- Salat istisqa merupakan ibadah sunnah muakkadah dua rakaat yang dikerjakan untuk memohon hujan.
- Pelaksanaannya dianjurkan secara berjamaah di tanah lapang pada pagi hingga siang hari tanpa azan maupun iqamah.
- Sebelum ibadah, umat Islam dianjurkan berpuasa, bersedekah, bertaubat, serta bersikap rendah hati.
Suara.com - Salat istisqa merupakan salat sunnah yang dikerjakan sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar menurunkan hujan ketika suatu daerah mengalami kekeringan atau kekurangan air.
Ibadah ini termasuk bentuk ikhtiar umat Islam untuk memohon pertolongan Allah SWT agar hujan turun yang biasanya dilaksanakan saat kemarau panjang melanda.
Di samping itu, salat istisqa dapat menjadi pengingat agar lebih mendekatkan diri, memperbanyak taubat, istighfar, sekaligus melakukan amal kebajikan.
Hukum Salat Istisqa
Hukum salat istisqa adalah sunnah muakkadah, yakni salat sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan ketika terjadi kemarau panjang dan hujan sulit turun.
Umat Islam dianjurkan beribadah dengan sikap tawaduk dan tidak mengenakan pakaian atau perhiasan secara berlebihan.
Waktu dan Tempat Pelaksanaan Salat Istisqa
Salat istisqa dilaksanakan pada waktu yang diperbolehkan untuk salat sunnah, terutama pada pagi hingga siang hari.
Pelaksanaannya sebaiknya tidak dilakukan pada waktu-waktu yang dilarang untuk mengerjakan salat, seperti ketika matahari baru terbit, saat matahari tepat berada di atas kepala, dan ketika matahari menjelang terbenam.
Salat istisqa dianjurkan secara berjamaah di tanah lapang, meskipun salat istisqa juga dapat dikerjakan secara sendiri.
Amalan Sunnah Sebelum Salat Istisqa
Sebelum melaksanakan salat istisqa, terdapat sejumlah amalan yang dianjurkan agar ibadah lebih sempurna.
Hal tersebut bertujuan agar umat Islam semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memohon ampun atas dosa-dosa yang telah dilakukan.
Beberapa amalan yang dapat dilakukan antara lain:
- Memperbanyak taubat dan istighfar, serta meninggalkan perbuatan maksiat.
- Memperbanyak sedekah dan amal kebajikan sebagai bentuk kepedulian kepada sesama.
- Berpuasa beberapa hari sebelum pelaksanaan, yang dalam sebagian keterangan dianjurkan selama tiga hari.
- Mengajak masyarakat untuk berkumpul, termasuk anak-anak dan orang lanjut usia, dengan tetap memperhatikan ketentuan dan kondisi setempat.
- Menghindari kemewahan dalam berpakaian serta menghadirkan sikap rendah hati ketika memohon pertolongan Allah SWT.
Niat Salat Istisqa
Salat istisqa dikerjakan sebanyak dua rakaat dan tata caranya secara umum seperti salat Idul Fitri dan Idul Adha.
Untuk niat dapat dihadirkan di dalam hati. Jika ingin melafalkannya, berikut bacaan niat yang umum digunakan:
Sebagai imam:
أُصَلِّي سُنَّةَ الِاسْتِسْقَاءِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallī sunnatal istisqā'i rak'ataini imāman lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Aku niat salat sunnah istisqa dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta'ala."
Sebagai makmum:
أُصَلِّي سُنَّةَ الِاسْتِسْقَاءِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُومًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallī sunnatal istisqā'i rak'ataini ma'mūman lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Aku niat salat sunnah istisqa dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta'ala."
Bagi orang yang mengerjakannya sendiri, niat disesuaikan sebagai salat sunnah istisqa dua rakaat karena Allah Ta'ala.
Tata Cara Salat Istisqa
Salat ini terdiri atas dua rakaat dan dilaksanakan tanpa azan maupun iqamah. Berikut tata caranya:
1. Jamaah berkumpul di tanah lapang untuk melaksanakan salat istisqa secara berjamaah.
2. Membaca niat.
3. Imam mengawali salat dengan takbiratul ihram, kemudian membaca doa iftitah dan melakukan takbir tambahan sebanyak tujuh kali pada rakaat pertama. Di antara takbir, dapat diselingi bacaan zikir atau tahmid.
4. Imam kemudian membaca Surah Al-Fatihah dan surah lainnya dengan suara jahr (dikeraskan).
5. Selanjutnya, salat dilanjutkan dengan rukuk, i'tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua seperti salat pada umumnya.
6. Pada rakaat kedua, setelah berdiri dari sujud rakaat pertama, imam melakukan takbir tambahan sebanyak lima kali, kemudian membaca Surah Al-Fatihah dan surah lainnya.
7. Salat dilanjutkan dengan rukuk, i'tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua.
8. Setelah itu, imam dan makmum duduk untuk membaca tahiyat akhir dan salawat.
9. Salat diakhiri dengan salam ke kanan dan ke kiri.
Khutbah Setelah Salat Istisqa
Setelah salat selesai, imam atau khatib menyampaikan khutbah. Khutbah salat istisqa diarahkan untuk mengajak jamaah agar memperbanyak taubat, istighfar, doa, sedekah, dan amal kebajikan.
Mengutip laman Kemenag, khutbah salat istisqa terdiri dari dua khutbah yang disampaikan khatib dengan cara berdiri dan sekali duduk di antara kedua khutbah.
Khatib biasanya mengajak jamaah untuk memohon ampun kepada Allah SWT dan berdoa agar hujan segera diturunkan serta memberikan manfaat bagi manusia, hewan, tumbuhan, dan lingkungan.
Dalam penyampainnya, khatib disunnahkan membaca doa dengan membalikkan badan dan membelakangi jama’ah untuk menghadap kiblat, menukar posisi selendang sorban di pundak sembari mengangkat kedua tangannya di setiap mengakhiri khutbah pertama dan khutbah kedua.