sosial yang penuh ketulusan.
Mereka membagikan makanan, mengatur antrean, dan memastikan seluruh umat dapat menikmati hidangan dengan tertib.
Hal senada disampaikan Shintawati yang turut membawa dua jenis sayur. Ia menyebut keterlibatannya sebagai bentuk bakti sosial yang dilakukan dengan ketulusan.
“Bawa dua macam sayur dan dengan niat yang tulus untuk baksos dengan umat,” ujarnya.
Abuy dari Taokwan Thay Phing King menambahkan, proses memasak tidak hanya soal rasa, tetapi juga niat. “Saya masaknya dari hati sehingga yang makan bisa senang dan puas,” tuturnya.
Perayaan ini tidak hanya menjadi ritual spiritual, tetapi juga ruang kebersamaan. Umat berbagi makanan, waktu, dan kebahagiaan tanpa sekat.
Rangkaian kegiatan turut dimeriahkan dengan pembagian angpao dan doorprize.
Pengunjung tampak antusias mengikuti undian, sementara sebagian lainnya memilih menikmati suasana kelenteng lebih lama.
Darren, salah satu pengunjung, mengaku terkesan dapat menyaksikan tradisi Tao secara langsung.
“Senang bisa makan dan melihat 12 dewa dewi yang ada di sini,” katanya.
Perayaan Hari Kebesaran Maha Dewa Thay Shang Lao Jun menunjukkan bahwa spiritualitas dapat hadir dalam suasana hangat dan meriah.
Doa, seni, dan kebersamaan menyatu, meninggalkan pesan tentang pentingnya berbagi dan keseimbangan hidup.