Sering Dianggap Beban, Mengapa Pengelolaan Sampah Perlu Dianggap Sebagai Investasi?

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 07 Juli 2026 | 13:35 WIB
Sering Dianggap Beban, Mengapa Pengelolaan Sampah Perlu Dianggap Sebagai Investasi?
Belajar dari Nuanu: Cara Kawasan Wisata Mengurangi Sampah Sebelum Menumpuk di TPA. (Dok. Nuanu Creative City)
baca 10 detik
  • I Gede Nyoman Agastya Yatra menyatakan perusahaan harus memandang keberlanjutan sebagai investasi jangka panjang yang efisien secara ekonomi.
  • Perusahaan perlu menerapkan sistem pemilahan sampah di sumbernya agar biaya pengelolaan tetap efektif dan layak secara finansial.
  • Strategi harga yang matang membantu perusahaan mengelola biaya lingkungan sejak awal proses produksi demi mencapai titik impas.

Suara.com - Banyak perusahaan masih menganggap pengelolaan sampah sebagai biaya tambahan yang harus ditekan. Cara pandang ini membuat investasi lingkungan kerap menjadi prioritas terakhir karena dinilai tidak memberikan keuntungan secara langsung.

Namun, pendekatan berbeda diterapkan di Nuanu Creative City. Bagi Head of Environment Nuanu Creative City, I Gede Nyoman Agastya Yatra, keberlanjutan bukan sekadar kewajiban perusahaan, melainkan investasi jangka panjang yang dapat mendukung keberlangsungan bisnis.

"Keberlanjutan bukan sekadar slogan. Semua harus bisa diukur dan dihitung," ujar Agastya.

Menurut Agastya, istilah keberlanjutan sering dimaknai secara berbeda oleh setiap orang. Dalam konteks bisnis, keberlanjutan bukan berarti mengesampingkan efisiensi demi menjalankan program lingkungan. Sebaliknya, perusahaan perlu merancang sistem pengelolaan lingkungan yang tetap efektif sekaligus efisien secara biaya.

"Kalaupun pengelolaan lingkungan merupakan tanggung jawab perusahaan, bukan berarti kita boleh mengabaikan efisiensi. Justru kita harus terus berpikir bagaimana menjalankannya dengan biaya yang seefisien mungkin," katanya.

Cara pandang ini juga berlaku dalam pengelolaan sampah. Agastya menilai banyak perusahaan masih mengukur keberhasilan hanya dari sampah yang berhasil diangkut keluar kawasan. Padahal, yang lebih penting adalah memastikan sistem tersebut mampu bertahan dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan.

Ia mengingatkan bahwa biaya pengelolaan sampah juga dipengaruhi faktor eksternal. Sebagian besar plastik berasal dari produk turunan minyak bumi. Ketika harga minyak naik, biaya produksi plastik ikut meningkat, sehingga biaya pengelolaan sampah plastik pun menjadi lebih mahal.

Karena itu, menurut Agastya, tidak semua perusahaan perlu langsung berinvestasi pada teknologi pengolahan sampah yang kompleks. Langkah paling realistis justru dimulai dari membangun sistem pemilahan sampah sejak dari sumbernya.

"Kalau sebuah perusahaan masih memiliki keterbatasan modal, cukup lakukan pemilahan sampah dengan baik. Sampah yang sudah dipilah bisa dijual ke pengepul, lalu diteruskan ke industri daur ulang," ujarnya.

baca juga

Pandangan Agastya sejalan dengan tulisan Marco Bertini dalam MIT Sloan Management Review. Bertini menilai perusahaan perlu merancang ulang strategi harga agar biaya lingkungan tidak selalu muncul di akhir proses produksi.

Menurutnya, perusahaan perlu mempertimbangkan apa yang sebenarnya dibayar pelanggan, siapa yang menanggung biaya, serta kapan biaya tersebut dialokasikan. Dengan begitu, biaya lingkungan dapat dikelola sejak awal rantai produksi, bukan hanya menjadi beban setelah produk dihasilkan.

Pada akhirnya, Agastya menekankan bahwa keberlanjutan tidak selalu identik dengan investasi besar. Yang lebih penting adalah membangun sistem yang mampu berjalan secara konsisten dan layak secara ekonomi.

"Yang penting sistemnya bisa berjalan dan minimal mencapai titik impas (break even point)," katanya.

Agastya melanjutkan, dengan perencanaan yang matang, perusahaan dapat membangun sistem pengelolaan sampah yang efisien, berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi dalam jangka panjang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hamparan Eceng Gondok Selimuti Kali Blencong di Bekasi

Hamparan Eceng Gondok Selimuti Kali Blencong di Bekasi

Foto | Selasa, 07 Juli 2026 | 06:00 WIB

Ambisi Kecerdasan Buatan dan Harga Mahal yang Harus Dibayar Bumi

Ambisi Kecerdasan Buatan dan Harga Mahal yang Harus Dibayar Bumi

Your Say | Senin, 06 Juli 2026 | 17:09 WIB

Kebakaran TPA Jatiwaringin Hampir Padam, Daerah Diminta Waspadai Ancaman Serupa

Kebakaran TPA Jatiwaringin Hampir Padam, Daerah Diminta Waspadai Ancaman Serupa

News | Senin, 06 Juli 2026 | 12:28 WIB

Terkini

Masjid Riyadhus Sholihin Jember, Jejak Dakwah yang Tak Pernah Sepi Peziarah

Masjid Riyadhus Sholihin Jember, Jejak Dakwah yang Tak Pernah Sepi Peziarah

Your Say | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 13:00 WIB

Titik-Titik Terparah Krisis Air Bersih di Kabupaten Bekasi: Wilayah Ini Paling Menderita

Titik-Titik Terparah Krisis Air Bersih di Kabupaten Bekasi: Wilayah Ini Paling Menderita

Bekaci | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 12:59 WIB

Musik Tetap Jalan, Suara Sekitar Tak Hilang, Earbuds Open-ear CMF Clip Pro Masuk Indonesia

Musik Tetap Jalan, Suara Sekitar Tak Hilang, Earbuds Open-ear CMF Clip Pro Masuk Indonesia

Tekno | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 12:57 WIB

Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Penipuan Apa?

Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Penipuan Apa?

Entertainment | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 12:48 WIB

21 Agustus, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir  Simpang Ness/Pijoan Diberlakukan Tarif

21 Agustus, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir Simpang Ness/Pijoan Diberlakukan Tarif

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 12:40 WIB

Bukan Prof Noor Farid, KPK Pastikan 2 Wakil Rektor Unsoed Ini yang Kena OTT Bareng Rektor

Bukan Prof Noor Farid, KPK Pastikan 2 Wakil Rektor Unsoed Ini yang Kena OTT Bareng Rektor

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 12:39 WIB

Penyandang Disabilitas Jadi Korban Tewas Kebakaran di Paccerakkang Makassar

Penyandang Disabilitas Jadi Korban Tewas Kebakaran di Paccerakkang Makassar

Sulsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 12:35 WIB

Jeep Mercedes-Benz Terbakar di Tol Jagorawi, 2 Orang Tewas Terpanggang Tak Bisa Keluar

Jeep Mercedes-Benz Terbakar di Tol Jagorawi, 2 Orang Tewas Terpanggang Tak Bisa Keluar

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 12:34 WIB

Dari Skin Lifting hingga Skin Booster, Inovasi Perawatan Kulit Kian Menjawab Kebutuhan Masa Kini

Dari Skin Lifting hingga Skin Booster, Inovasi Perawatan Kulit Kian Menjawab Kebutuhan Masa Kini

Lifestyle | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 12:33 WIB

Ulasan Segala Kekasih Tengah Malam: Mencari Arti Diri di Balik Kesunyian

Ulasan Segala Kekasih Tengah Malam: Mencari Arti Diri di Balik Kesunyian

Your Say | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 12:30 WIB

×