- Rambut rontok merupakan bagian normal dari siklus pertumbuhan, dengan kehilangan hingga sekitar 100 helai per hari masih tergolong wajar.
- Kerontokan perlu diperhatikan jika meningkat dan tidak diimbangi pertumbuhan rambut baru, yang dapat mengarah pada alopecia.
- Kondisinya berbeda pada setiap orang, mulai dari penipisan rambut hingga kerontokan di bagian tubuh lainnya.
Suara.com - Rambut rontok sebenarnya merupakan bagian normal dari siklus pertumbuhan rambut yang dialami hampir semua orang.
Pada orang yang sehat, kehilangan hingga sekitar 100 helai rambut setiap hari masih tergolong wajar karena rambut yang rontok akan digantikan oleh helai baru.
Namun, kerontokan perlu mulai diperhatikan ketika jumlah rambut yang rontok meningkat dan tidak diimbangi dengan pertumbuhan rambut baru.
Kondisi tersebut dapat mengarah pada alopecia atau kerontokan rambut yang bisa terjadi pada pria, wanita, hingga anak-anak.
Kerontokan rambut juga tidak selalu muncul dalam bentuk yang sama pada setiap orang. Ada yang hanya mengalami penipisan atau kerontokan di bagian kepala, sementara pada kondisi tertentu rambut juga dapat rontok di bagian tubuh lainnya.
Artikel ini akan membahas kenapa rambut bisa rontok lebih banyak dari biasanya dan bagaimana cara mengatasinya, merangkum dari Cleveland Clinic.
Penyebab Rambut Rontok

Rambut rontok dapat terjadi karena berbagai faktor, mulai dari keturunan hingga kondisi kesehatan tertentu.
Penjelasan Cleveland Clinic menyebut beberapa penyebab yang paling umum, termasuk faktor genetik, perubahan hormon, stres, kekurangan nutrisi, hingga penyakit tertentu.
1. Faktor keturunan atau genetik
Kerontokan rambut dapat dipengaruhi oleh gen yang diwarisi dari orang tua. Kondisi ini termasuk salah satu penyebab umum kerontokan rambut dan dapat menyebabkan kebotakan berpola pada pria maupun wanita.
2. Infeksi jamur pada kulit kepala
Infeksi jamur pada kulit kepala juga dapat memicu kerontokan rambut. Kondisi ini dapat mengganggu kesehatan kulit kepala dan pertumbuhan rambut sehingga perlu ditangani sesuai penyebabnya.
3. Gaya rambut yang terlalu kencang
Kebiasaan mengikat atau menata rambut terlalu kencang, seperti kepang, hair extension, atau kuncir kuda yang ketat, dapat menarik rambut secara terus-menerus. Tarikan tersebut dapat berkontribusi terhadap kerontokan rambut.
4. Perawatan rambut dengan proses kimia
Beberapa perawatan rambut dapat menyebabkan kerusakan yang kemudian berkontribusi terhadap kerontokan. Cleveland Clinic memasukkan proses seperti pengeritingan permanen dan bleaching sebagai contoh perawatan yang dapat merusak rambut.
5. Perubahan hormon
Perubahan hormon, termasuk yang terjadi saat kehamilan, setelah melahirkan, atau menopause, dapat memengaruhi siklus pertumbuhan rambut. Akibatnya, rambut dapat mengalami kerontokan lebih banyak dari biasanya.
6. Perawatan medis atau obat-obatan tertentu
Kerontokan rambut juga dapat menjadi efek dari perawatan medis tertentu, salah satunya kemoterapi. Beberapa jenis obat juga dapat memengaruhi pertumbuhan rambut dan menyebabkan rambut lebih mudah rontok.
7. Kekurangan nutrisi
Asupan nutrisi yang tidak mencukupi dapat menjadi salah satu faktor kerontokan rambut, terutama jika tubuh kekurangan zat besi atau protein. Karena itu, pola makan dengan asupan nutrisi yang cukup turut berperan dalam menjaga kesehatan rambut.
8. Stres
Peristiwa yang menimbulkan tekanan fisik atau emosional, seperti menjalani operasi atau kehilangan orang yang dicintai, dapat memicu kerontokan rambut. Jenis kerontokan ini dapat muncul setelah tubuh mengalami kondisi yang cukup berat atau stres.
9. Penyakit tiroid
Gangguan pada kelenjar tiroid juga dapat berkaitan dengan kerontokan rambut. Jika penyebabnya berasal dari kondisi medis seperti gangguan tiroid, penanganan terhadap kondisi yang mendasarinya dapat membantu mengatasi kerontokan.
Bagaimana Cara Mengatasi Kerontokan Rambut?

Cara mengatasi rambut rontok perlu disesuaikan dengan penyebabnya karena tidak semua jenis kerontokan membutuhkan penanganan yang sama.
Jika kerontokan dipicu oleh obat-obatan, perubahan hormon, penyakit tiroid, atau pola makan, mengatasi kondisi yang mendasarinya sering kali dapat membantu menghentikan kerontokan.
Berikut beberapa cara mengatasi kerontokan rambut yang dapat dilakukan berdasarkan penyebab dan jenis kerontokannya:
1. Mengatasi penyebab utama
Jika rambut rontok disebabkan oleh obat-obatan, ketidakseimbangan hormon, penyakit tiroid, atau pola makan, tenaga kesehatan akan menangani kondisi yang mendasarinya.
Mengatasi masalah tersebut sering kali sudah cukup untuk membantu menghentikan kerontokan rambut.
2. Menggunakan obat-obatan tertentu
Untuk rambut menipis akibat kebotakan pola pria atau wanita (androgenic alopecia), obat yang dioleskan langsung ke kulit kepala, seperti minoxidil, biasanya menjadi salah satu pilihan awal penanganan.
Sementara itu, obat minum finasteride dengan resep dokter disetujui untuk pria dengan kebotakan pola pria.
3. Melakukan transplantasi rambut
Transplantasi rambut dilakukan dengan mengambil helai rambut dari area kulit kepala yang memiliki rambut lebih lebat.
Helai tersebut kemudian ditanamkan pada bagian kulit kepala yang rambutnya lebih tipis untuk membantu mengatasi area yang mengalami kerontokan.
4. Mempertimbangkan terapi platelet-rich plasma (PRP)
Pada prosedur PRP, darah pasien diambil terlebih dahulu untuk dipisahkan plasmanya yang kaya trombosit.
Plasma tersebut kemudian disuntikkan ke kulit kepala dan dapat membantu memperlambat kerontokan serta merangsang pertumbuhan rambut baru.
Perlu diingat, penanganan rambut rontok sebaiknya disesuaikan dengan diagnosis dan penyebabnya, terutama jika kerontokan terjadi secara tiba-tiba atau dalam jumlah banyak.
Cleveland Clinic menyarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika mengalami kerontokan berlebihan setiap hari, kerontokan mendadak dalam jumlah besar, atau rambut juga rontok pada bagian tubuh lain.