Weton Kamis Pahing Tibo Lungguh Artinya Apa? 9 Juli 2026 Bakal Dihujani Keberuntungan

Farah Nabilla

Kamis, 09 Juli 2026 | 07:15 WIB
Weton Kamis Pahing Tibo Lungguh Artinya Apa? 9 Juli 2026 Bakal Dihujani Keberuntungan
Ilustrasi Weton Kamis Pahing Tibo Lungguh [Freepik]
baca 10 detik
  • Dalam tradisi Primbon Jawa, weton Kamis Pahing pada 9 Juli 2026 dikategorikan sebagai Tibo Lungguh
  • Istilah Tibo Lungguh dipercaya sebagai simbol peluang memperoleh kedudukan, jabatan, serta kehormatan bagi seseorang .
  • Nilai neptu 17 pada Kamis Pahing dianggap sebagai warisan budaya dan kearifan lokal, bukan metode ilmiah prediksi masa depan.

Suara.com - Tanggal 9 Juli 2026 dalam penanggalan Jawa bertepatan dengan weton Kamis Pahing. Dalam tradisi Primbon Jawa, Kamis Pahing termasuk salah satu weton yang dikaitkan dengan kategori Tibo Lungguh, yaitu simbol keberuntungan yang dipercaya berkaitan dengan kedudukan, kehormatan, hingga peluang memperoleh jabatan.

Meski demikian, perlu dipahami bahwa kepercayaan mengenai weton merupakan bagian dari warisan budaya masyarakat Jawa, bukan metode ilmiah untuk memprediksi masa depan. Nilai utamanya terletak pada filosofi hidup dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

Apa Arti Tibo Lungguh?

Secara harfiah, tibo berarti "jatuh", sedangkan lungguh berarti "duduk" atau "kedudukan". Dalam Primbon Jawa, istilah Tibo Lungguh menggambarkan seseorang yang seolah "jatuh langsung ke tempat duduk", yang dimaknai sebagai memperoleh posisi terhormat atau kedudukan baik dalam kehidupan.

Dalam buku Falsafah Hidup Jawa yang dikutip dalam pembahasan mengenai Primbon Jawa, istilah lungguh tidak hanya berarti duduk secara fisik, tetapi juga melambangkan pangkat, kehormatan, dan posisi sosial seseorang di masyarakat.

Sejumlah budayawan Jawa juga menekankan bahwa weton bukan sekadar alat untuk meramal nasib. "Weton bukan tentang meramalkan masa depan secara kaku, melainkan tentang memahami energi kosmis yang dibawa sejak lahir."
Pernyataan tersebut dikutip dari penulis budaya Jawa dalam pembahasan mengenai makna weton sebagai bagian dari kearifan budaya Jawa. 

Mengapa Kamis Pahing Disebut Tibo Lungguh?

Dalam berbagai naskah Primbon yang masih digunakan sebagai rujukan budaya Jawa, Kamis Pahing termasuk salah satu weton yang berada dalam kategori Tibo Lungguh, bersama beberapa weton lain seperti:

Minggu Pon
Selasa Wage
Selasa Pahing
Rabu Legi
Kamis Pahing
Kamis Wage

Kategori tersebut dipercaya melambangkan peluang memperoleh kehormatan, jabatan, maupun kehidupan yang lebih mapan apabila disertai usaha dan perilaku baik.

baca juga

Neptu Weton Kamis Pahing

Dalam sistem penanggalan Jawa, setiap hari dan pasaran memiliki nilai yang disebut neptu.

Perhitungannya adalah:

Kamis = 8
Pahing = 9
Sehingga total neptu Kamis Pahing adalah 17.

Nilai neptu tersebut dalam Primbon sering digunakan sebagai dasar membaca karakter, kecocokan jodoh, hingga berbagai simbol kehidupan. Namun, maknanya merupakan bagian dari tradisi budaya, bukan kepastian yang bersifat ilmiah.

Karakter Weton Kamis Pahing Menurut Primbon

Selain dikenal sebagai weton Tibo Lungguh, Kamis Pahing juga sering digambarkan memiliki sejumlah karakter berikut:

Memiliki jiwa kepemimpinan.
Mudah memperoleh kepercayaan dari orang lain.
Bertanggung jawab terhadap pekerjaan.
Berwibawa dalam mengambil keputusan.
Berpeluang menempati posisi penting apabila mampu menjaga integritas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daftar Tanggal Lahir Paling Beruntung Menurut Feng Shui, Begini Perhitungannya

Daftar Tanggal Lahir Paling Beruntung Menurut Feng Shui, Begini Perhitungannya

Lifestyle | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:19 WIB

Zodiak Apa yang Akan Membawa Keberuntungan di Tahun 2026?

Zodiak Apa yang Akan Membawa Keberuntungan di Tahun 2026?

Lifestyle | Rabu, 08 Juli 2026 | 07:35 WIB

Ramalan Horoskop 8 Juli 2026, 3 Zodiak Ini Bakal Diselimuti Keberuntungan

Ramalan Horoskop 8 Juli 2026, 3 Zodiak Ini Bakal Diselimuti Keberuntungan

Lifestyle | Selasa, 07 Juli 2026 | 19:30 WIB

5 Zodiak dengan Horoskop Terbaik 7 Juli 2026, Keberuntungan Berpihak pada Mereka

5 Zodiak dengan Horoskop Terbaik 7 Juli 2026, Keberuntungan Berpihak pada Mereka

Lifestyle | Selasa, 07 Juli 2026 | 07:11 WIB

Feng Shui Letak Meja Makan di Rumah yang Tepat agar Rezeki Keluarga Mengalir Deras

Feng Shui Letak Meja Makan di Rumah yang Tepat agar Rezeki Keluarga Mengalir Deras

Lifestyle | Senin, 06 Juli 2026 | 15:59 WIB

Ramalan Zodiak 6 Juli 2026: Taurus Siap Ketiban Hoki, Zodiak Lain Harus Ekstra Sabar!

Ramalan Zodiak 6 Juli 2026: Taurus Siap Ketiban Hoki, Zodiak Lain Harus Ekstra Sabar!

Lifestyle | Senin, 06 Juli 2026 | 07:10 WIB

Terkini

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×