- Maulid Nabi Muhammad SAW 2026 jatuh pada Selasa, 25 Agustus 2026 atau 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah dan menjadi hari libur nasional.
- Di masjid, peringatan biasanya diisi pembacaan Al-Qur’an, selawat, tausiah, dan doa bersama.
- Susunan acara yang jelas membantu kegiatan berlangsung tertib dan khidmat serta memudahkan petugas menjalankan tugas sesuai urutan.
Suara.com - Sebentar lagi umat Islam akan menyambut Maulid Nabi yang jatuh pada 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah atau Selasa, 25 Agustus 2026. Momen ini ditetapkan sebagai hari libur nasional.
Maulid Nabi Muhammad SAW selama ini menjadi salah satu momen keagamaan yang kerap diperingati bersama oleh masyarakat, termasuk di lingkungan masjid.
Peringatan Maulid Nabi di masjid biasanya diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan, mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur'an, selawat, tausiah, hingga doa bersama.
Rangkaian kegiatan tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi masjid, jumlah jamaah, serta konsep acara yang telah disiapkan oleh panitia.
Agar acara berjalan tertib dan khidmat, panitia perlu menyiapkan susunan acara yang jelas dari awal hingga akhir.
Rundown yang rapi juga membantu setiap petugas mengetahui urutan kegiatan dan tugas yang harus dilakukan selama acara berlangsung.
Apabila Anda sedang mencari referensi susunan acara Maulid Nabi 2026, berikut contoh rundown mulai yang dapat dipertimbangkan oleh panitia.
5 Contoh Susunan Acara Maulid Nabi Muhammad SAW 2026 di Masjid

Susunan acara Maulid Nabi di masjid dapat disesuaikan dengan skala kegiatan, jumlah jamaah, serta tradisi keagamaan di lingkungan setempat.
Secara umum, rangkaian acara dapat mencakup pembukaan, pembacaan Al-Qur'an, sambutan, selawat atau pembacaan maulid, tausiyah, doa, hingga penutup.
Berikut lima contoh rundown yang bisa dijadikan referensi untuk peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 2026 di masjid.
1. Susunan Acara Maulid Nabi di Masjid yang Sederhana
Waktu: 19.00–21.00 WIB
19.00–19.10 — Pembukaan
- Salam dan sapaan kepada jamaah.
- Pembacaan basmalah.
- Penyampaian susunan acara oleh MC.
19.10–19.25 — Pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an
- Tilawah oleh qari.
- Saritilawah jika diperlukan.
19.25–19.40 — Sambutan
- Sambutan ketua panitia.
- Sambutan takmir atau pengurus masjid.
19.40–20.00 — Pembacaan Selawat
- Selawat Nabi bersama jamaah.
20.00–20.50 — Tausiyah Maulid Nabi
- Ceramah mengenai sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW dan keteladanannya.
20.50–21.00 — Doa dan Penutup
- Doa bersama.
- Ucapan terima kasih dan penutupan oleh MC.
Format sederhana seperti ini cocok untuk masjid di lingkungan RT atau kampung karena rangkaiannya tidak terlalu panjang, tetapi tetap mencakup acara utama.
2. Susunan Acara Maulid Nabi di Masjid dengan Pembacaan Maulid
Waktu: 19.00–21.30 WIB
- 19.00–19.10 — Pembukaan oleh MC
- 19.10–19.25 — Tilawah dan Saritilawah
- 19.25–19.40 — Sambutan Ketua Panitia
- 19.40–19.55 — Sambutan Ketua Takmir Masjid
- 19.55–20.25 — Pembacaan Maulid/Barzanji dan Selawat
- 20.25–20.40 — Penampilan Hadrah atau Marawis
- 20.40–21.20 — Ceramah atau Mauizah Hasanah
- 21.20–21.30 — Doa dan Penutup
Pembacaan maulid seperti Barzanji atau bentuk pembacaan riwayat Nabi lainnya dapat dimasukkan sesuai tradisi yang biasa dilakukan masyarakat setempat. Penampilan hadrah atau marawis juga dapat menjadi selingan yang tetap bernuansa Islami.
3. Susunan Acara Maulid Nabi di Masjid dengan Santunan Anak Yatim
Waktu: 19.00–22.00 WIB
19.00–19.10 — Pembukaan
- Salam dan pembacaan basmalah.
- Pembacaan susunan acara.
19.10–19.25 — Tilawah Al-Qur'an dan Saritilawah
19.25–19.45 — Sambutan
- Sambutan ketua panitia.
- Sambutan takmir masjid atau tokoh masyarakat.
19.45–20.10 — Selawat dan Zikir Bersama
20.10–20.30 — Santunan Anak Yatim dan Dhuafa
- Penyerahan santunan.
- Dokumentasi singkat.
20.30–21.20 — Tausiyah Maulid Nabi
- Materi tentang akhlak dan keteladanan Rasulullah SAW.
21.20–21.40 — Doa Bersama
21.40–22.00 — Penutup dan Ramah Tamah
Santunan dapat ditempatkan sebelum tausiyah sebagai bagian dari rangkaian kegiatan sosial dalam peringatan Maulid.
Susunan serupa juga digunakan dalam sejumlah contoh acara Maulid di masjid yang memasukkan santunan anak yatim sebagai salah satu agenda.

4. Susunan Acara Maulid Nabi di Masjid dengan Lomba Islami
Waktu: 08.00–12.00 WIB
08.00–08.10 — Pembukaan
08.10–08.25 — Pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an
08.25–08.40 — Sambutan Ketua Panitia dan Takmir
08.40–09.40 — Lomba Islami
- Lomba azan.
- Hafalan surat pendek.
- Cerdas cermat tentang Nabi Muhammad SAW.
09.40–10.00 — Penampilan Hadrah/Nasyid
10.00–10.45 — Ceramah Maulid Nabi
10.45–11.15 — Pengumuman Pemenang dan Pembagian Hadiah
11.15–11.30 — Selawat dan Doa
11.30–12.00 — Penutup dan Ramah Tamah
Konsep ini cocok untuk masjid yang ingin melibatkan anak-anak dan remaja secara aktif. Lomba azan, tilawah, hingga kegiatan Islami lainnya memang dapat dimasukkan dalam rangkaian peringatan Maulid sesuai kebutuhan panitia.
5. Susunan Acara Maulid Nabi di Masjid yang Lengkap dan Khidmat
Waktu: 18.00–22.00 WIB
18.00–18.30 — Persiapan dan Kedatangan Jamaah
- Registrasi jika diperlukan.
- Pengaturan tempat duduk dan perlengkapan acara.
18.30–19.00 — Salat Magrib Berjamaah
19.00–19.15 — Pembukaan
- Salam dari MC.
- Pembacaan basmalah dan ayat suci Al-Qur'an.
19.15–19.35 — Sambutan-sambutan
- Ketua panitia.
- Ketua takmir.
- Tokoh masyarakat atau tamu undangan jika ada.
19.35–20.05 — Pembacaan Maulid dan Selawat
- Pembacaan Barzanji, Diba'i, atau maulid sesuai tradisi setempat.
- Selawat bersama jamaah.
20.05–20.15 — Salat Isya Berjamaah
20.15–21.15 — Tausiyah/Mauizah Hasanah
- Ceramah mengenai sejarah kelahiran Rasulullah SAW.
- Keteladanan akhlak Nabi dalam kehidupan sehari-hari.
21.15–21.35 — Santunan atau Penyerahan Bingkisan
- Santunan anak yatim/dhuafa jika menjadi bagian dari program panitia.
21.35–21.50 — Doa Bersama
21.50–22.00 — Penutup
- Ucapan terima kasih.
- Salam penutup.
Rundown ini bisa dipilih jika acara Maulid Nabi diikuti banyak jamaah dan melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Penempatan salat berjamaah juga perlu disesuaikan dengan waktu setempat agar rangkaian acara tetap tertib dan tidak mengganggu pelaksanaan ibadah wajib.
Sementara itu, kelima contoh tersebut bukan susunan yang wajib diikuti secara persis, sehingga panitia dapat menyesuaikannya dengan tradisi masjid, durasi acara, ketersediaan pengisi acara, dan kondisi jamaah.
Yang terpenting, setiap kegiatan disusun secara tertib agar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 2026 berlangsung khidmat dan tetap nyaman bagi seluruh jamaah.