Apa Itu Maserasi Parfum? Proses yang Dipercaya Bikin Aroma Lebih Matang

Nur Khotimah

Rabu, 08 Juli 2026 | 12:55 WIB
Apa Itu Maserasi Parfum? Proses yang Dipercaya Bikin Aroma Lebih Matang
Ilustrasi parfum. (Pexels/cottonbro studio)
baca 10 detik
  • Maserasi parfum adalah proses yang dilakukan setelah parfum selesai dibuat dan sering dibahas oleh para pencinta fragrance.
  • Proses ini dipercaya dapat membuat aroma parfum terasa lebih matang, halus, dan seimbang saat digunakan.
  • Berikut penjelasan tentang maserasi parfum, manfaatnya, serta cara melakukannya dengan benar agar kualitas parfum tetap terjaga.

Suara.com - Dalam dunia parfum, kualitas aroma tidak hanya ditentukan oleh bahan baku dan formulanya, tetapi juga oleh proses setelah parfum selesai dibuat.

Salah satu istilah yang cukup sering dibahas oleh para pencinta fragrance adalah maserasi parfum atau perfume maceration.

Banyak orang percaya bahwa proses ini mampu membuat aroma parfum terasa lebih matang, halus, dan memiliki karakter yang lebih seimbang saat digunakan.

Lalu, apa itu maserasi parfum dan bagaimana proses ini dipercaya dapat membuat aroma menjadi lebih matang?

Simak penjelasan lengkapnya berikut, termasuk cara melakukan maserasi yang benar agar kualitas parfum tetap terjaga.

Pengertian Maserasi Parfum, Kenapa Penting Dilakukan?

Ilustrasi parfum yang wanginya sopan. (Google AI Studio)
Ilustrasi parfum. (Google AI Studio)

Melansir laman madeforhmns.com, maserasi parfum adalah proses mendiamkan parfum yang baru diracik selama beberapa waktu agar seluruh bahan di dalamnya dapat menyatu dengan lebih sempurna.

Pada tahap ini, bahan-bahan seperti minyak esensial, alkohol, dan komponen lain akan berbaur sehingga menghasilkan aroma yang lebih stabil dan harmonis.

Dalam dunia parfum, maserasi sering disebut sebagai fase pematangan aroma.

Proses ini diibaratkan seperti wine yang memerlukan waktu agar cita rasanya berkembang, sehingga parfum pun dapat menampilkan karakter wanginya secara lebih utuh.

baca juga

Maserasi penting dilakukan karena dapat membuat aroma parfum menjadi lebih stabil sejak pertama kali disemprotkan hingga memasuki fase dry down.

Selain itu, perpindahan aroma dari top notes, middle notes, hingga base notes juga terasa lebih halus dan seimbang.

Proses ini juga membantu mengurangi aroma alkohol yang terkadang masih terasa menyengat pada parfum yang baru dibuat.

Setelah maserasi berlangsung, karakter asli parfum akan lebih menonjol sehingga wanginya terasa lebih lembut dan nyaman digunakan.

Tak hanya memengaruhi aroma, maserasi juga dipercaya dapat meningkatkan performa parfum. Parfum yang telah melalui proses ini umumnya memiliki daya tahan (longevity) dan jejak aroma (sillage) yang lebih baik dibandingkan parfum yang belum matang sempurna.

Meski demikian, lama waktu maserasi tidak selalu sama untuk setiap parfum karena bergantung pada formulasi dan kompleksitas bahan yang digunakan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wewangian Terinspirasi Musim Panas dari Timur Tengah, Sentuhan Segar yang Cocok untuk Iklim Tropis

Wewangian Terinspirasi Musim Panas dari Timur Tengah, Sentuhan Segar yang Cocok untuk Iklim Tropis

Lifestyle | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:45 WIB

5 Parfum di Alfamart yang Tahan Lama Menurut Review Pembeli, Mulai Rp30 Ribuan

5 Parfum di Alfamart yang Tahan Lama Menurut Review Pembeli, Mulai Rp30 Ribuan

Lifestyle | Jum'at, 03 Juli 2026 | 13:05 WIB

5 Rekomendasi Body Lotion Tanpa Pewangi: Aman buat Kulit Sensitif, Aroma Parfum Tahan Lama

5 Rekomendasi Body Lotion Tanpa Pewangi: Aman buat Kulit Sensitif, Aroma Parfum Tahan Lama

Lifestyle | Jum'at, 03 Juli 2026 | 10:47 WIB

Terkini

Tak Sekadar Antar BBM, Truk Tangki Pertamina Dipantau 24 Jam Nonstop

Tak Sekadar Antar BBM, Truk Tangki Pertamina Dipantau 24 Jam Nonstop

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:26 WIB

Ketimpangan Jejak Karbon: Emisi Orang Kaya di Balik Kampanye Go Green

Ketimpangan Jejak Karbon: Emisi Orang Kaya di Balik Kampanye Go Green

Your Say | Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:25 WIB

Belajar dari Alam, Puluhan Anak Desa Lemo Rasakan Serunya Menjadi Petani Sehari

Belajar dari Alam, Puluhan Anak Desa Lemo Rasakan Serunya Menjadi Petani Sehari

Banten | Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:22 WIB

Seberapa Besar Kontribusi Ajang MotoGP ke Perekonomian

Seberapa Besar Kontribusi Ajang MotoGP ke Perekonomian

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:19 WIB

Bursa Mineral Segera Meluncur, OJK Buka Lowongan Kerja

Bursa Mineral Segera Meluncur, OJK Buka Lowongan Kerja

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:14 WIB

Kata-kata Justin Hubner Yakinkan Ole Romeny Mudik ke Liga Belanda Bersama Fortuna Sittard

Kata-kata Justin Hubner Yakinkan Ole Romeny Mudik ke Liga Belanda Bersama Fortuna Sittard

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:07 WIB

Gary Neville Kritik Taktik dan Komentar Tuchel soal 'DNA Inggris' Usai Tersingkir dari Piala Dunia

Gary Neville Kritik Taktik dan Komentar Tuchel soal 'DNA Inggris' Usai Tersingkir dari Piala Dunia

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:06 WIB

MBG Berpotensi Lebih Menguntungkan Tengkulak daripada Petani

MBG Berpotensi Lebih Menguntungkan Tengkulak daripada Petani

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:06 WIB

5 Film dan Serial Romantis Netflix Paling Banyak Ditonton Sepanjang 2026

5 Film dan Serial Romantis Netflix Paling Banyak Ditonton Sepanjang 2026

Your Say | Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:05 WIB

Final Piala Dunia 2026 Terancam Kabut Asap, Duel Argentina vs Spanyol dalam Ancaman Kebakaran Hutan

Final Piala Dunia 2026 Terancam Kabut Asap, Duel Argentina vs Spanyol dalam Ancaman Kebakaran Hutan

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:05 WIB

×