- Paris Baguette Indonesia meluncurkan koleksi croissant edisi terbatas bertajuk Legenda Rasa untuk merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
- Koleksi ini menghadirkan tiga cerita rakyat Nusantara, yakni Bawang Merah Bawang Putih, Danau Toba, dan Malin Kundang.
- Seluruh varian istimewa tersebut mulai tersedia di seluruh gerai pada tanggal 10 Agustus 2026 mendatang.
Suara.com - Cerita rakyat Indonesia biasanya hadir lewat buku, dongeng yang diceritakan orang tua, atau kisah yang sudah dikenal sejak kecil. Namun, kali ini cerita-cerita tersebut hadir dalam bentuk yang cukup berbeda yakni pastry.
Menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Paris Baguette Indonesia memperkenalkan koleksi croissant edisi terbatas bertajuk “Legenda Rasa: Because Every Layer Tells A Story”.
Sesuai namanya, koleksi ini mencoba menerjemahkan cerita rakyat Nusantara ke dalam bentuk sajian yang lebih modern, tanpa meninggalkan karakter dari kisah yang menjadi inspirasinya.
Ada tiga cerita rakyat yang diangkat, yakni Bawang Merah Bawang Putih, Legenda Danau Toba, dan Malin Kundang. Masing-masing tidak hanya diterjemahkan melalui rasa, tetapi juga tampilan dan elemen dekorasi pada croissant.
Varian pertama, Croissant Dua Saudari, terinspirasi dari kisah Bawang Merah dan Bawang Putih. Cerita tentang dua saudari dengan karakter yang bertolak belakang tersebut diterjemahkan melalui perpaduan rasa yang gurih, creamy, dan sedikit pedas.
![Tiga Croissant Terinspirasi Cerita Rakyat, Cara Baru Menikmati Warisan Nusantara [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/12/66928-tiga-croissant-terinspirasi-cerita-rakyat-cara-baru-menikmati-warisan-nusantara.jpg)
Garlic butter serta cream cheese menjadi bagian utama, kemudian dilengkapi dengan sambal bawang kering.
Perpaduan tersebut memberikan pengalaman rasa yang cukup berbeda dari croissant pada umumnya. Unsur creamy merepresentasikan sisi lembut Bawang Putih, sementara sentuhan sambal bawang memberikan karakter yang lebih kuat sebagai gambaran Bawang Merah.
Berikutnya ada Croissant Puteri Toba yang mengambil inspirasi dari legenda Danau Toba. Bagian luarnya dihiasi gold dust yang menggambarkan sisik ikan mas dalam cerita tersebut.
Sementara untuk isiannya, digunakan markisa Medan yang dipadukan dengan white chocolate.
Kombinasi markisa dan white chocolate menghasilkan rasa manis sekaligus segar. Dari sisi tampilan, dekorasi keemasan membuat croissant ini terlihat lebih elegan dan menjadi salah satu sajian yang cukup menarik untuk difoto sebelum disantap.
![Tiga Croissant Terinspirasi Cerita Rakyat, Cara Baru Menikmati Warisan Nusantara [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/12/61646-tiga-croissant-terinspirasi-cerita-rakyat-cara-baru-menikmati-warisan-nusantara.jpg)
Sementara itu, kisah Malin Kundang diterjemahkan melalui Croissant Pesisir Manis. Bentuknya dibuat menyerupai batu sebagai simbol perubahan Malin Kundang dalam legenda yang sudah sangat familiar bagi masyarakat Indonesia.
Tidak hanya bentuknya, croissant ini juga mendapatkan sentuhan gold leaves yang menggambarkan unsur kekayaan dalam cerita. Untuk rasanya, perpaduan wijen panggang dan salted caramel memberikan kombinasi gurih dan manis yang cukup seimbang.
Ketiga sajian tersebut menarik karena tidak sekadar menggunakan nama cerita rakyat sebagai tema. Unsur dalam masing-masing legenda ikut diterjemahkan ke dalam bentuk, warna, hingga komposisi rasa.
Dengan begitu, cerita yang sudah lama dikenal mendapatkan cara baru untuk dinikmati, terutama bagi generasi yang lebih akrab dengan pengalaman kuliner dan visual.
Koleksi Legenda Rasa tersedia secara terbatas di seluruh gerai Paris Baguette Indonesia mulai 10 Agustus 2026. Masing-masing varian dibanderol Rp45.000.
Lewat koleksi ini, cerita rakyat Nusantara tidak hanya kembali diingat melalui kisahnya, tetapi juga hadir dalam pengalaman yang lebih dekat dengan keseharian.
Menariknya, setiap croissant menawarkan cerita yang berbeda, sehingga mencicipinya bisa terasa seperti mengenal kembali dongeng lama dengan cara yang lebih kekinian.