- Jangan tidur dengan makeup yang masih menempel di wajah.
- Bersihkan makeup dan lanjutkan dengan facial cleanser yang lembut.
- Pilih makeup serta skincare berlabel non-comedogenic jika kulit mudah tersumbat.
Suara.com - Makeup sebaiknya tidak dibawa sampai tidur. Pasalnya, sisa foundation, concealer, bedak, atau produk complexion lainnya bisa bercampur dengan minyak dan kotoran di wajah sehingga pori-pori lebih mudah tersumbat.
Jika pori tersumbat akibat makeup, masalah mulai terlihat dari komedo, bruntusan, atau jerawat kecil di wajah. Apalagi jika ada produk yang ternyata kurang cocok dengan kondisi kulit masing-masing.
Jika kulit mudah berkomedo atau berjerawat, pertimbangkan cleanser yang memiliki label non-comedogenic dan oil-free.
Membersihkannya juga tidak perlu sampai menggosok wajah berkali-kali. Yang penting, makeup benar-benar terangkat, wajah dibersihkan dengan produk yang lembut, dan produk yang digunakan sehari-hari tidak mudah menyumbat pori.

Cara Membersihkan Pori Tersumbat akibat Makeup
1. Bersihkan makeup sebelum tidur
Jangan membiarkan makeup menempel di wajah sampai pagi, meskipun hanya menggunakan makeup tipis. Sebelum tidur, bersihkan seluruh produk yang masih menempel di kulit, termasuk foundation, concealer, blush, dan makeup mata.
Makeup yang dibiarkan semalaman tetap dapat memicu masalah kulit, bahkan jika produknya memiliki klaim non-comedogenic.
2. Gunakan makeup remover terlebih dahulu
Jika menggunakan makeup yang cukup tebal atau tahan lama, gunakan makeup remover untuk membantu mengangkat lapisan produk dari permukaan kulit.
Pilih makeup remover yang sesuai dengan jenis kulit dan gunakan dengan gerakan lembut. Tidak perlu menggosok kapas berulang kali sampai kulit terasa perih hanya untuk memastikan makeup benar-benar hilang.
3. Lanjutkan dengan facial cleanser yang lembut
Setelah makeup terangkat, cuci wajah menggunakan facial cleanser yang lembut. Basahi wajah dengan air suam-suam kuku, kemudian aplikasikan cleanser menggunakan ujung jari.
Pijat secara perlahan dan bilas sampai bersih. Hindari menggunakan air yang terlalu panas atau menggosok wajah dengan kasar karena dapat membuat kulit mengalami iritasi.
4. Jangan menggosok pori terlalu keras
Ketika melihat komedo atau bruntusan setelah rutin memakai makeup, keinginan untuk melakukan scrub mungkin muncul. Namun, menggosok kulit terlalu keras justru dapat menyebabkan iritasi dan membuat kondisi jerawat semakin buruk.
Membersihkan pori tidak berarti harus membuat kulit terasa kesat atau tertarik. Kulit yang terasa perih setelah dibersihkan justru menjadi tanda bahwa cara membersihkannya mungkin terlalu agresif.
5. Pilih cleanser yang tidak menyumbat pori
Jika kulit mudah berkomedo atau berjerawat, pertimbangkan cleanser yang memiliki label non-comedogenic dan oil-free.
Label tersebut dapat membantu saat memilih produk, meski respons kulit tetap bisa berbeda pada setiap orang.
6. Gunakan salicylic acid jika kulit membutuhkannya
Jika pori tersumbat disertai komedo atau jerawat, produk dengan salicylic acid bisa menjadi salah satu pilihan. Kandungan ini dapat membantu membuka sumbatan pada pori.
Namun, tidak perlu langsung menggunakan konsentrasi tinggi atau menggabungkannya dengan banyak bahan aktif. Jika kulit menjadi kering, perih, atau mengelupas, kurangi frekuensi pemakaian atau hentikan sementara.
7. Jangan memencet komedo dan jerawat
Pori yang terasa tersumbat memang bisa membuat tangan ingin memencetnya. Sebaiknya kebiasaan ini dihindari.
Memencet jerawat atau komedo dapat menyebabkan iritasi dan berisiko membuat isi sumbatan terdorong lebih dalam ke kulit. Bekas kemerahan atau noda gelap juga bisa lebih sulit hilang setelahnya.
8. Gunakan moisturizer setelah membersihkan wajah
Membersihkan wajah bukan berarti kulit harus dibiarkan sampai terasa kering. Setelah mencuci muka, gunakan moisturizer yang sesuai dengan kondisi kulit.
Untuk kulit yang mudah tersumbat, pilih pelembap yang memiliki label non-comedogenic atau tidak menyumbat pori. Menjaga kelembapan kulit tetap penting meskipun kulit cenderung berminyak atau berjerawat.
9. Perhatikan produk makeup yang digunakan
Jika pori terus tersumbat meskipun wajah sudah dibersihkan dengan baik, coba periksa kembali produk makeup yang digunakan setiap hari.
Foundation, concealer, blush, atau produk lain tertentu bisa menjadi pemicu munculnya jerawat pada sebagian orang. Pilih produk dengan label non-comedogenic, oil-free, atau won't clog pores jika kulit mudah mengalami penyumbatan.
Jika muncul bruntusan setelah rutin menggunakan produk tertentu, coba hentikan sementara dan perhatikan perubahan kondisi kulit.
10. Bersihkan kuas dan spons makeup secara rutin
Masalahnya tidak selalu berasal dari makeup. Kuas dan spons yang jarang dibersihkan juga dapat menjadi tempat menumpuknya minyak, sel kulit mati, dan kotoran.
Bersihkan alat makeup secara rutin dan jangan membiasakan berbagi kuas, spons, atau produk makeup dengan orang lain. Alat yang kotor dapat ikut memindahkan kotoran dan minyak ke wajah.
Bagaimana Mencegah Pori Tersumbat akibat Makeup?
Selain membersihkan wajah dengan benar, pemilihan makeup juga perlu diperhatikan. Produk dengan label non-comedogenic dan oil-free dapat menjadi pilihan bagi kulit yang mudah mengalami penyumbatan.
Jangan lupa membersihkan alat makeup secara rutin dan hindari tidur dengan makeup. Jika suatu produk membuat bruntusan atau jerawat terus muncul, hentikan pemakaian untuk sementara dan lihat apakah kondisi kulit membaik.
Jika pori tersumbat berkembang menjadi jerawat yang terus muncul atau tidak membaik setelah rutinitas perawatan diubah, konsultasi dengan dokter kulit dapat membantu mencari penyebab dan penanganan yang sesuai.