Tanoana mPae: Ketika Masyarakat Pamona Belajar Menjaga Pangan dari Sukma Padi

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:55 WIB
Tanoana mPae: Ketika Masyarakat Pamona Belajar Menjaga Pangan dari Sukma Padi
Seorang petani menanam bibit padi di sawah, menggambarkan pentingnya menjaga pangan dan keberlanjutan pertanian di tengah perubahan iklim.

Suara.com - Bagi masyarakat Pamona di sekitar Danau Poso, Sulawesi Tengah, padi bukan sekadar bahan makanan. Ada kisah yang selalu diceritakan turun-temurun bernama Tanoana mPae, atau "sukma padi". Kisah ini bercerita tentang seorang putri kahyangan yang rela turun ke bumi dan mengorbankan dirinya, agar kakaknya yang sudah lebih dulu hidup di bumi punya sumber makanan. Dari tanah bekas pusaranya, tumbuhlah padi dan berbagai tanaman pangan lain.

Karena percaya pangan hadir dari sebuah pengorbanan, masyarakat Pamona pun terbiasa mengambil secukupnya dari alam dan menghormati setiap butir padi yang mereka tanam.

Menghormati Makanan, Menghormati Alam

Menurut Ngkay W. Sigilipu, salah seorang tetua adat Poso yang menuturkan kisah ini, pesan di baliknya sangat sederhana: menghormati makanan berarti menghormati alam. Jika alam rusak, sumber makanan pun ikut rusak.

Nilai itu diwujudkan lewat berbagai praktik nyata. Salah satunya adalah Poniu, tempat menyimpan padi agar tetap awet, menjadi cadangan pangan sekaligus bibit untuk musim tanam berikutnya. Ada pula tradisi Padungku, perayaan syukur panen yang mempertemukan warga untuk berbagi hasil bumi dan menghidupkan semangat gotong royong atau mosintuwu.

Relevan di Tengah Krisis Iklim

Sulawesi Tengah termasuk wilayah yang cukup sering dilanda bencana hidrometeorologi. Banjir, longsor, dan kekeringan datang silih berganti, salah satunya dipicu oleh berkurangnya tutupan hutan di sejumlah kabupaten. Musim pun menjadi semakin sulit diprediksi.

Di tengah situasi ini, filosofi Tanoana mPae mengingatkan sesuatu yang mudah terlupakan: manusia bukan penguasa alam, melainkan bagian darinya. Cara pandang ini sejalan dengan semangat kedaulatan pangan, yakni memastikan masyarakat tetap punya kendali atas cara pangan mereka ditanam dan dijaga, bukan bergantung sepenuhnya pada rantai pasok yang panjang dan rentan.

Guru besar psikologi Universitas Surabaya, Teguh Wijaya Mulya, yang ikut mendorong kearifan lokal ini masuk ke pendidikan perubahan iklim, mengatakan,

baca juga

"Manusia tidak bisa hidup seperti ini terus. Kita harus belajar hidup berdampingan dengan alam, itu satu-satunya cara untuk bisa terus bertahan."

Ia menambahkan bahwa nenek moyang sebenarnya sudah lebih dulu memahami cara itu, jauh sebelum manusia modern mengenal istilah krisis iklim.

Menanam Sendiri, Langkah Kecil yang Berarti

Salah satu ajakan yang muncul dari kisah ini adalah kembali menanam sebagian bahan pangan sendiri, seperti cabai, tomat, atau sayuran di kebun dan halaman rumah. Langkah kecil ini dapat memangkas jejak karbon dari transportasi pangan yang biasanya menempuh jarak jauh sebelum sampai ke meja makan.

Tanoana mPae mengajarkan bahwa menjaga pangan sama artinya dengan menjaga kehidupan. Ketika sistem pangan modern kian goyah oleh cuaca ekstrem, kearifan yang sudah teruji selama bergenerasi ini justru menjadi pengingat sekaligus jalan pulang bagi masyarakat Pamona, untuk terus hidup selaras dengan alam.

Penulis: Inesia Dian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Krisis Iklim Sebabkan Warga Indonesia Kehilangan 84 Jam Tidur per Tahun: Apa Dampaknya?

Krisis Iklim Sebabkan Warga Indonesia Kehilangan 84 Jam Tidur per Tahun: Apa Dampaknya?

Health | Rabu, 29 Juli 2026 | 12:10 WIB

Sering Terpapar Berita Krisis Iklim, Bisakah Picu Gangguan Kesehatan Mental?

Sering Terpapar Berita Krisis Iklim, Bisakah Picu Gangguan Kesehatan Mental?

Health | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:39 WIB

Koalisi Perempuan Indonesia: Transisi Energi yang Adil Harus Melibatkan Perempuan Sejak Awal

Koalisi Perempuan Indonesia: Transisi Energi yang Adil Harus Melibatkan Perempuan Sejak Awal

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:50 WIB

Terkini

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Health | Sabtu, 26 September 2026 | 04:03 WIB

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:30 WIB

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 22:27 WIB

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:25 WIB

×