Membangun Transportasi Ramah Anak dan Lingkungan, Mengapa Jakarta Perlu Mendengar Suara Anak-anak?

Bimo Aria Fundrika

Senin, 27 Juli 2026 | 11:33 WIB
Membangun Transportasi Ramah Anak dan Lingkungan, Mengapa Jakarta Perlu Mendengar Suara Anak-anak?
Membangun Transportasi Ramah Anak, Mengapa Jakarta Perlu Mendengar Suara Anak-anak?
baca 10 detik
  • ITDP Indonesia dan Komunitas Buibu Baca Buku menggelar lomba gambar "Kota Ajaib" untuk anak-anak di Jakarta.
  • Anak-anak menggambarkan kota ideal yang ramah pejalan kaki, inklusif, dan menyediakan transportasi umum berbasis bus listrik.
  • Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan pemangku kepentingan menggunakan masukan tersebut untuk meningkatkan fasilitas infrastruktur perkotaan.

Suara.com - Halte bus dengan papan hitung mundur. Jalur khusus bagi penyandang disabilitas netra. Jalan yang teduh untuk berjalan kaki. Bus listrik dengan ruang untuk stroller. Bahkan sebuah toko kue yang buka 24 jam.

Sekilas, gambar-gambar itu tampak seperti imajinasi khas anak-anak. Namun ketika diperhatikan lebih dekat, yang mereka gambarkan bukanlah kota penuh teknologi canggih atau gedung pencakar langit. Mereka justru melukiskan kebutuhan sehari-hari yang sering kali belum sepenuhnya terpenuhi.

Itulah yang muncul dalam kegiatan menggambar bertema "Kota Ajaib" yang diselenggarakan ITDP Indonesia bersama Komunitas Buibu Baca Buku, didukung Clean Mobility Collective Southeast Asia (CMCSEA), di Taman Bendera Pusaka, Jakarta, dalam rangka Hari Anak Nasional.

Qiana (8) membayangkan halte yang memberi informasi waktu kedatangan bus dan dilengkapi parkir sepeda. Nakami (9) menggambar jalur aman bagi pejalan kaki dan penyandang disabilitas netra serta kereta yang melintas di atas air. Sementara Raditya (10) menghadirkan bus listrik, kereta yang terhubung langsung ke gedung, dan jalanan yang dipenuhi pepohonan.

Membangun Transportasi Ramah Anak, Mengapa Jakarta Perlu Mendengar Suara Anak-anak?
Membangun Transportasi Ramah Anak, Mengapa Jakarta Perlu Mendengar Suara Anak-anak?

Di balik gambar-gambar sederhana itu, tersimpan pesan yang lebih besar: anak-anak menginginkan kota yang mudah diakses, aman, memiliki udara bersih, dan nyaman digunakan oleh siapa pun.

Bagi Deputi Direktur ITDP Indonesia, Deliani Siregar, perspektif tersebut penting karena anak mengalami kota dengan cara yang berbeda.

"Kami melihat anak-anak memiliki perhatian yang luar biasa terhadap detail yang sering terlewat oleh orang dewasa. Mereka memandang kota dari tinggi mata sekitar 95 sentimeter, sehingga pengalaman mereka terhadap ruang kota juga berbeda," ujarnya.

Cara pandang itu, menurut ITDP Indonesia, dapat menjadi masukan bagi perencanaan transportasi yang lebih inklusif. Selama ini, pembangunan transportasi sering berfokus pada efisiensi perjalanan orang dewasa, sementara pengalaman anak, lansia, maupun penyandang disabilitas belum selalu menjadi pertimbangan utama.

Direktur Asia Tenggara ITDP Indonesia, Gonggomtua Sitanggang, mengatakan momentum transisi menuju bus listrik dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan transportasi yang tidak hanya rendah emisi, tetapi juga lebih ramah bagi semua pengguna. Misalnya dengan menyediakan ruang untuk stroller, barang bawaan, maupun akses yang lebih mudah bagi kelompok rentan.

baca juga

Pandangan serupa disampaikan Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Yustinus Prastowo. Menurutnya, imajinasi anak tentang kota ideal semestinya tidak berhenti sebagai gambar, melainkan ikut menjadi bagian dari proses perencanaan kota.

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini memilih memperkuat infrastruktur yang telah dimiliki, mulai dari target menghadirkan 10.000 bus listrik pada 2030, melengkapi fasilitas di kawasan Jakarta International Stadium, merevitalisasi RPTRA, memperbaiki trotoar, hingga menambah shelter transportasi umum.

Namun, masukan dari anak-anak menjadi pengingat bahwa membangun kota bukan hanya soal menambah fasilitas, melainkan memastikan fasilitas tersebut benar-benar menjawab kebutuhan penggunanya.

Pendiri Komunitas Buibu Baca Buku, Puty Puar, melihat anak-anak cenderung menggambar berdasarkan pengalaman yang mereka alami setiap hari—mulai dari kesulitan membawa stroller hingga akses menuju transportasi umum. Karena itu, mendengarkan suara mereka juga berarti mendengarkan pengalaman keluarga yang menggunakan kota setiap hari.

Sebagai penutup kegiatan, 16 karya anak dipasang di delapan armada bus listrik TransJakarta Koridor 1 selama satu bulan. Karya-karya itu bukan sekadar pajangan untuk merayakan Hari Anak Nasional, melainkan pengingat bahwa solusi bagi kota yang lebih inklusif terkadang lahir dari pertanyaan paling sederhana: apakah kota ini sudah nyaman dilihat dari ketinggian 95 sentimeter?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Hantu Menyeramkan! Ini Alasan "Aggie and the Ghost" Begitu Lucu

Bukan Hantu Menyeramkan! Ini Alasan "Aggie and the Ghost" Begitu Lucu

Your Say | Senin, 27 Juli 2026 | 10:45 WIB

Dari Satu Destinasi Ke Destinasi, Transportasi Umum Menemani Cerita Hariku

Dari Satu Destinasi Ke Destinasi, Transportasi Umum Menemani Cerita Hariku

Your Say | Senin, 27 Juli 2026 | 10:57 WIB

Pilihan yang Berawal dari Jarak: Menemukan Sisi Lain Jakarta Lewat Transportasi Umum

Pilihan yang Berawal dari Jarak: Menemukan Sisi Lain Jakarta Lewat Transportasi Umum

Your Say | Senin, 27 Juli 2026 | 10:45 WIB

Terkini

5 Cara Elegan Menghadapi Anggota Kelompok yang Pasif, Bebas Drama dan Nggak Bikin Baper!

5 Cara Elegan Menghadapi Anggota Kelompok yang Pasif, Bebas Drama dan Nggak Bikin Baper!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Bukan Sekadar Gestur, Ini Pesan Mendalam di Balik Aksi Tiga Jari Saat Unjuk Rasa

Bukan Sekadar Gestur, Ini Pesan Mendalam di Balik Aksi Tiga Jari Saat Unjuk Rasa

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:44 WIB

5 Sampo Kelapa Kaya Nutrisi untuk Rawat Keindahan Rambutmu

5 Sampo Kelapa Kaya Nutrisi untuk Rawat Keindahan Rambutmu

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:40 WIB

Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat

Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:38 WIB

Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional

Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:30 WIB

4 Pesona Surgawi Bhutan, Ada Proyek Pembangunan 108 Stupa dalam Sehari yang Bikin Takjub!

4 Pesona Surgawi Bhutan, Ada Proyek Pembangunan 108 Stupa dalam Sehari yang Bikin Takjub!

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:28 WIB

Kiprah Heyzer Harsono, Sosok di Balik Samator Indo Gas dan Voli Nasional

Kiprah Heyzer Harsono, Sosok di Balik Samator Indo Gas dan Voli Nasional

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:26 WIB

10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha

10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Urutan Skincare Pasca Pico Laser agar Flek Hitam Tidak Menghitam Lagi

Urutan Skincare Pasca Pico Laser agar Flek Hitam Tidak Menghitam Lagi

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya

Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:19 WIB

×