- Penggunaan tabir surya spektrum luas minimal SPF 30 setiap hari merupakan terapi utama untuk mencegah melasma semakin parah akibat sinar ultraviolet.
- Dermatolog menyarankan agar tabir surya dioleskan ulang setiap dua jam serta dipadukan dengan topi, payung, dan pelindung fisik lainnya.
- Artikel merekomendasikan empat produk pelindung matahari seperti La Roche-Posay, Wardah, Avoskin, dan Labore untuk merawat kulit usia 40 tahun dengan hiperpigmentasi.
Suara.com - Memasuki usia 40 tahun, masalah kulit seperti melasma atau flek hitam sering kali semakin terlihat. Paparan sinar matahari yang terakumulasi selama bertahun-tahun, ditambah perubahan hormon dan menurunnya kemampuan regenerasi kulit, membuat hiperpigmentasi lebih sulit memudar. Karena itu, penggunaan sunscreen untuk melasma di usia 40 tahun menjadi langkah penting dalam rutinitas perawatan kulit sehari-hari.
Dermatolog sepakat bahwa tanpa perlindungan dari sinar ultraviolet (UV), berbagai produk pencerah kulit akan bekerja kurang optimal. Paparan UVA, UVB, bahkan cahaya tampak (visible light) dapat memicu produksi melanin sehingga melasma semakin gelap dan mudah kambuh.
Menurut American Academy of Dermatology (AAD), seseorang yang memiliki melasma sebaiknya menggunakan tabir surya spektrum luas (broad spectrum) dengan minimal SPF 30 setiap hari, bahkan ketika cuaca mendung. Sunscreen perlu diaplikasikan ulang setiap dua jam saat berada di luar ruangan agar perlindungannya tetap optimal.
Sementara itu, Dr. Nada Elbuluk, Associate Professor of Dermatology di Keck School of Medicine, University of Southern California, menjelaskan bahwa perlindungan terhadap sinar UVA merupakan faktor penting dalam menangani melasma.
Ia juga menekankan bahwa penggunaan sunscreen secara konsisten merupakan salah satu terapi utama untuk mencegah bercak kecokelatan semakin parah.
Pada usia 40 tahun, pemilihan sunscreen juga sebaiknya mempertimbangkan kandungan tambahan yang dapat membantu menyamarkan hiperpigmentasi, seperti tranexamic acid, vitamin C, hingga bahan yang menjaga skin barrier agar kulit tidak mudah mengalami iritasi.
Berikut beberapa rekomendasi sunscreen yang cocok dipertimbangkan.
1. La Roche-Posay Anthelios UVMune 400 Anti-Dark Spots

La Roche-Posay Anthelios UVMune 400 Anti-Dark Spots dirancang khusus untuk membantu melindungi kulit yang rentan mengalami flek hitam dan melasma. Produk ini mengombinasikan teknologi Mexoryl 400, filter UV terbaru yang mampu melindungi kulit dari ultra-long UVA hingga panjang gelombang 400 nm, yaitu jenis sinar yang diketahui berkontribusi terhadap penuaan dini dan hiperpigmentasi.
Selain perlindungan UV, sunscreen ini diperkaya Melasyl™, bahan aktif yang dikembangkan untuk membantu mengurangi munculnya noda hitam baru sekaligus merawat bekas hiperpigmentasi. Teksturnya ringan, cepat meresap, tidak lengket, serta memberikan hasil akhir invisible tanpa whitecast sehingga nyaman dipakai setiap hari.
Keunggulan lainnya adalah formulanya tahan air dan keringat, sehingga cocok digunakan untuk aktivitas luar ruangan maupun iklim tropis. Produk ini juga telah diformulasikan untuk kulit sensitif.
Harga: sekitar Rp390.000–Rp465.000.
2. Wardah UV Shield Tone Up Sunscreen SPF 50 PA+++
![Wardah UV Shield Tone Up Sunscreen SPF 50 PA+++. [wardahbeuaty.com]](https://media.suara.com/pictures/original/2025/06/13/30644-wardah-uv-shield-tone-up-sunscreen-spf-50-pa.jpg)
Wardah menghadirkan sunscreen yang tidak hanya melindungi kulit dari paparan sinar UV, tetapi juga membantu merawat flek hitam melalui kandungan Tranexamic Acid dan Bright Peptide.
Tranexamic acid dikenal luas dalam dunia dermatologi sebagai salah satu bahan aktif yang membantu mengurangi hiperpigmentasi, termasuk melasma, dengan menghambat pembentukan melanin. Dipadukan dengan Bright Peptide, kulit tampak lebih cerah secara bertahap apabila digunakan secara rutin.