Mengebut Saat Berkendara Bukannya Efisien Malah Bikin Boncos?

Bimo Aria Fundrika

Senin, 20 Juli 2026 | 16:10 WIB
Mengebut Saat Berkendara Bukannya Efisien Malah Bikin Boncos?
Mengebut saat berkendara bikin tambah boros dan memperparah pemanasan global. (dok. Unsplash/CHUTTERSNAP)

Suara.com - Banyak pengendara menganggap memacu kendaraan lebih cepat bisa menghemat waktu perjalanan. Namun, penelitian terbaru menunjukkan kebiasaan mengebut justru membawa konsekuensi lain, konsumsi bahan bakar meningkat dan emisi gas rumah kaca bertambah, sementara waktu yang dihemat ternyata sangat kecil.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications Sustainability menemukan bahwa berkendara melebihi batas kecepatan hanya memangkas waktu perjalanan dalam hitungan detik.

Sebaliknya, kebiasaan tersebut membuat kendaraan bekerja lebih keras dan menghasilkan emisi lebih besar yang berkontribusi terhadap pemanasan global.

Penelitian yang dilakukan tim dari Universitas Minnesota itu menganalisis sekitar 120 juta perjalanan kendaraan di seluruh Amerika Serikat selama empat hari pada 2021.

Data yang digunakan mencakup informasi perjalanan kendaraan, batas kecepatan jalan, karakteristik wilayah, hingga data ketinggian dari Survei Geologi Amerika Serikat.

Hasilnya, lebih dari 43 persen perjalanan yang diamati menunjukkan setidaknya satu kali pelanggaran batas kecepatan. Selain itu, hampir 12 persen dari total waktu berkendara dihabiskan dengan kecepatan melebihi aturan yang berlaku.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa pelanggaran batas kecepatan menjadi perilaku yang cukup umum dilakukan pengemudi. Padahal, peningkatan kecepatan tidak memberikan keuntungan waktu yang signifikan.

Hemat Waktu Kurang dari Satu Menit

Para peneliti menemukan bahwa pengemudi yang menempuh perjalanan rata-rata 28,6 mil atau sekitar 46 kilometer per hari hanya kehilangan waktu sekitar 54 detik jika berkendara sesuai batas kecepatan.

baca juga

Artinya, untuk menghemat waktu kurang dari satu menit, pengemudi harus meningkatkan kecepatan secara signifikan dengan konsekuensi penggunaan bahan bakar yang lebih besar.

“Kalau tujuannya mengurangi waktu tempuh satu menit, Anda harus mengemudi dengan cepat. Namun, jika tujuannya sampai dengan aman dan menghemat bahan bakar, Anda bisa mengemudi lebih lambat dari batas kecepatan,” ujar Profesor Teknik Mesin Universitas Minnesota sekaligus penulis penelitian, William Northrop.

Menurut penelitian tersebut, berkendara dengan kecepatan lebih rendah juga memberikan manfaat bagi kendaraan listrik (EV). Dalam simulasi yang dilakukan menggunakan kondisi California, Amerika Serikat, pengemudian dengan kecepatan lebih rendah terbukti meningkatkan efisiensi energi kendaraan listrik.

“Kami menemukan bahwa mengemudi lebih lambat juga bermanfaat bagi kendaraan listrik,” kata Northrop.

Kebiasaan Mengebut Berbeda di Setiap Wilayah

Penelitian tersebut juga menemukan adanya perbedaan kebiasaan berkendara antarnegara bagian di Amerika Serikat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Transportasi Darat Sumbang 87 Persen emisi, Bagaimana Kemenhub Percepat Dekarbonisasi?

Transportasi Darat Sumbang 87 Persen emisi, Bagaimana Kemenhub Percepat Dekarbonisasi?

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 12:16 WIB

Kemenhub Percepat Dekarbonisasi, LINTAS Jadi Ruang Diskusi Transportasi Berkelanjutan

Kemenhub Percepat Dekarbonisasi, LINTAS Jadi Ruang Diskusi Transportasi Berkelanjutan

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 09:16 WIB

Inovasi Produk Water Based Rendah Emisi Ciptakan Kualitas Ramah Udara

Inovasi Produk Water Based Rendah Emisi Ciptakan Kualitas Ramah Udara

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:34 WIB

Terkini

Bahlil Yakin Mobil Hidrogen Bakal Saingi Kendaraan Listrik

Bahlil Yakin Mobil Hidrogen Bakal Saingi Kendaraan Listrik

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:15 WIB

Simfoni Mobilitas Jakarta: Menemukan Ketenangan Lewat Integrasi Transportasi Publik

Simfoni Mobilitas Jakarta: Menemukan Ketenangan Lewat Integrasi Transportasi Publik

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:14 WIB

Cegah Gugatan Berulang di MK, DPR Matangkan RUU Pemilu agar Lebih Sempurna

Cegah Gugatan Berulang di MK, DPR Matangkan RUU Pemilu agar Lebih Sempurna

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:10 WIB

2 Juta Warga Tumpah Ruah di Madrid Sambut Timnas Spanyol Kampiun Piala Dunia 2026

2 Juta Warga Tumpah Ruah di Madrid Sambut Timnas Spanyol Kampiun Piala Dunia 2026

Video | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:10 WIB

Rupiah Paling Kuat se-Asia, Tembus Level Rp17.888 per Dolar AS

Rupiah Paling Kuat se-Asia, Tembus Level Rp17.888 per Dolar AS

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:06 WIB

Jakarta IP Market 2026 Hadir untuk Mendorong Lahirnya Kolaborasi dan Peluang Bisnis Baru

Jakarta IP Market 2026 Hadir untuk Mendorong Lahirnya Kolaborasi dan Peluang Bisnis Baru

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:04 WIB

Bukan Sekadar Anak Kiai, Indah Permatasari Ungkap Sisi Pemberontak di Film Ibadah dan Cinta

Bukan Sekadar Anak Kiai, Indah Permatasari Ungkap Sisi Pemberontak di Film Ibadah dan Cinta

Entertainment | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:02 WIB

Biaya Lepas WNI Naik Jadi Rp5 Juta, Begini Reaksi Puan Maharani

Biaya Lepas WNI Naik Jadi Rp5 Juta, Begini Reaksi Puan Maharani

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:01 WIB

Episode Gagal Bayar Korporasi RI Berlanjut

Episode Gagal Bayar Korporasi RI Berlanjut

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:00 WIB

Literasi Digital: Keterampilan Baru yang Wajib Dimiliki Siswa

Literasi Digital: Keterampilan Baru yang Wajib Dimiliki Siswa

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:00 WIB

×