Besarnya jejak karbon dapat berbeda tergantung durasi penggunaan, kualitas video, jenis perangkat, jaringan internet, serta sumber listrik yang menopang pusat data dan perangkat tersebut.
Ketika Jutaan Orang Melakukan Hal yang Sama
Dampak dari beberapa menit scrolling mungkin kecil jika dilihat dari penggunaan satu orang.
Namun, konsumsi digital berlangsung dalam skala besar dan dilakukan secara bersamaan oleh miliaran pengguna internet.
Studi di Nature Communications 2024 menemukan bahwa penggunaan internet secara global berpotensi memberi tekanan yang signifikan terhadap anggaran karbon per kapita yang konsisten dengan target pembatasan pemanasan global 1,5 derajat Celsius.
Penelitian tersebut juga menyimpulkan bahwa peningkatan penggunaan internet perlu diiringi dengan percepatan penggunaan listrik rendah karbon serta upaya mengurangi kebutuhan bahan baku baru untuk perangkat elektronik.
Dengan demikian, hubungan antara scrolling TikTok dan jejak karbon bukan terletak pada gerakan jari pengguna.
Jejak tersebut muncul dari sistem yang bekerja setelah layar disentuh: pusat data memproses konten, jaringan mengirimkan data, dan perangkat menggunakan listrik untuk menampilkannya.
Ketika proses itu terjadi berulang kali dan dilakukan oleh jutaan pengguna, aktivitas digital yang tidak menghasilkan emisi secara langsung tetap memiliki jejak lingkungan di dunia nyata.
Penulis: Inesia Dian