ASEAN Jadi Jalur Penanganan Asap Karhutla Kalimantan, RI Pilih Kerja Sama Ketimbang Saling Tuding

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 25 Agustus 2026 | 07:50 WIB
ASEAN Jadi Jalur Penanganan Asap Karhutla Kalimantan, RI Pilih Kerja Sama Ketimbang Saling Tuding
Karhutla di Palangka Raya, Kalimantan Timur. [Antara/Auliya Rahman/tom]
baca 10 detik
  • Pemerintah Indonesia memilih menggunakan mekanisme regional ASEAN untuk menangani dampak asap kebakaran hutan dan lahan.
  • Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan hal tersebut di Jakarta pada hari Senin tanggal 24 Agustus 2026.
  • Pemerintah mengerahkan 52 pesawat serta melakukan pemadaman darat guna menekan risiko asap lintas batas secara optimal.

Suara.com - Pemerintah Indonesia memilih mekanisme ASEAN untuk menangani potensi dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan yang dapat melintasi batas negara.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko), Airlangga Hartarto, mengatakan persoalan asap lintas batas sudah memiliki mekanisme regional yang dapat menjadi acuan negara-negara ASEAN.

“Kan ASEAN punya Trans-ASEAN Boundary yang mengenai asap itu, jadi mengacu pada itu aja,” kata Airlangga di Jakarta, Senin (24/8/2026).

Mekanisme tersebut mengacu pada ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution (AATHP), yang mengatur kerja sama negara ASEAN dalam mencegah, memantau, dan menangani pencemaran asap akibat karhutla.

Indonesia telah meratifikasi kesepakatan tersebut sejak 2015. Melalui mekanisme ini, negara-negara ASEAN dapat bertukar informasi, melakukan pemantauan kebakaran, memberikan peringatan dini, hingga meminta bantuan dan konsultasi jika berpotensi terdampak asap lintas batas.

Di tengah kekhawatiran Malaysia dan Singapura, pemerintah Indonesia juga menegaskan penanganan karhutla tidak seharusnya berujung pada saling menyalahkan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, proses ratifikasi belum dilakukan lantaran masih terdapat pembahasan yang harus diselesaikan dengan pemerintah AS. Foto Fakhri-Suara.com
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. [Suara.com/Fakhri]

BNPB menyebut fokus utama pemerintah saat ini adalah memadamkan kebakaran sedekat mungkin dari sumbernya agar produksi asap dan risiko lintas batas dapat ditekan.

Untuk mempercepat penanganan, pemerintah mengerahkan 52 pesawat di enam provinsi prioritas, terdiri dari 30 pesawat di Kalimantan dan 22 pesawat di Sumatra.

Operasi juga dilakukan melalui pemadaman darat, water bombing, modifikasi cuaca, serta penguatan personel.

baca juga

Potensi penyebaran asap turut dipantau melalui data cuaca, satelit, dan sistem regional ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC).

ASMC sebelumnya mengaktifkan Alert Level 2 untuk kawasan ASEAN bagian selatan setelah meningkatnya titik panas dan aktivitas asap, termasuk di Kalimantan. Kondisi cuaca kering dan penguatan El Nino turut menjadi faktor yang meningkatkan risiko asap lintas batas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Karhutla Masih Membara, Penerbangan di Kalimantan Masih Delay dan Ditunda

Karhutla Masih Membara, Penerbangan di Kalimantan Masih Delay dan Ditunda

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 15:43 WIB

Sebanyak 30 Perusahaan Diproses Terkait Kebakaran Hutan, Dipaksa Bayar Ganti Rugi Rp15 Triliun

Sebanyak 30 Perusahaan Diproses Terkait Kebakaran Hutan, Dipaksa Bayar Ganti Rugi Rp15 Triliun

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 15:34 WIB

Sambil Tunjuk! Prabowo Ancam Cabut Izin Korporasi Pembakar Hutan

Sambil Tunjuk! Prabowo Ancam Cabut Izin Korporasi Pembakar Hutan

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 14:25 WIB

35 Pesawat Asing Dikerahkan untuk Tangani Karhutla Kalimantan

35 Pesawat Asing Dikerahkan untuk Tangani Karhutla Kalimantan

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 14:24 WIB

Karhutla Kalimantan Sengaja Dibakar, Saham Sawit 'Kebakaran' di Bursa

Karhutla Kalimantan Sengaja Dibakar, Saham Sawit 'Kebakaran' di Bursa

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 11:39 WIB

Sengaja Dibakar! Ini Daftar Konglomerat RI yang Kuasai Lahan Sawit Kalimantan

Sengaja Dibakar! Ini Daftar Konglomerat RI yang Kuasai Lahan Sawit Kalimantan

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 11:18 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×