- Rubycell punya tekstur foam yang empuk dan cocok untuk cushion atau foundation.
- Velvet memiliki permukaan lembut berserat yang lebih sesuai untuk bedak.
- Pemilihannya bisa disesuaikan dengan jenis makeup dan hasil akhir yang diinginkan.
Suara.com - Puff cushion rubycell dan velvet mungkin terlihat mirip saat pertama kali dilihat.
Keduanya sama-sama berbentuk puff makeup yang bisa digunakan untuk membantu mengaplikasikan produk complexion.
Namun, bahan dan tekstur puff bisa berbeda dan hal ini turut memengaruhi cara penggunaannya.
Lantas, apa perbedaan puff cushion Rubycell vs velvet?
Berikut perbandingan bahan, tekstur, fungsi, dan jenis makeup yang cocok untuk masing-masing puff.
Pilihan puff lebih baik disesuaikan dengan produk makeup yang paling sering digunakan.
1. Tekstur Puff Rubycell dan Velvet Berbeda
Puff rubycell memiliki tekstur foam yang lembut dan empuk. Saat ditepukkan ke wajah, materialnya memberikan efek memantul sehingga produk bisa dibaurkan secara merata tanpa banyak meninggalkan garis.
Sementara itu, velvet puff memiliki permukaan dengan serat yang lembut dan terasa seperti beludru. Tekstur tersebut membuatnya lebih mudah mengambil dan meletakkan produk berbentuk powder pada kulit.
Jadi, perbedaan tekstur keduanya cukup mudah dirasakan. Rubycell cenderung kenyal dan bouncy, sedangkan velvet terasa lebih halus dengan permukaan berserat.
2. Rubycell Lebih Cocok untuk Cushion dan Foundation
Rubycell umumnya digunakan untuk mengaplikasikan produk complexion dengan tekstur cair atau cream. Puff ini dapat digunakan untuk menepuk cushion, foundation, maupun concealer agar produk menyatu dengan kulit.
Cara menggunakannya juga cukup sederhana. Produk diambil secukupnya, kemudian ditepukkan perlahan ke wajah sampai complexion terlihat merata.
Rubycell juga dapat digunakan dalam kondisi basah maupun kering. Untuk produk cair atau cream, puff yang sedikit lembap dapat membantu memberikan hasil complexion yang lebih dewy.
3. Velvet Lebih Sesuai untuk Bedak