Bukan Sekadar Warisan: Cara Anak Muda Ini Bikin Sektor Pertanian Terlihat Keren di Mata Gen Z

Dinda Rachmawati

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:35 WIB
Bukan Sekadar Warisan: Cara Anak Muda Ini Bikin Sektor Pertanian Terlihat Keren di Mata Gen Z
Bukan Sekadar Warisan: Cara Anak Muda Ini Bikin Sektor Pertanian Terlihat Keren di Mata Gen Z (Dok. Istimewa)
baca 10 detik
  • Pada 2023 di Yogyakarta, Bryan Budiman kembali dari Amerika untuk mengembangkan bisnis keluarga di sektor pangan.
  • Bryan mendirikan ALEEZA Group guna mengelola perusahaan keluarga MAX Indonesia dan Podo Joyo dengan pendekatan desain modern.
  • Bisnis tersebut berhasil mendistribusikan ribuan produk bulanan serta menjangkau ratusan ribu pembudidaya lokal di Pulau Jawa.

Suara.com - Apa yang ada di balik makanan yang setiap hari tersaji di meja makan? Sebungkus kacang, bahan untuk membuat kue, sayuran, atau produk pangan lainnya mungkin terlihat sederhana.

Namun, di baliknya ada perjalanan panjang yang melibatkan petani, pemasok, pengolah, hingga orang-orang yang memastikan bahan tersebut sampai ke tangan konsumen.

Bagi Bryan Budiman, cerita tentang makanan justru membawanya melihat lebih jauh tentang masa depan agrikultur.

Lahir dari keluarga yang telah lama berkecimpung di sektor pangan dan pertanian, Bryan sebenarnya memiliki kesempatan untuk membangun karier di luar negeri.

Ia mempelajari Industrial Design dan Entrepreneurship di University of Washington, Seattle, serta sempat mendapatkan pengalaman di The Walt Disney Company dan sejumlah proyek bisnis di Amerika Serikat. Namun, ketimbang terus mengejar karier di sana, Bryan memilih kembali ke Indonesia.

“Saya mempelajari Industrial Design dan Entrepreneurship di University of Washington, Seattle, kemudian mendapatkan pengalaman di The Walt Disney Company dan berbagai proyek bisnis. Namun, pada akhirnya saya memilih pulang ke Indonesia,” ungkap Bryan.

Keputusan untuk kembali ke tanah air bermula pada 2020, ketika pandemi membuat bisnis keluarganya ikut terdampak. Bryan pulang untuk membantu, kemudian kembali ke Amerika untuk menyelesaikan studinya. 

Pada 2023, ia akhirnya menetap di Yogyakarta dan mulai mengambil peran lebih besar dalam mengembangkan bisnis keluarga.

Alih-alih sekadar meneruskan apa yang sudah ada, pengalaman di bidang desain membuat Bryan melihat bisnis keluarga dengan sudut pandang berbeda.

baca juga

Baginya, desain bukan hanya soal membuat kemasan lebih menarik atau menciptakan identitas visual. Desain juga bisa digunakan untuk memahami kebiasaan manusia, menemukan persoalan sehari-hari, kemudian mencari cara agar sebuah produk atau layanan terasa lebih dekat dengan kebutuhan mereka.

“Desain adalah cara berpikir untuk memahami manusia, menemukan masalah yang sebenarnya, lalu merancang produk, pengalaman, dan sistem yang dapat memberikan solusi,” jelasnya.

Cara berpikir tersebut kemudian ia terapkan melalui ALEEZA Group yang dibangun pada 2023 untuk mengembangkan dua bisnis keluarga, MAX Indonesia dan Podo Joyo.

Namun, cerita yang ingin dibangun Bryan sebenarnya lebih luas daripada sekadar perkembangan perusahaan. Ia ingin mengubah cara orang memandang sektor agrikultur dan pangan yang selama ini kerap dianggap sebagai dunia yang jauh dari kehidupan generasi muda.

Salah satu contohnya dapat dilihat dari Podo Joyo. Bisnis keluarga yang telah berdiri sejak 1981 itu bergerak di bidang kacang-kacangan dan berbagai komoditas pangan. Dari awalnya memiliki tujuh produk, kini Podo Joyo berkembang menjadi 42 varian dan bekerja sama dengan lebih dari 20 pemasok serta lebih dari 450 mitra petani lokal.

Produk-produk tersebut kemudian mengalir ke berbagai pelaku usaha makanan. Jaringannya kini mencakup lebih dari 172 area dengan lebih dari 500 pelanggan aktif dan distribusi lebih dari 6.500 karung produk setiap bulan.

Di Yogyakarta sendiri, Podo Joyo menjangkau lebih dari 80 persen pengrajin makanan skala besar. Angka tersebut menunjukkan bagaimana bahan pangan yang mungkin terlihat biasa di dapur ternyata menjadi bagian penting dari kehidupan banyak pelaku usaha kuliner.

Di sisi lain, Bryan juga mengembangkan MAX Indonesia yang lebih dekat dengan dunia petani. Produk seperti pupuk organik cair SuperMAX dan nutrisi herbal MAXIKO merupakan bagian dari bisnis keluarga yang kemudian ia coba hadirkan dengan pendekatan yang lebih modern dan edukatif.

Selama Mei hingga Juli 2026, MAX mencatat penambahan sekitar 10.000 pelanggan dan kini menjangkau lebih dari 26 daerah di Pulau Jawa. 

Lebih dari 200 mitra juga telah dibina untuk mendistribusikan produk, sementara jaringan MAX secara publik telah menjangkau lebih dari 300.000 pembudidaya lokal.

Namun, bagi Bryan, yang paling menarik bukan sekadar jumlah tersebut. Ia justru ingin membangun persepsi baru tentang dunia pertanian.

“Saya tidak ingin hanya mengatakan kepada anak muda bahwa menjadi petani itu penting. Saya ingin membuat mereka melihat bahwa agrikultur juga bisa menjadi industri yang besar, modern, dan membanggakan,” tuturnya.

Menurut Bryan, persoalan agrikultur tidak bisa dilihat hanya dari sisi produksi. Ada manusia, kebiasaan konsumsi, teknologi, sampai perubahan gaya hidup yang ikut menentukan bagaimana sektor ini akan bertahan.

Karena itu, pengalaman hidup di Amerika tidak membuatnya meninggalkan akar keluarganya. Sebaliknya, pengalaman tersebut menjadi bekal untuk melihat kembali sesuatu yang sudah dekat dengannya sejak lama.

Kini, dari Yogyakarta, Bryan mencoba mempertemukan dua dunia yang sering dianggap berbeda: warisan keluarga dan cara berpikir generasi baru.

“Dengan kedua perusahaan ini, saya ingin menggunakan desain untuk memahami kompleksitas masalah pertanian di lapangan, lalu menggunakan bisnis sebagai mesin agar solusi yang dibangun tidak berhenti sebagai sebuah ide, tetapi bisa bertahan, berkembang, dan memberikan dampak yang lebih luas,” katanya.

Pada akhirnya, perjalanan Bryan bukan hanya cerita tentang seorang anak muda yang pulang ke Indonesia. Ini juga tentang bagaimana makanan yang kita nikmati setiap hari menyimpan cerita panjang tentang tanah, petani, keluarga, dan generasi yang memilih untuk meneruskan sekaligus memperbarui warisan tersebut.

Sebab, terkadang masa depan tidak selalu ditemukan dengan meninggalkan sesuatu yang lama. Bisa jadi, masa depan justru dimulai ketika seseorang bersedia melihat kembali apa yang sudah ada, lalu memberinya cara pandang yang baru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

25 Promo Makanan dan Minuman 17 Agustus, Ada Paket Menarik Rp17 Ribuan

25 Promo Makanan dan Minuman 17 Agustus, Ada Paket Menarik Rp17 Ribuan

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 11:02 WIB

2026 Is the New 2016, Mengapa Gen Z Kangen Internet yang Dulu?

2026 Is the New 2016, Mengapa Gen Z Kangen Internet yang Dulu?

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:20 WIB

Pramuka Masa Kini, Masih Relevankah Morse ketika Semua Ada di Google?

Pramuka Masa Kini, Masih Relevankah Morse ketika Semua Ada di Google?

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 10:55 WIB

Terkini

Bahlil Merapat ke Istana, Benarkah Bakal Pegang Dua Jabatan Sekaligus?

Bahlil Merapat ke Istana, Benarkah Bakal Pegang Dua Jabatan Sekaligus?

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:05 WIB

Saatnya Algoritma Media Sosial Turut Bertanggung Jawab Mitigasi Bencana

Saatnya Algoritma Media Sosial Turut Bertanggung Jawab Mitigasi Bencana

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:05 WIB

Isyana Sarasvati dan Olivia Zalianty Rilis Sebuah Mahakarya di Hari Kesaktian Pancasila

Isyana Sarasvati dan Olivia Zalianty Rilis Sebuah Mahakarya di Hari Kesaktian Pancasila

Entertainment | Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:03 WIB

5 Moisturizer Mengandung Panthenol dan Cica untuk Menenangkan Jerawat Meradang

5 Moisturizer Mengandung Panthenol dan Cica untuk Menenangkan Jerawat Meradang

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:03 WIB

Digantikan Suyudi Ario Seto, 3 Kasus Besar Selama Listyo Sigit Prabowo Jadi Kapolri

Digantikan Suyudi Ario Seto, 3 Kasus Besar Selama Listyo Sigit Prabowo Jadi Kapolri

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:03 WIB

Suyudi: Polisi Kuat Bukan karena Ditakuti, tapi Dipercaya

Suyudi: Polisi Kuat Bukan karena Ditakuti, tapi Dipercaya

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Efisiensi dan Asas Keadilan Jadi Alasan BGN Ubah Insentif Dapur MBG jadi Rp2.000 per Porsi

Efisiensi dan Asas Keadilan Jadi Alasan BGN Ubah Insentif Dapur MBG jadi Rp2.000 per Porsi

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Dikabarkan Jadi KSP Gantikan Dudung, Listyo: Ya Mudah-mudahan Tak Meleset

Dikabarkan Jadi KSP Gantikan Dudung, Listyo: Ya Mudah-mudahan Tak Meleset

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Crying in H Mart, Ketika Makanan Menjadi Cara untuk Mengingat

Crying in H Mart, Ketika Makanan Menjadi Cara untuk Mengingat

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Komjen Suyudi Minta Dukungan Warga Indonesia Usai Disetujui DPR Jadi Kapolri

Komjen Suyudi Minta Dukungan Warga Indonesia Usai Disetujui DPR Jadi Kapolri

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:59 WIB

×