- Posisi sofa sebaiknya memungkinkan pandangan ke arah pintu.
- Hindari sofa menghalangi pintu atau jalur keluar-masuk.
- Sisakan ruang yang cukup agar sirkulasi tetap nyaman.
Suara.com - Menata sofa di ruang tamu ternyata ada aturannya jika mengikuti prinsip Feng Shui. Bukan cuma soal membuat ruangan terlihat rapi, posisi sofa juga dipercaya dapat memengaruhi kenyamanan dan aliran energi di dalam rumah.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah arah sofa dan posisinya terhadap pintu. Sofa juga sebaiknya tidak membuat jalur berjalan menjadi sempit atau menghalangi akses keluar-masuk ruangan.
Menyadur dari sumber internasional, penataan furnitur dalam feng shui perlu mempertimbangkan keseimbangan ruang, aliran chi, dan posisi yang membuat penghuni merasa aman. Prinsip tersebut bisa diterapkan dengan memperhatikan letak sofa sejak awal.

1. Letakkan Sofa Menempel pada Dinding yang Kokoh
Sofa sebaiknya memiliki sandaran yang menghadap dinding kokoh. Dalam prinsip feng shui, posisi seperti ini memberikan kesan lebih stabil dan terlindungi.
Jika memungkinkan, jangan menempatkan sofa di tengah jalur keluar-masuk. Beri ruang yang cukup di belakang atau di samping sofa agar pergerakan di ruang tamu tetap nyaman.
2. Arahkan Sofa agar Bisa Melihat Pintu
Posisi sofa sebaiknya memungkinkan orang yang duduk di atasnya melihat pintu ruangan. Namun, sofa tidak perlu ditempatkan tepat segaris dengan pintu.
Konsep ini berkaitan dengan commanding position, yaitu posisi yang memungkinkan seseorang melihat pintu tanpa berada langsung di jalurnya. Dalam feng shui, posisi tersebut dianggap lebih mendukung rasa aman dan kendali terhadap ruang.
3. Jangan Menghalangi Pintu
Hindari menempatkan sofa atau furnitur lain hingga membuat pintu sulit dibuka. Pintu memiliki peran penting dalam feng shui karena dianggap sebagai salah satu jalur masuknya energi ke dalam rumah.
Selain pertimbangan feng shui, pintu yang bisa terbuka lebar juga membuat ruang terasa lebih lega dan mudah digunakan.
4. Sisakan Jalur untuk Bergerak
Jangan membuat posisi sofa terlalu rapat dengan meja, kursi, atau furnitur lainnya. Pastikan masih ada jalur yang cukup untuk berjalan tanpa harus berdesakan.
Ruang yang lebih terbuka juga membantu menjaga aliran chi agar tidak terasa terhambat. Jadi, semakin banyak furnitur bukan berarti ruang tamu akan terasa semakin nyaman.
5. Sesuaikan Posisi Sofa dengan Bentuk Ruangan
Tidak semua ruang tamu memiliki bentuk dan ukuran yang sama. Oleh karena itu, posisi sofa tidak harus dibuat persis seperti contoh feng shui tertentu.
Untuk ruang tamu kecil, sofa menempel pada dinding bisa menjadi pilihan paling masuk akal. Sementara pada ruangan yang lebih luas, sofa dapat digunakan untuk membentuk area percakapan tanpa harus menutup jalur utama.
6. Hindari Sofa Membelakangi Pintu jika Ada Pilihan Lain
Posisi sofa dengan bagian belakang langsung menghadap pintu sebaiknya dihindari jika masih ada alternatif penataan. Selain kurang ideal dari sudut pandang feng shui, posisi ini juga membuat orang yang duduk di sofa tidak bisa melihat siapa yang masuk.
Jika kondisi ruangan membuat posisi tersebut tidak bisa dihindari, penataan dapat disiasati dengan mengubah arah sofa atau menggunakan elemen lain yang tetap memungkinkan pandangan ke arah pintu.
7. Jangan Membuat Ruang Tamu Terlalu Penuh
Sofa yang terlalu besar untuk ukuran ruangan bisa membuat ruang tamu terasa sesak. Kondisi ini juga membuat jalur pergerakan menjadi terbatas.
Pilih ukuran sofa yang seimbang dengan ruangan dan sisakan area kosong yang cukup. Dalam feng shui, ruang yang tidak penuh oleh barang memberi kesempatan bagi energi untuk mengalir dengan lebih baik.
8. Perhatikan Keseimbangan Furnitur
Sofa biasanya menjadi furnitur terbesar di ruang tamu sehingga perlu diseimbangkan dengan elemen lain. Kursi, meja, karpet, atau dekorasi dapat ditempatkan untuk membuat komposisi ruang tidak terasa berat di satu sisi.
Tidak perlu membuat semuanya seragam. Yang penting, posisi furnitur tidak membuat salah satu bagian ruangan terlihat terlalu penuh sementara bagian lainnya kosong.