Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?

Ruth Meliana

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:02 WIB
Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
Gunung Anak Krakatau dipantau dari udara pada Kamis (28/4/2022). [Antara]
baca 10 detik
  • Status Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda resmi meningkat menjadi Siaga (Level III) pada awal Juli 2026.
  • Peningkatan aktivitas vulkanik memicu risiko erupsi, hujan abu, hingga potensi tsunami akibat keruntuhan lereng gunung tersebut.
  • PVMBG menerapkan radius aman tiga kilometer dan mengimbau masyarakat pesisir waspada terhadap ancaman bencana gunung api aktif.

Suara.com - Hoaks gunung Anak Krakatau meletus telah beredar luas di media sosial. Kenyataannya, Anak Krakatau tidak meletus melainkan naik level ke level siaga. Lantas, apa yang terjadi jika Anak Krakatau meletus?

Anak Krakatau merupakan gunung api aktif yang muncul di bekas kaldera letusan dahsyat Krakatau tahun 1883 di Selat Sunda, antara Pulau Jawa dan Sumatra. Gunung ini pertama kali muncul di permukaan laut pada tahun 1927-1929 dan terus tumbuh melalui erupsi berulang.

Meskipun erupsinya sering berskala kecil hingga sedang (tipe Strombolian), potensi letusannya selalu menjadi perhatian serius karena lokasinya yang strategis dan riwayat bencana yang menyertainya.

Sejarah Singkat dan Aktivitas Terkini Anak Krakatau

Status Gunung Anak Krakatau menjadi waspada. [ANTARA]
Gunung Anak Krakatau [ANTARA]

 

Letusan Krakatau 1883 merupakan salah satu yang paling mematikan dalam sejarah modern, dengan kekuatan setara 200 megaton TNT.

Letusan itu menghancurkan dua pertiga pulau asli, memuntahkan 12-20 km³ material vulkanik, dan memicu tsunami setinggi hingga 40 meter yang menewaskan lebih dari 36.000 orang.

Dampak globalnya termasuk pendinginan suhu Bumi rata-rata 0,6°C selama berbulan-bulan dan fenomena "Bulan Biru" akibat abu di atmosfer.

Anak Krakatau lahir dari puing-puing itu dan telah mengalami puluhan periode erupsi. Erupsi terbesar baru-baru ini terjadi pada 22 Desember 2018, ketika sebagian besar flank barat daya gunung runtuh ke laut.

Keruntuhan ini memicu tsunami vulkanik yang menewaskan 437 orang, melukai ribuan lainnya, dan merusak wilayah pesisir Banten serta Lampung Selatan. Ombak mencapai 80 meter di dekat gunung dan 3-13 meter di pantai.

Pada 2026, aktivitas Anak Krakatau kembali meningkat. Pada awal Juli 2026, status waspada dinaikkan menjadi Siaga (Level III) setelah erupsi yang memuntahkan abu setinggi 200 meter.

baca juga

Pemantauan menunjukkan peningkatan gempa vulkanik dangkal, tremor, dan emisi gas. Erupsi sebelumnya pada 2021-2023 bersifat Strombolian dengan lontaran lava dan abu hingga ratusan meter.

Apa yang Terjadi Jika Anak Krakatau Meletus?

Gunung Anak Krakatau meletus. [IST]
Gunung Anak Krakatau [IST]

 

Jika Anak Krakatau meletus, skenario yang mungkin terjadi meliputi:

1. Erupsi Magmatik dan Abu Vulkanik

Letusan Strombolian atau Vulcanian akan memuntahkan abu, batu apung, dan lava. Abu bisa mencapai ketinggian ribuan meter, mengganggu lalu lintas penerbangan, dan menyebabkan hujan abu di wilayah sekitar.

Dalam skala besar, ini bisa memengaruhi pertanian dan kesehatan pernapasan masyarakat.

2. Keruntuhan Flank dan Tsunami

Ini merupakan ancaman utama. Gunung ini dibangun di lereng curam kaldera 1883 dengan material lepas. Seperti 2018, longsoran flank bisa memicu tsunami cepat.

Model menunjukkan gelombang bisa mencapai 15-30 meter di pulau-pulau terdekat dan 1-3 meter di pantai Jawa-Sumatra dalam waktu 30-60 menit. Pantai padat penduduk seperti Merak, Anyer, dan Bandar Lampung berisiko tinggi.

3. Aliran Piroklastik dan Lahar

Aliran awan panas (suhu ratusan derajat) bisa menyapu lereng dan mencapai laut. Hujan lebat pasca-erupsi bisa memicu lahar yang mengancam sungai-sungai di sekitar.

4. Dampak Lokal dan Regional

Gempa vulkanik, hujan abu tebal, dan kegelapan sementara. Wilayah Selat Sunda yang ramai dengan kapal dan wisatawan akan terganggu. Pulau-pulau kecil di sekitar (Rakata, Panjang, Sertung) bisa terdampak langsung.

5. Dampak Global (Jika Besar)

Letusan skala VEI 5+ bisa menyuntikkan aerosol ke stratosfer, menyebabkan pendinginan sementara dan perubahan cuaca, mirip 1883.

Namun, Anak Krakatau saat ini lebih kecil, sehingga kemungkinan letusan super besar rendah dalam waktu dekat.

Mitigasi dan Kesiapsiagaan

Fakta-Fakta Erupsi Gunung Anak Krakatau
Gunung Anak Krakatau

 

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus memantau dengan seismograf, webcam, dan satelit. Radius larangan mendekat saat ini 3 km dari kawah saat Level III.

Sistem peringatan dini tsunami telah ditingkatkan pasca-2018, meski tantangan tetap ada karena tsunami vulkanik bisa datang tanpa gempa tektonik besar.

Masyarakat di sekitar Selat Sunda diimbau memahami jalur evakuasi, mendengarkan peringatan BMKG/PVMBG, dan tidak mendekati kawasan bahaya.

Penelitian menunjukkan pertumbuhan cepat Anak Krakatau pasca-2018 membuatnya rentan runtuh lagi dalam beberapa dekade jika aktivitas berlanjut.

Pada intinya, letusan Anak Krakatau bisa menjadi ancaman berantai karena memicu longsor, tsunami, dan kerusakan pesisir. Meski erupsi rutin relatif terkendali, potensi bencana seperti 1883 atau 2018 mengingatkan kita pada kekuatan alam yang tak terduga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gunung Anak Krakatau di Lampung Meletus 10 Kali Pada Senin Pagi Hingga Malam

Gunung Anak Krakatau di Lampung Meletus 10 Kali Pada Senin Pagi Hingga Malam

News | Selasa, 28 November 2023 | 04:15 WIB

Gunung Anak Krakatau Meletus Setinggi 1.000 Meter

Gunung Anak Krakatau Meletus Setinggi 1.000 Meter

News | Senin, 27 November 2023 | 05:30 WIB

Gunung Anak Krakatau Luncurkan Abu Vulkanik Setinggi 2 Ribu Meter Sabtu Pagi Ini

Gunung Anak Krakatau Luncurkan Abu Vulkanik Setinggi 2 Ribu Meter Sabtu Pagi Ini

News | Sabtu, 13 Mei 2023 | 10:39 WIB

Terkini

Satu Wewangian Tak Lagi Cukup, Tren Memilih Parfum Berdasarkan Suasana Hati Makin Populer

Satu Wewangian Tak Lagi Cukup, Tren Memilih Parfum Berdasarkan Suasana Hati Makin Populer

Lifestyle | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:52 WIB

6 Shio yang Berpotensi Dapat Keberuntungan dan Kesuksesan 5 Juli 2026

6 Shio yang Berpotensi Dapat Keberuntungan dan Kesuksesan 5 Juli 2026

Lifestyle | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:36 WIB

4 Krim Malam Terbaik untuk Hempas Flek Hitam Usia 40 Tahun Berdasarkan Review

4 Krim Malam Terbaik untuk Hempas Flek Hitam Usia 40 Tahun Berdasarkan Review

Lifestyle | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:34 WIB

Saat Sains Jadi Fondasi Kecantikan, Riset di Balik Produk yang Dipakai Jutaan Orang

Saat Sains Jadi Fondasi Kecantikan, Riset di Balik Produk yang Dipakai Jutaan Orang

Lifestyle | Sabtu, 04 Juli 2026 | 19:35 WIB

Bukan Musuh, Ternyata MSG Justru Rahasia Mengurangi Garam di Masakan Anda!

Bukan Musuh, Ternyata MSG Justru Rahasia Mengurangi Garam di Masakan Anda!

Lifestyle | Sabtu, 04 Juli 2026 | 19:25 WIB

Pernah Jadi MUA hingga Live Streamer, Aris Priadi Kini Bersinar sebagai Wak Bordir

Pernah Jadi MUA hingga Live Streamer, Aris Priadi Kini Bersinar sebagai Wak Bordir

Lifestyle | Sabtu, 04 Juli 2026 | 18:33 WIB

3 Serum Lokal Terbaik untuk Flek Hitam Berdasarkan Klaim dan Review

3 Serum Lokal Terbaik untuk Flek Hitam Berdasarkan Klaim dan Review

Lifestyle | Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:29 WIB

Apakah Air Cooler Bisa Dingin Seperti AC? Coba 8 Cara Ini Agar Pendinginan Maksimal

Apakah Air Cooler Bisa Dingin Seperti AC? Coba 8 Cara Ini Agar Pendinginan Maksimal

Lifestyle | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:24 WIB

Body Mask dan Lulur Apa Bedanya? Pahami sebelum Mulai Perawatan Tubuh

Body Mask dan Lulur Apa Bedanya? Pahami sebelum Mulai Perawatan Tubuh

Lifestyle | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:19 WIB

Bersiap IPO, Produk Rans Food Jadi Sorotan: Sepi Peminat hingga Stok Sering Kosong

Bersiap IPO, Produk Rans Food Jadi Sorotan: Sepi Peminat hingga Stok Sering Kosong

Lifestyle | Sabtu, 04 Juli 2026 | 15:17 WIB

×