- Feng shui menyarankan posisi tempat tidur ideal dengan kepala menempel dinding kokoh dan pintu terlihat tanpa segaris.
- Islam menganjurkan tidur miring ke kanan berdasarkan hadis Sahih al-Bukhari disertai wudu dan doa sebelum tidur.
- Baik feng shui maupun Islam tidak menyatakan posisi tidur tertentu dapat mendatangkan rezeki secara otomatis.
Suara.com - Posisi tidur pembawa rezeki menurut feng shui dan Islam kerap menjadi pertanyaan, terutama bagi orang yang ingin menata kamar tidur sekaligus mencari keberkahan dalam kehidupan.
Namun, penting membedakan antara keyakinan tradisional feng shui dengan ajaran Islam yang memiliki dasar hadis.
Dalam feng shui, penataan tempat tidur berkaitan dengan keseimbangan energi atau qi. Sementara dalam Islam, tidak ada dalil yang secara khusus menyebut posisi tidur tertentu dapat membuat seseorang menjadi kaya atau mendatangkan rezeki secara otomatis.
Lantas, bagaimana posisi tidur yang dianggap baik menurut feng shui dan Islam?
Posisi Tidur Pembawa Rezeki Menurut Feng Shui
Dalam feng shui, salah satu prinsip utama penataan kamar tidur adalah command position atau posisi kendali. Prinsip ini menyarankan tempat tidur diletakkan sehingga orang yang berbaring dapat melihat pintu kamar, tetapi posisi tubuh tidak berada tepat segaris dengan pintu.
Prinsip tersebut juga dibahas dalam kajian akademik mengenai aturan feng shui pada penataan tempat tidur. Salah satu aturan yang umum ditemukan adalah tempat tidur sebaiknya memiliki dukungan dinding yang kokoh dan tidak berada tepat pada garis pintu.

Dalam penerapannya, posisi tersebut biasanya berarti kepala tempat tidur menempel pada dinding yang solid, sedangkan pintu kamar terlihat dari tempat tidur.
Architectural Digest juga menjelaskan bahwa dalam feng shui, posisi kendali merupakan salah satu prinsip penting. Tempat tidur dianjurkan berada di posisi yang memungkinkan penghuni melihat pintu tanpa berada tepat di jalurnya.
1. Kepala tempat tidur menempel pada dinding
Posisi ini dianggap memberikan rasa stabil dan terlindungi. Dalam feng shui, dinding di belakang tempat tidur berfungsi sebagai dukungan atau fondasi.
Karena itu, hindari menempatkan kepala tempat tidur di tengah ruangan tanpa penyangga atau langsung di depan jendela jika masih ada pilihan lain.
2. Tempat tidur bisa melihat pintu, tetapi tidak tepat menghadap pintu
Ini merupakan inti dari command position. Dari atas tempat tidur, pintu kamar sebaiknya dapat terlihat dengan mudah.
Namun, posisi kaki atau tubuh tidak dianjurkan berada tepat pada satu garis lurus dengan pintu. Dalam tradisi feng shui, aliran qi yang terlalu langsung dianggap kurang ideal untuk area istirahat.
3. Jangan membuat kamar terlalu berantakan
Feng shui juga menekankan pentingnya ruang yang rapi dan tidak penuh barang. Architectural Digest mencatat bahwa mengurangi kekacauan atau clutter merupakan bagian dari penataan kamar untuk menciptakan suasana yang lebih tenang dan seimbang.
Secara praktis, kamar yang rapi juga lebih nyaman digunakan untuk beristirahat.
Posisi Tidur Menurut Islam
Berbeda dengan feng shui, Islam tidak mengajarkan bahwa arah atau posisi tempat tidur tertentu bisa mendatangkan kekayaan secara otomatis.
Ajaran yang memiliki dasar hadis mengenai posisi tidur adalah anjuran untuk berbaring di sisi kanan.
Dalam Sahih al-Bukhari 6315, Al-Bara' bin 'Azib meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW ketika menuju tempat tidur biasa tidur di sisi kanan dan membaca doa sebelum tidur.
Hadis lain, Sahih al-Bukhari 6311, juga memuat petunjuk Nabi Muhammad SAW kepada Al-Bara' bin 'Azib untuk berwudu seperti wudu untuk salat sebelum tidur, kemudian berbaring di sisi kanan dan membaca doa.
Dengan demikian, jika pertanyaannya adalah posisi tidur yang dianjurkan dalam Islam, jawabannya adalah miring ke sisi kanan ketika mulai tidur.
Namun, hadis tersebut tidak mengatakan bahwa tidur miring ke kanan secara langsung membuat rezeki bertambah.
Apakah Tidur Menghadap Kiblat Bisa Membawa Rezeki?
Ada pembahasan ulama mengenai tidur menghadap kiblat, tetapi hal ini perlu dibedakan dari anjuran tidur miring ke kanan.
Sebuah penjelasan dari HadithAnswers menyebut tidur menghadap kiblat bukanlah ketentuan utama yang secara tegas ditetapkan seperti anjuran tidur di sisi kanan. Posisi menghadap kiblat ketika tidur juga tidak dapat dijadikan dalil bahwa seseorang akan mendapatkan lebih banyak rezeki.
Karena itu, sebaiknya tidak menyebarkan klaim bahwa kepala harus menghadap arah tertentu agar rezeki lancar seolah-olah hal tersebut merupakan ajaran Islam yang wajib.
Jika menggabungkan kedua perspektif secara hati-hati, tidak ada satu posisi tidur yang dapat disebut sebagai "posisi pembawa rezeki" secara mutlak.
Menurut feng shui, penataan tempat tidur yang dianggap baik adalah posisi kendali: kepala tempat tidur bersandar pada dinding kokoh, pintu kamar dapat terlihat dari tempat tidur, tetapi tempat tidur tidak berada tepat segaris dengan pintu. Prinsip ini dipercaya membantu menciptakan keseimbangan dan rasa aman dalam ruangan.
Sementara dalam Islam, posisi yang memiliki dasar hadis adalah tidur miring ke kanan, disertai persiapan sebelum tidur seperti berwudu dan membaca doa.
Adapun soal rezeki, Islam mengajarkan bahwa rezeki berasal dari Allah SWT. Posisi tidur tidak boleh dianggap sebagai jaminan seseorang akan memperoleh kekayaan.