- L'Oréal Groupe dan Shopee menyelenggarakan House of Beauty Hyper Brand Day pada 29 Juni hingga 3 Juli 2026.
- L'Oréal mengedepankan riset sains dan teknologi untuk menjamin keamanan serta efektivitas produk kecantikan bagi seluruh konsumen global.
- Perusahaan meluncurkan inovasi Melasyl untuk mengatasi hiperpigmentasi dan teknologi filter UV Mexoryl 400 guna melindungi kulit dari paparan sinar matahari.
Suara.com - Di tengah pesatnya tren skincare dan makeup, konsumen kini tak lagi hanya mencari produk yang viral, tetapi juga ingin mengetahui riset dan teknologi yang ada di balik setiap formulanya. Hal inilah yang menjadi sorotan dalam gelaran House of Beauty Hyper Brand Day yang telah digelar L'Oréal Groupe bersama Shopee.
Lewat festival kecantikan tersebut, L'Oréal tak hanya menghadirkan promo dan peluncuran produk baru, tetapi juga memperlihatkan bagaimana sains menjadi fondasi utama di balik inovasi kecantikannya.
Head of Research & Innovation L'Oréal Indonesia, Akash Tiwari, menjelaskan bahwa selama lebih dari 117 tahun perusahaan terus mengembangkan penelitian untuk memahami karakteristik kulit, rambut, serta kebutuhan konsumen yang terus berubah.
Menurutnya, pendekatan berbasis sains memungkinkan L'Oréal menghadirkan solusi kecantikan yang efektif, aman, sekaligus relevan bagi berbagai generasi.
Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui proses penelitian yang panjang. Sebelum dipasarkan, setiap produk harus melalui berbagai tahapan evaluasi untuk memastikan keamanan, kualitas, hingga performanya.
Secara global, L'Oréal telah menggunakan teknologi EPISKIN sejak 1979, yakni rekonstruksi kulit manusia yang dikembangkan di laboratorium sebagai metode evaluasi produk yang lebih akurat dan etis. Perusahaan juga melakukan puluhan ribu pengujian keamanan dan stabilitas produk setiap tahunnya.
Di Indonesia, komitmen itu diperkuat melalui Evaluation Intelligence Center yang telah beroperasi sejak 2012. Pusat riset tersebut menjadi bagian dari jaringan Research & Innovation global L'Oréal untuk mempelajari karakteristik kulit, rambut, serta preferensi konsumen Indonesia sehingga produk yang dikembangkan semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, L'Oréal juga memperkenalkan dua inovasi hasil penelitian jangka panjang, yakni Melasyl™ dan Mexoryl 400.
Akash menjelaskan, Melasyl merupakan molekul yang dikembangkan selama hampir 20 tahun melalui penyaringan lebih dari 100 ribu kandidat molekul. Teknologi ini dirancang untuk membantu mengatasi hiperpigmentasi dengan mengelola kelebihan produksi melanin tanpa mengganggu fungsi alami pigmen tersebut pada kulit.
Teknologi tersebut kini diterapkan pada L'Oréal Paris Glycolic Bright Anti Dark Spot Brightening Serum, yang ditujukan untuk membantu menyamarkan noda hitam sekaligus meratakan warna kulit.
Selain pigmentasi, perlindungan dari sinar matahari juga menjadi fokus penelitian perusahaan. Untuk menjawab tantangan paparan sinar matahari di negara tropis seperti Indonesia, L'Oréal mengembangkan Mexoryl 400, teknologi filter UV yang mampu membantu melindungi kulit dari paparan ultra-long UVA, salah satu spektrum sinar ultraviolet yang berkaitan dengan pigmentasi dan penuaan dini.
Teknologi tersebut kini digunakan dalam rangkaian La Roche-Posay Anthelios UVMune 400.
Seluruh inovasi itu turut diperkenalkan dalam House of Beauty Hyper Brand Day yang telah berlangsung pada 29 Juni hingga 3 Juli 2026. Festival yang menjadi kolaborasi L'Oréal Groupe dan Shopee tersebut menghadirkan 13 brand kecantikan dalam satu platform, lengkap dengan promo, peluncuran lima produk eksklusif, serta pengalaman belanja digital yang lebih interaktif.
Melalui gelaran tersebut, L'Oréal menunjukkan bahwa inovasi kecantikan bukan sekadar mengikuti tren, tetapi lahir dari proses riset panjang yang menggabungkan sains, teknologi, serta pemahaman terhadap kebutuhan konsumen.