- Nike menawarkan berbagai jenis running shoes sesuai kebutuhan latihan harian hingga perlombaan maraton.
- Nike Pegasus 42 dirancang sebagai sepatu latihan harian yang stabil dengan teknologi Air Zoom menyeluruh.
- Nike Alphafly 3 dan Vaporfly 4 adalah pilihan sepatu lomba maraton berteknologi pelat karbon.
Suara.com - Memilih sepatu Nike untuk daily trainer hingga maraton perlu disesuaikan dengan kebutuhan, kenyamanan kaki dan intensi latihan.
Nike menawarkan sederet running shoes dengan teknologi berbeda untuk kebutuhan latihan lari dan perlombaan.
Pilihannya mulai dari Pegasus 42 untuk lari harian hingga Alphafly 3 dan Vaporfly 4 untuk race day.
Perbedaan material, bantalan, bobot, serta teknologi pelat karbon membuat setiap model running shoes Nike memiliki keunggulan tersendiri.
Berikut empat rekomendasi sepatu lari Nike yang bisa dipertimbangkan untuk menemani latihan rutin hingga menghadapi lomba maraton.
1. Nike Pegasus 42 – Daily Trainer
![Nike Pegasus 42. [Nike]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/18/38020-nike-pegasus-42.jpg)
Nike Pegasus 42 menjadi pilihan menarik bagi pelari yang mencari sepatu daily trainer dengan karakter awet dan stabil.
Bagian atasnya dirancang breathable, sementara siluet baru menghadirkan lengkungan ujung sepatu yang lebih besar untuk membantu meningkatkan kelengkungan bagian depan.
Model ini menggunakan unit Air Zoom sepanjang sol, berbeda dari generasi sebelumnya yang menggunakan unit pada bagian depan dan tumit.
Karakter tersebut membuat Nike Pegasus 42 cocok untuk latihan harian dengan tempo stabil di jalan raya.
Harga: Rp2.199.000
2. Nike Zoom Fly 6 – Daily/Performance Trainer
![Nike Zoom Fly 6. [Nike]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/21/30274-nike-zoom-fly-6.jpg)
Jika membutuhkan sepatu Nike untuk latihan sekaligus meningkatkan performa, seri Zoom Fly 6 layak dilirik.
Lapisan jala lembut pada bagian upper memberikan sirkulasi udara sekaligus kenyamanan ketika digunakan berlari.
Keunggulan utamanya terletak pada midsole ZoomX yang ringan dan elastis untuk memberikan pengembalian energi lebih besar.