Punya Potensi Air Hujan Besar: Mengapa Semarang Hanya Bisa Manfaatkan 27 Persen?

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:59 WIB
Punya Potensi Air Hujan Besar: Mengapa Semarang Hanya Bisa Manfaatkan 27 Persen?
Ilustrasi hujan di Semarang.

Suara.com - Kebutuhan air di perkotaan terus meningkat, sementara perubahan iklim membuat ketersediaan air semakin sulit diprediksi. Salah satu sumber yang berpotensi dimanfaatkan adalah air hujan, tetapi penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan bahwa persoalannya bukan hanya seberapa banyak air yang tersedia.

Kesiapan masyarakat dan karakteristik wilayah juga menentukan apakah potensi tersebut benar-benar bisa dimanfaatkan.

Dalam penelitian mengenai pemanenan air hujan (rainwater harvesting) di Kota Semarang, periset Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Yosef Prihanto, mengembangkan model sosio-spasial yang menghubungkan potensi fisik air hujan dengan kondisi sosial masyarakat.

Sejumlah warga beraktivitas saat turun hujan di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Selasa (13/1/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Sejumlah warga beraktivitas saat turun hujan di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Selasa (13/1/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Pendekatan ini dapat menjadi dasar berbasis bukti bagi pemerintah untuk menentukan wilayah prioritas dan merancang kebijakan ketahanan air perkotaan.

Secara fisik, atap permukiman di Kota Semarang diperkirakan mampu menampung sekitar 89,01 miliar liter air hujan per tahun pada 2020. Potensinya diproyeksikan meningkat menjadi 96,78 miliar liter pada 2025 dan 105,62 miliar liter pada 2030.

Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya dapat dimanfaatkan. Penelitian menunjukkan pemanfaatan realistis baru sekitar 24 miliar liter atau 27% dari potensi fisiknya.

“Hasil penelitian ini memberikan bukti bahwa potensi sumber daya air tidak dapat diterjemahkan secara langsung menjadi potensi pemanfaatan. Ada faktor sosial dan spasial yang memengaruhi keberhasilan suatu intervensi,” kata Yosef.

Potensi air tidak sama dengan kesiapan wilayah

Semarang dipilih sebagai lokasi penelitian karena memiliki karakter geografis yang beragam, mulai dari kawasan pesisir hingga perbukitan. Perbedaan kondisi tersebut membuat kebutuhan dan tantangan pengelolaan air tidak sama di setiap wilayah.

Penelitian juga menemukan bahwa penerimaan masyarakat terhadap pemanenan air hujan dipengaruhi oleh pengetahuan, persepsi, dan sikap.

Kawasan Semarang tengah, misalnya, memiliki tingkat penerimaan yang relatif lebih tinggi dibandingkan Semarang bawah.

Temuan ini menunjukkan adanya paradoks dalam perencanaan ketahanan air. Wilayah yang memiliki kebutuhan atau kerentanan air lebih tinggi belum tentu merupakan wilayah yang paling siap menerapkan solusi tertentu.

Karena itu, kebijakan yang hanya menggunakan data curah hujan atau luas atap sebagai dasar penentuan lokasi intervensi berisiko tidak efektif.

Model sosio-spasial yang dikembangkan Yosef mencoba menggabungkan data fisik, sosial, dan karakteristik permukiman. Dengan pendekatan tersebut, pemerintah tidak hanya dapat memperkirakan berapa banyak air hujan yang tersedia, tetapi juga mengidentifikasi lokasi yang memiliki peluang lebih besar untuk berhasil menerapkan pemanenan air hujan.

“Pendekatan ini memungkinkan kebijakan tidak hanya menjawab berapa besar potensi air yang tersedia, tetapi juga di mana intervensi memiliki peluang keberhasilan lebih tinggi,” ujarnya.

Ketahanan air membutuhkan masyarakat

BRIN pada 2026 menempatkan penguatan ketahanan air sebagai salah satu agenda dalam menghadapi perubahan iklim. Pemanenan air hujan dapat menjadi salah satu strategi diversifikasi sumber air perkotaan.

Namun, penelitian di Semarang menunjukkan bahwa teknologi saja tidak cukup.

Penerapannya perlu disesuaikan dengan karakter sosial dan spasial setiap wilayah, diperkuat melalui pendekatan berbasis komunitas, serta didukung bukti dari fasilitas publik.

Masyarakat juga perlu memahami bahwa air hujan bukan sekadar limpasan yang harus dibuang, tetapi sumber daya yang dapat dikelola.

“Teknologi saja tidak cukup. Kita perlu membangun pemahaman dan kepercayaan masyarakat bahwa air hujan merupakan sumber daya yang dapat dikelola,” kata Yosef.

Karena itu, edukasi, peningkatan kapasitas, dan keterlibatan masyarakat perlu berjalan bersama pembangunan infrastruktur.

Penulis: Chairunisa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mahjong Kembali Populer, Kini Jadi Pilihan Aktivitas Sosial di Tengah Era Digital

Mahjong Kembali Populer, Kini Jadi Pilihan Aktivitas Sosial di Tengah Era Digital

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Bukan Modifikasi Cuaca, BMKG Jelaskan Penyebab Hujan yang Guyur Jakarta Hari Ini

Bukan Modifikasi Cuaca, BMKG Jelaskan Penyebab Hujan yang Guyur Jakarta Hari Ini

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:00 WIB

Jakarta Diguyur Hujan Lagi Hari Ini, Pramono Sebut Hasil Modifikasi Cuaca

Jakarta Diguyur Hujan Lagi Hari Ini, Pramono Sebut Hasil Modifikasi Cuaca

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:55 WIB

Punya Potensi Besar, Mengapa Ketahanan Pangan Indonesia Belum Optimal?

Punya Potensi Besar, Mengapa Ketahanan Pangan Indonesia Belum Optimal?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 11:55 WIB

3 Orang Tewas saat Banjir Besar di Chiba Jepang, Hujan Ekstrem Kepung Pinggiran Tokyo

3 Orang Tewas saat Banjir Besar di Chiba Jepang, Hujan Ekstrem Kepung Pinggiran Tokyo

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 08:51 WIB

BRIN Ungkap Peran Katalis dalam Mendorong Efisiensi Industri, Benarkah Bisa Hemat Energi?

BRIN Ungkap Peran Katalis dalam Mendorong Efisiensi Industri, Benarkah Bisa Hemat Energi?

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:15 WIB

Putri Hujan & Kesatria Malam: Cinta, Pengorbanan, dan Rahasia Keluarga Hanafiah

Putri Hujan & Kesatria Malam: Cinta, Pengorbanan, dan Rahasia Keluarga Hanafiah

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:30 WIB

BRIN Kaji Panel Surya Generasi Baru untuk Dorong Kemandirian Energi Indonesia

BRIN Kaji Panel Surya Generasi Baru untuk Dorong Kemandirian Energi Indonesia

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 10:50 WIB

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Video | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Target Nol Keracunan, BGN Bakal Adopsi Teknologi Deteksi Makanan Basi Milik BRIN

Target Nol Keracunan, BGN Bakal Adopsi Teknologi Deteksi Makanan Basi Milik BRIN

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 18:45 WIB

Terkini

Misteri Besar di Balik Kematian Tim Lama dalam Serial Reacher Season 2

Misteri Besar di Balik Kematian Tim Lama dalam Serial Reacher Season 2

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:00 WIB

Profil 4 Anggota Pancatera, Ada Marissa Anita hingga Karina Basrewan

Profil 4 Anggota Pancatera, Ada Marissa Anita hingga Karina Basrewan

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:59 WIB

Punya Potensi Air Hujan Besar: Mengapa Semarang Hanya Bisa Manfaatkan 27 Persen?

Punya Potensi Air Hujan Besar: Mengapa Semarang Hanya Bisa Manfaatkan 27 Persen?

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:59 WIB

Eks Dirut PGN Hendi Prio Santoso Divonis 4 Tahun Penjara Kasus Korupsi Gas Rp255 Miliar

Eks Dirut PGN Hendi Prio Santoso Divonis 4 Tahun Penjara Kasus Korupsi Gas Rp255 Miliar

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:56 WIB

Dari Tazos hingga Tamiya: Mengenang Indahnya Bermain Tanpa Koneksi Internet

Dari Tazos hingga Tamiya: Mengenang Indahnya Bermain Tanpa Koneksi Internet

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:56 WIB

Apa Bedanya Magic Com, Magic Jar, dan Rice Cooker? Ini Fungsi Masing-Masing

Apa Bedanya Magic Com, Magic Jar, dan Rice Cooker? Ini Fungsi Masing-Masing

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:55 WIB

Cicil Emas dari BRI Bisa Dapat Emas Langsung, Ini Caranya

Cicil Emas dari BRI Bisa Dapat Emas Langsung, Ini Caranya

Bri | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:54 WIB

Agnez Mo Raih Posisi 6 IMDb STARmeter Berkat Perankan Lila Hoth

Agnez Mo Raih Posisi 6 IMDb STARmeter Berkat Perankan Lila Hoth

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:52 WIB

Wacana Pengadilan Ad Hoc BUMN: Solusi Bersih-bersih atau Potensi Tumpang Tindih?

Wacana Pengadilan Ad Hoc BUMN: Solusi Bersih-bersih atau Potensi Tumpang Tindih?

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:50 WIB

3 Krim Wajah Brand Korea untuk Noda Hitam Sesuai Review dan Harga

3 Krim Wajah Brand Korea untuk Noda Hitam Sesuai Review dan Harga

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:50 WIB

×