- Posisi rumah tusuk sate di Indonesia dianggap membawa energi negatif.
- Energi yang terlalu kuat dari jalan lurus dapat bersifat destruktif bagi penghuni rumah.
- Pemilik dapat menetralkan energi tersebut melalui sejumlah pendekatan.
Suara.com - Di Indonesia, memiliki rumah di posisi "tusuk sate" atau berada tepat di ujung jalan yang lurus (persimpangan T), sering kali dianggap membawa nasib buruk.
Mulai dari mitos penghuni yang mudah sakit, pertengkaran rumah tangga, hingga rezeki yang seret.
Dalam ilmu Feng Shui, posisi ini memang dianggap menantang. Hal ini disebabkan oleh aliran energi yang bergerak terlalu cepat dan kuat menuju rumah, yang dikenal dengan istilah Sha Chi atau energi "panah beracun".
Namun, Anda tidak perlu buru-buru menjual rumah. Feng Shui menawarkan berbagai cara untuk menyeimbangkan kembali aliran energi tersebut.
Melansir dari laman The Spruce, pakar Feng Shui bersertifikat, Anjie Cho, menjelaskan analogi energi pada rumah tusuk sate.
Ia menjelaskan bahwa bila rumah berada di ujung jalan yang lurus, maka semua energi (Chi) dari jalan tersebut meluncur cepat ke arah rumah tersebut, seperti air yang mengalir deras dari selang pemadam kebakaran.
"Jika energi ini terlalu kuat, ia bisa menjadi destruktif alih-alih memberi nutrisi bagi penghuninya," jelasnya.
Berikut adalah 5 cara efektif untuk memblokir atau menetralisir energi negatif pada rumah tusuk sate menurut prinsip Feng Shui.
1. Gunakan Cermin Bagua di Atas Pintu Utama
Ini adalah solusi klasik dalam Feng Shui. Cermin Bagua atau cermin berbentuk oktagon dengan simbol trigram dipercaya dapat memantulkan kembali energi Sha Chi yang datang dari arah jalan.
Pastikan cermin ini dipasang di luar rumah, tepat di atas bingkai pintu utama atau menghadap langsung ke arah jalan. Jangan pernah memasang cermin Bagua di dalam ruangan.
2. Bangun Pembatas Alami dengan Tanaman
Jika lahan depan rumah mencukupi, menanam tanaman pagar atau deretan pohon yang rimbun adalah cara terbaik untuk "menyaring" energi yang datang terlalu cepat.
Tanaman berfungsi sebagai pelindung fisik sekaligus energik. Pilihlah tanaman yang memiliki daun tebal dan tinggi untuk menciptakan penghalang visual yang kokoh antara jalan dan pintu masuk rumah.
3. Pindahkan Posisi Pintu Utama
Jika Anda sedang melakukan renovasi, pertimbangkan untuk memindahkan letak pintu utama agar tidak berhadapan langsung dengan jalan.
Dengan menggeser posisi pintu ke samping, energi dari jalan tidak akan langsung "menabrak" masuk ke dalam rumah. Jika pintu tidak bisa dipindah, Anda bisa memasang partisi atau layar (screen) di dalam area foyer (ruang transisi) untuk membelokkan arah energi.
4. Tambahkan Unsur Air di Halaman Depan
Air terjun buatan atau air mancur kecil di halaman depan tidak hanya mempercantik hunian, tetapi juga berfungsi sebagai penetralisir.
Gerakan air yang melingkar atau mengalir lembut dapat membantu memecah aliran energi Sha Chi yang kaku dan lurus dari jalan raya, mengubahnya menjadi energi yang lebih lembut dan harmonis sebelum menyentuh
dinding rumah.
5. Gunakan Warna Cerah dan Pencahayaan yang Kuat
Rumah tusuk sate membutuhkan perlindungan visual agar tidak terasa "terancam". Gunakan warna cat yang cerah pada fasad rumah dan pastikan area depan rumah terang benderang di malam hari.
Cahaya yang terang dan warna yang segar membantu meningkatkan energi positif (Sheng Chi) di sekitar area tersebut, sekaligus memberikan rasa aman bagi penghuninya secara psikologis.
Posisi rumah tusuk sate sebenarnya tidak selalu buruk jika Anda tahu cara mengolah alirannya. Dengan menerapkan beberapa tips Feng Shui di atas, Anda bisa mengubah energi yang tadinya "merusak" menjadi pelindung bagi hunian Anda.