Koalisi Perempuan Indonesia: Transisi Energi yang Adil Harus Melibatkan Perempuan Sejak Awal

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 14 Juli 2026 | 14:50 WIB
Koalisi Perempuan Indonesia: Transisi Energi yang Adil Harus Melibatkan Perempuan Sejak Awal
Sejumlah peserta membawa poster saat aksi krisis iklim di depan Kantor KPU, Jakarta, Jumat (3/11/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Farida Indriani dalam forum FFA 2026 menekankan bahwa perempuan terdampak kerusakan lingkungan tambang harus dilibatkan dalam kebijakan transisi energi.
  • Pelibatan perempuan wajib dilakukan sejak tahap perencanaan agar kebutuhan masyarakat lokal terakomodasi dalam desain proyek energi bersih tersebut.
  • Victoria Fanggidae mengingatkan transisi energi harus memastikan pembagian manfaat ekonomi dan sosial secara adil bagi masyarakat di kawasan tambang.

Suara.com - Keberhasilan transisi energi tidak hanya ditentukan oleh pembangunan pembangkit energi bersih atau penghentian penggunaan batu bara. Lebih dari itu, prosesnya juga perlu memastikan kelompok yang paling terdampak, termasuk perempuan dan masyarakat lokal, memiliki ruang untuk ikut menentukan arah kebijakan.

Presidium Nasional Koalisi Perempuan Indonesia (KPI), Farida Indriani, mengatakan perempuan yang tinggal di sekitar kawasan tambang batu bara maupun proyek mineral kritis selama ini kerap menjadi pihak yang paling merasakan dampak kerusakan lingkungan.

Mereka menghadapi berbagai persoalan, mulai dari pencemaran sumber air, gangguan kesehatan keluarga, hilangnya mata pencaharian, hingga meningkatnya beban kerja domestik ketika lingkungan mengalami degradasi.

Aktivis lingkungan melakukan aksi di Jalan Sudirman, Jakarta, Jumat (27/9/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Aktivis lingkungan melakukan aksi di Jalan Sudirman, Jakarta, Jumat (27/9/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Ironisnya, meski menjadi kelompok yang paling terdampak, perempuan masih minim dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan.

"Perempuan secara konsisten tidak berada di meja perundingan ketika keputusan tentang penghentian batu bara maupun proyek mineral kritis dibuat," kata Farida dalam General Assembly Fair Finance Asia (FFA) 2026 di Jakarta.

Menurut Farida, transisi energi yang benar-benar adil harus dimulai sejak tahap perencanaan proyek. Pelibatan perempuan tidak cukup dilakukan melalui konsultasi setelah proyek berjalan, tetapi perlu menjadi bagian dari proses penyusunan kebijakan sejak awal.

Dengan demikian, berbagai kebutuhan masyarakat—mulai dari akses air bersih, layanan kesehatan, perlindungan mata pencaharian, hingga mekanisme pembagian manfaat—dapat diakomodasi dalam desain proyek.

Ia juga menekankan pentingnya mengakui perempuan, termasuk perempuan dari masyarakat adat dan komunitas lokal, sebagai pemegang hak (rights holders) sekaligus pengambil keputusan. Karena itu, mekanisme konsultasi publik, pembagian manfaat, hingga penyelesaian pengaduan perlu dirancang agar responsif terhadap perspektif gender.

Pandangan serupa disampaikan Executive Director The PRAKARSA, Victoria Fanggidae. Menurutnya, Indonesia berada di posisi strategis dalam transisi energi Asia karena masih menjadi salah satu negara dengan ketergantungan tinggi terhadap batu bara, sekaligus produsen nikel terbesar di dunia yang menjadi bahan baku penting kendaraan listrik dan teknologi energi bersih.

baca juga

Namun, Victoria mengingatkan bahwa meningkatnya permintaan mineral kritis tidak boleh mengulang pola eksploitasi yang selama ini terjadi pada industri batu bara.

"Jika masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan tambang dan fasilitas pengolahan tidak diperlakukan sebagai mitra yang setara dan tidak memperoleh manfaat yang adil, maka kita hanya akan mengganti satu bentuk eksploitasi dengan bentuk ketimpangan yang lain," ujarnya.

Karena itu, menurut Victoria, pembagian manfaat kepada masyarakat harus menjadi prinsip utama dalam setiap proyek transisi energi. Ia menilai keberhasilan transisi tidak hanya diukur dari berkurangnya emisi karbon, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat lokal, termasuk perempuan, memperoleh manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara adil. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis

Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:32 WIB

Profil Tan Kian, Bos Pacific Place yang Terseret Kasus Korupsi PLN hingga Asabri

Profil Tan Kian, Bos Pacific Place yang Terseret Kasus Korupsi PLN hingga Asabri

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 10:39 WIB

Gurita Bisnis Tan Kian, Taipan Properti yang Diperiksa dalam Korupsi Batu Bara

Gurita Bisnis Tan Kian, Taipan Properti yang Diperiksa dalam Korupsi Batu Bara

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 10:24 WIB

Terkini

7 Rekomendasi Jam Tangan Casio Wanita yang Murah dan Elegan

7 Rekomendasi Jam Tangan Casio Wanita yang Murah dan Elegan

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 14:20 WIB

Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026

Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 14:20 WIB

Jabar Jadi Sorotan! Kematian Ibu dan Anak Tinggi karena Standar Kebersihan RS Buruk

Jabar Jadi Sorotan! Kematian Ibu dan Anak Tinggi karena Standar Kebersihan RS Buruk

News | Senin, 14 September 2026 | 14:17 WIB

Media Internasional: Kecelakaan Laut Sering Terjadi karena Lemahnya Standar Keselamatan di Indonesia

Media Internasional: Kecelakaan Laut Sering Terjadi karena Lemahnya Standar Keselamatan di Indonesia

News | Senin, 14 September 2026 | 14:13 WIB

Purbaya Kritik Kondisi Ekonomi era Jokowi, Dianggap Lebih Lambat Ketimbang SBY

Purbaya Kritik Kondisi Ekonomi era Jokowi, Dianggap Lebih Lambat Ketimbang SBY

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 14:13 WIB

Penjualan Kendaraan Elektrifikasi Toyota Meningkat, Veloz Hybrid Tuai Respon Positif

Penjualan Kendaraan Elektrifikasi Toyota Meningkat, Veloz Hybrid Tuai Respon Positif

Otomotif | Senin, 14 September 2026 | 14:12 WIB

Cara Menghilangkan Kutu Beras dengan Aman dan Mudah, Begini Langkah yang Tepat

Cara Menghilangkan Kutu Beras dengan Aman dan Mudah, Begini Langkah yang Tepat

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 14:10 WIB

Kalah dari Persita, Fabio Lefundes: Java United FC Masih Berproses

Kalah dari Persita, Fabio Lefundes: Java United FC Masih Berproses

Jawa Tengah | Senin, 14 September 2026 | 14:10 WIB

Pertamina Bawa Semangat Grand Prix of Indonesia 2026 ke Masyarakat

Pertamina Bawa Semangat Grand Prix of Indonesia 2026 ke Masyarakat

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 14:08 WIB

Rp31,1 Triliun Disiapkan, PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu Mulai 2027

Rp31,1 Triliun Disiapkan, PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu Mulai 2027

News | Senin, 14 September 2026 | 14:08 WIB

×